Dosen KPI IAI-Tribakti mengikuti acara International Postgraduate Students Conference 2020

WhatsApp Image 2020 02 18 at 9.59.05 AM

Pada tanggal 20-21 Januari 2020 telah diadakan International Postgraduate Students Conference 2020 dengan tema Legal Challenges and Opportunities in the Fourth Industrial Revolution Sustainability, Human Rights and Social Justice Perspectives in Asia Pacific di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Dalam acara tersebut terdapat beberapa keynote speakers yang mengisi materi pembuka di hari pertama di antaranya Dr. Wan Rosalili Wan Rosli dari University Teknologi MARA, Malaysia, Nani Zulminarni, Woman Heads of Family Empowerment, Dr. Edmon Makarim, S.Kom., S.H., LL.M. dari Universitas Indonesia, dan Prof. Dr. Edward Omar Sjarif Hiarij, S.H., M.Hum dari Universitas Gadjah Mada. Masih di hari yang sama, setelah materi utama, acara dilanjutkan dengan parallel session. Di hari pertama terdapat 2 parallel session yang masing-masing diisi oleh 3 panel. Untuk pemateri dalam setiap panel sudah diseleksi sebelumnya melalui pengiriman abstraksi.

Dari IAIT sendiri berhasil mengirimkan 1 delegasi yang bernama Arina Rohmatul Hidayah dengan judul makalah Commodification in Public Sphere: The Fight of Ideology through Social Media. Delegasi dari Tribakti ini berada dalam panel ke 3 di parallel session kedua  yang mengangkat tema Misuse of Social Media dan dimoderatori oleh Dr. Khotibul Umam, S.H.,LL.M. Selain Arina, terdapat satu pemateri lagi yaitu Mardiansyah dari LLM Fakultas Hukum UGM yang menyampaikan materi tentang Social Media Impacts on Radicalism-Separatism in Papua.

Parallel session kedua dalam panel 3 berjalan dengan lancar. Karena hanya terdiri dari 2 pemateri maka masing-masing pemateri diberi waktu 1 jam untuk menyampaikan makalahnya. 30 menit untuk pemaparan materi sedangkan 30 menit sisanya diisi oleh sesi tanya jawab. Secara garis besar yang dapat disimpulkan dari pemaparan kedua pemateri menunjukkan bahwa media sosial memang membawa dampak yang positif namun juga ada dampak negatifnya.

Penyebaran hoaks atau berita palsu yang bisa saja disebabkan oleh adanya proses komodifikasi konten, bisa mengancam kehidupan sosial masyarakat. Diperlukan berbagai upaya untuk menanggulanginya, baik dari sisi pemerintah ataupun masyarakat. Upaya hukum harus dibuat setegas mungkin dan masyarakat juga harus pandai dalam melakukan literasi media salah satunya melalui klarifikasi pesan. Jangan mudah percaya pada satu berita tanpa mengkonfirmasi dengan sumber berita yang lain.




Mahasiswa Tribakti Meraih Juara Emas dalam Kejuaraan Pencak Silat International di Bali

IMG 20200128 WA0032

Mahasiswa Tribakti yang bernama MOH.QIWAMUN NASHIR atlet Pencak Silat Pagar Nusa mewakili Kota Kediri dan sebagai peraih medali Emas kategori SENI TUNGGAL antar MAHASISWA dalam ajang kejuaraan NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI 1 championship Yaitu kejuaraan pencak silat international yang diadakan oleh Pemprov Bali yang bertempat di GOR LILA BHUANA Denpasar Bali pada tanggal 24-26 januari 2020.

Kejuaraan tersebut turut mengundang atlet seluruh Indonesia maupun luar negeri, mulai dari Tingkat SD, SMP, SMA, MAHASISWA, UMUM. Kejuaraan tersebut di ikuti oleh 3000 peserta dari seluruh indonesia dan luar negeri.

Kategori pertandingan yaitu 1. Tanding (laga) dan 2. Seni Tunggal. Iwan adalah Atlet SENI TUNGGAL DEWASA/MAHASISWA yang lumayan banyak menorehkan prestasinya dari mulai Tingkat kabupaten,provinsi,nasional Hingga international.

Dalam kesempatan ini Iwan (sapaan di kampus) mempersiapkan fisik yang matang dan latihan yang sangat berat selama 3 bulan dan tak lupa berdoa agar bisa meraih medali tersebut. Dan Alhamdulillah usaha tersebut membuahkan hasil yang membanggakan dan akhirnya iwan mendapatkan apa yang ia inginkan yaitu MEDALI EMAS. Dan dia tak lupa meminta doa dan dukungan kepada keluarga, para pelatih dan Dosen Tribakti Kediri yang telah memotivasi dan memberi semangat agar tetap optimis dalam bertanding.




KULIAH UMUM TENTANG KONSERVASI ALAM DALAM ISLAM

WhatsApp Image 2020 01 20 at 13.59.55

Kediri 19 Januari 2020, BEM Fakultas Syariah mengadakan kuliah umum tentang “Konservasi Alam dalam Islam”. Kuliah yang diadakan di Aula Makhrus Aly ini menghadirkan pemateri Dr. Fachruddin M. Mangunjaya, M.Si, dosen senior di Fakultas Biologi dan Pascasarjana Universitas Nasional, Direktur Utama Pusat Pengkajian Islam (PPI) Universitas Nasional Jakarta, anggota World Commission of Protected Area (Komisi Dunia untuk Kawasan Lindung), Independent Consultant untuk United National Environmental Program (UNEP) (Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan United Nation
Selain dosen dia aktif mengikuti berbagai pertemuan dialog agama dan lingkungan di berbagai belahan dunia. Menulis berbagai isu lingkungan hidup di media-media nasional dan internasional, serta buku yang pernah ditulisnya antara lain: Konservasi Alam Dalam Islam (Yayasan Obor Indonesia, 2005) salah satu kata pengantar dalam buku ini ditulis oleh Kyai Haji An’im Falahuddin Mahrus Pengasuh Pondok Pesantren HM Lirboyo Kediri sekaligus Pengurus Yayasan Pendidikan Islam TRIBAKTI Lirboyo, Hidup Harmonis Dengan Alam (Yayasan Obor Indonesia, 2006), Menanam Sebelum Kiamat: Islam, Ekologi dan Gerakan Lingkungan, Editor. (Yayasan Obor Indonesia, 2007). Bertahan di Bumi: Gaya Hidup Menghadapi Perubahan Iklim (YOI, 2008); Khazanah Alam (YOI, 2009). Artikel Keramat Alami dan Kontribusi Islam dalam Konservasi Alam dalam buku Situs Keramat Alam: Peran Budaya dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati (YOI 2009), Haji Ramah Lingkungan (ditulis bersama Husna Ahmad, Yayasan Obor 2013); Lead Writer untuk buku Lima Tahun Dewan Nasional Perubahan Iklim: Perubahan Iklim dan Peradaban Bangsa (DNPI 2013) dan Mempertahankan Keseimbangan (Yayasan Obor Indonesia: 2015).
Kuliah Umum tersebut diadakan dalam rangka mengawali proses perkuliahan semester genap tahun ajaran 2019-2020 yang diperuntukkan bagi mahasiswa program S1 dan juga mahasiswa pascasarjana di IAI Tribakti. Kebutuhan akan wacana konservasi alam dalam Islam dianggap penting karena masalah lingkungan yang kita hadapi hari ini semakin kompleks dan meluas. Penting untuk diingatkan kepada para mahasiswa maupun dosen perguruan tinggi Islam khususnya bagi Fakultas Syariah bahwa para fuqaha (ahli hukum Islam) telah menghasilkan nidzam (sistem) yang dituangkan dalam jurisprudensi Islam yang dikenal dengan fikih dalam memelihara kelestarian lingkungan.
Dr. Fachruddin mengatakan bahwa dalam Al-Qur’an secara tegas telah menyatakan tentang tugas manusia, fungsi bumi, sifat sifat bumi, dan kemudian kita mengerti hal-hal tersebut melalui ilmu pengetahuan dan sains. Selain itu perlu diketahui bahwa di dunia Islam, perhatian terhadap lingkungan masih tercatat sangat kurang. Namun sebagai mayoritas negara berkembang dan menuju negara maju, semua negara memperlihatkan keseriusan dalam menangani lingkungan. Konservasi alam dan lingkungan hidup merupakan penentu keseimbangan alam, pemahaman ini sudah kita dapatkan dibangku sekolah bahwa semua komponen ekosistem baik berwujud makhluk hidup maupun komponen alam lainnya, merupakan sebuah kesatuan yang harus berjalan seimbang dan tidak boleh timpang satu dengan yang lainnya. Namun dalam tataran aplikasinya, manusia harus banyak mengkaji serta mempertanyakan efektifitas hasil dari upaya-upaya yang ada. Dan tentunya setelah semuanya disadari, manusia layak melakukan introspeksi atas berbagai potret bencana yang terjadi di belahan bumi belakangan ini.

Kontributor
Abbas Sofwan
Kaprodi AS Fakultas Syariah




Seminar Proposal Skripsi Gelombang 1 Tahun Akademik 2019-2020

WhatsApp Image 2020 01 06 at 09.41.07

 

Kediri, 6 Januari 2020,
Seminar Proposal Skripsi Gelombang dilaksanakan pada 6 Januari 2020. Kegiatan ini, sebagai tahapan awal bagi mahasiswa Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri untuk menyelesaikan penulisan karya ilmiah. Kegiatan ini dipimpin dan dilaksanakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) IAIT Kediri.

Kegiatan ini diikuti 98 mahasiswa. Dari kesemuanya itu, sebanyak 73 mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah, 18 mahasiswa Fakultas Syariah dan 7 dari Fakultas Dakwah. Dari semua peserta yang ikut, tidak ada satupun yang tidak lulus. Menurut Zainal Arifin, Kepala P3M IAIT Kediri, hal ini disebabkan, semuanya memenuhi kretiria kelulusan dan kelayakan proposal penelitian. Untuk itu, semua diizinkan bagi semua peserta menindaklanjuti proposal dan penulisan skripsi.

Kegiatan ini melibatkan 12 dosen penguji dari jajaran pimpinan civitas akademik IAIT Kediri. Kedua belas pimpinan tersebut adalah, Dr. Jauhar Fuad, M, Pd., Drs. H. Muslimin, M.Pd.I, , Yasin Nurfalah, M.Pd.I, M. Arif Khoirudin, S.Sos.I, M.Pd.I, Wasito, M.Pd.I, Ahmad Badi’, S.HI., M.Pd.I, Drs. H. Bustanul Arifin, M.Pd.I, Drs. HA. Abd. Halim Musthofa, M.HI., Zaenal Arifin, M.Pd.I, Ahmad Fauzi, Lc., M.HI, Drs. Miftahuddin, M.Pd, dan Abbas Shofwan MF., S.HI., LLM.

Menurut para penguji, pesrta seminar proposal yang lulus memenuhi beberapa kreteria, misalnya, kelayakan isu yang menjadi fokus, penguasaan metode penelitian dan kemampuan menyelesaikan karya tulis ilmiah. Meski demikian, penguji juga memberi masukan kepada TIM P3M untuk ikut membantu memberikan bimbingan peyelesaian penulisan karya tulis ilmiah, skripsi. Lebih dari itu, P3M juga berusaha hasil penulisan karya tulis ilmiah berupa skripsi bisa dibuat dalam bentuk artikel jurnal. Hasil-hasil karya tulis ilmiah ini akan diupload ke jurnal-jurnal di lingkup IAIT Kediri sesuai dengan konsen keilmuannya.




MKNU: Proses Kaderisasi di IAI Tribakti Lirboyo Kediri

IMG 20191227 WA0103

Bertempat di Kampus Institut Agama Islam (IAI) Tri Bakti Kota kediri digelar kegiatan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) oleh PWNU Jawa Timur. Acara ini digelar mulai hari ini (Jum’at, red) dan akan berakhir Ahad besok. Menjadi spesial, karena acara ini dibuka langsung Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, didampingi para pemateri baik dari PBNU maupun PWNU Jawa Timur.

Usai Salat Jamaah Jum’at, Ketua Umum PBNU memberikan pengarahaan atas pelaksanaan MKNU ini. Ditemui usai acara, Sultonul Huda, menjabat Ketua MKNU PBNU bahwa kaderisasi di NU ini sudah menjadi kewajiban bagi organisasi untuk melaksanakan. Karena ini memang amanah Muktamar NU dan sudah dimasukkan dalam AD ART.

“Selanjutnya PBNU membuat media yang bisa digunakan untuk pelaksanaan kaderisasi, salah satunya adalah MKNU yang saat ini digelar. Sebetulnya kayak Lemhanas, setiap calon pengurus atau setiap pengurus harus pernah ikut MKNU. Karena itu di dalam AD ART disebutkan bahwa seorang pengurus harus pernah ikut pendidikan kader,” terangnya.

Tentunya bagi para pengurus NU pada tingkatan apapun atau pada lembaga NU, diwajibkan mengikuti kegiatan ini. “Peserta mengikuti 135 orang walaupun awalnya yang mendaftar mencapai 200 orang. Namun nanti belum mesti lulus semua, karena kalau tidak mengikuti seluruh proses yang ditentukan oleh tim MKNU maka dipastikan tidak akan lulus. Bagi yang lulus akan mendapatkan sertifikat yang akan dibagikan setelah selesai seluruh rangkaian acara,” imbuhnya.

Dalam acara ini menghadirkan pemateri, Drs. Sultonul Huda, M.Si kepala MKNU PBNU terkait Pengantar Matan MKNU dan Kontrak Belajar. Kemudian DR.. H. Endin A.J. Soefihara HIM sebagai Fasilitator PBNU terkait Dasar Pemikiran MKNU, Review Perjalanan Satu Abad Nahdlatul Ulama 1926 – 2026.

Kemudian pada Sabtu, menghadirkan Drs. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., pengurus PWNU Jawa Timur merupakan salah satu pengurus di PWNU Jawa Timur dengan materi Relasi dan Respon NU terhadap ideologi . Dilanjutkan pemateri IV oleh Drs. KH. Abdurahman Navis, Lc., M.A..terkait NU: Mengekspor Islam Nusantara. Dilanjutkan materi oleh Dr. Robikin MH, M.H. membahas materi Relasi dan Respon NU Terhadap Negara.

Dilanjutkan Ir. H. Muhamad Kodri, M.Si dari PWNU Jatim terkait Arah, Cita – Clta dan Strategi Perjuangan NU 2015 – 2026 dan Program Perjuangan PWNU Jatim 2018 – 2023.

Dilanjutkan Ketua PWNU Jatim, KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag terkait Taujihat PWNU Jawa Timur.

Kemudian pada hari terakhir, menghadirkan pemateri Dr. KH. Masduki Baidowi, M.Si membawakan materi Memperkuat Strategi Dakwah NU Melalui TekhnologiMedia Post Truth. Selanjutnya, DR. H. Misbahul Munir membawakan materi NU dan Pemberdayaaan Ekonomi Umat.

Dilanjutkan membawakan materi Rencana Tindak Lanjut MKNU oleh Dr. Ir. H. Muhamad Faqih, Ph.D. Kemudian pemateri terakhir, wakil Rois Am PWNU Jatim, KH. Anwar Iskandar membawakan materi Muhasabah dan Pembaiatan. Sesuai jadwal, rangkaian acara ini akan ditutup dengan bait oleh wakil Rois Am PBNU KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus.