IAI Tribakti dalam Angka 2019

Kalender Akademik Genap 2019

Informasi- Institut Agama Islam Tribakti Kediri per Desember 2019 memiliki 67 dosen tetap. Dilihat dari jentang pendidikan 51 dosen bergelar Magister (76,17%), 8 dosen proses studi program Doktor (11,9%), dan 8 dosen bergelar Doktor (11,9%). Dilihat dari sertifikasi pendidik, dosen IAI-Tribakti yang tersertifikasi ada 31 Dosen (46%) dan yang belum tersertifikasi 36 Dosen (53,7%). Dilhat dari jabatan Fungsional 4 dosen berjabatan lektor kepala (6%), 17 dosen berjabatan lektor (25,4%), 17 dosen berjabatan asisten ahli (25,4%), dan 29 dosen belum memiliki jabatan (43,3%).
Dilhat dari golongan 1 dosen bergolongan IV C (1,5%), 1 dosen bergolongan IV B (1,5%), 2 Dosen bergolongan VI A (3,0%), 10 dosen bergolongan III d (14,9%), 7 dosen bergolongan III c (10,4%), 17 dosen bergolongan III b (25%), dan 29 belum memiliki golongan (43,3%). Jumlah tenaga kependidikan di IAI Tribakti Kediri berjumlah 20 orang. Karyawan berjenjang pendidikan Magister sebanyak 5 orang (25%), 15 orang berpendidikan Sarjana (75%).
Jumlah mahasiswa IAI Tribakti sebanyak 2151 mahasiswa, terbagi dalam strata satu dan strata dua. Untuk strata satu sebanyak 1961 mahasiswa (91,15%) dan strata dua sebanyak 190 mahasiswa (8,83%). Jumlah tersebut terbagi kedalam 8 program studi, untuk program studi Pendidikan Agama Islam sebanyak 1109 mahasiswa (51,55%), program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 135 mahasiswa (6,22%), program studi Ahwalus as Sahsiyah 303 mahasiswa (15,08%), program studi Perbangkan Syariah 158 mahasiswa (7,86%), program studi Komunikasi Penyiaran Islam 96 mahasiswa (4,77%), Program studi Psikologi Islam 161 mahasiswa (8,01%), program studi Pendidikan Agama Islam Starta dua 167 mahasiswa (8,31%), dan program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah strata Dua 23 mahasiswa (1,1%).
Kepemilikan dosen atas ID Sinta 55 (82,1%) yang belum memiliki 12 (17,9%). Kepemilikan ID Litapdimas 43 (64,2%) yang belum memiliki 24 (35,8%).
IAI Tribakti Kediri terus berbenah baik dari segi fisik maupun managemen. Pembenahan itu dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas mahasiswa. Dalam beberapa tahun IAIT terus melakukan pembangaunan menawmbah ruang kelas, dalam setiap tahun selalu kekurangan ruang, hal ini menunjukan adanya peningkatan jumlah mahasiswa. Pembenahan dari kualitas IAIT melakukan perubahan regulasi dalam pelaksanaan perkuliahan, ujian, ujian komprehensif dan ujian skripsi.
Jika dibandikan dengan bulan Desember 2018 ada peningkatan jumlah mahasiswa dari 2009 pada bulan Desember 2019 jumlah mahasiswa menjadi 2151. Secara rinci dalam setiap prodi ada yang mengalami penikatan dan ada yang mengalami penurunan. Misalnya ada dua program studi yang jumlahnya meningkat S1 PAI 4,07%; S1 AS 3,4%; S1 PS 0,9%; S1 KPI 0,5%; S1 PI 0,8% dan S2 PAI 1,09%; sedangkan prodi yang lain penurunan S1 PGMI 7,5%, dan S2 PGMI 0,59%.




Partisipasi Dosen IAI Tribakti dalam ANCoMs

IMG20191123082751

Surabaya, 23 November 2019 Annual conference for muslim scholars ketiga dengan mengambil tema The Creation of Muslim Polity in Indonesia Challenges and Opportunities. Acara tersebut dikuti 108 pemakalah dari 170 artikel yang diseleksi. Dosen IAI Tribakti Kediri yang lolos seleksi dalam Ancoms sebanyak tiga orang, yaitu A. Jauhar Fuad, Zaenal Arifin, Tenika.

Prof. Masdar dalam sambutannya menyatakan “Ancoms bukan sekedar kegiatan rutin. Tetapi ancoms merupakan kewajiban akademik”.

Kopertais membawahi 193 PTKIS, 160 PTKIS berapa di Jawag Timur selebihnya di Bali, NTB dan NTT. Ancoms menjadi agenda PTKIS untuk mempublikasikan karya tulis ilmiah hasil penelitian dosen.

Ancoms diproyeksikan dapat dipublikasikan dengan indks publikasi Scopus. Koperasi IV besar tidak hanya jumlah tetapi juga mampu menghasilkan karya yang dapat dijadikan rujukan perguruan tinggi lain.

Suwendi dalam sambutannya mengatakan keberhasilan PTKIS memiliki peran dalam membangun relasi antara Islam dan pengetahuan, berikutnya membangun relasi antara Islam dan negara. Keilmuan pada perguruan Islam beroretasi pada pengembangan ilmu-ilmu keislaman, yang teroretasikan pada Ma’had Aly dan pondok pesantren. Disisi lain perguruan tinggi umum mengembangkan keilmuan umum. Peran PTKI memiliki peran dalam mengembangkan peran integrasi keilmuan. Peran ini tidak dimiliki oleh perguruan tinggi lain diluar kementerian agama. Ini peran PTKI dalam pengembangan relasi Islam dengan pengetahuan.

Kedua relasi Islam dengan kekuasaan, akan menghasilkan tiga konsep; integralistik, sekularisme, dan subtansialisme. Integralistik menyatu antara kuasa agama dan negara menjadi satu, dalam dunia hanya beberapa negara yang menggunakan sistem itu, Arab Saudi dengan ideologi Islam Wahabinya, Iran dengan ideologi Islam Syiahnya. Sekulerisme adanya pemisahan antara agama dan negara, dua hal yang dibedakan dalam ruang publik dan politik. Indonesia mengambil posisi subtansialisme agama dan negara memiliki peran yang saling melengkapi.

Dengan Pancasila sebagai dasar negara mengayomi keragaman dalam masalah agama, suku, bangsa. Bersatu dalam keberbedaan cinta negara, dengan mempertahankan dan membangun negeri.




Penguatan Keterampilan Analisis Data Kuantitatif dengan Pelatihan SPSS bagi Dosen

WhatsApp Image 2019 12 01 at 17.30.06

Pusat Penelitian dan pengabdian (P3M) IAIT Kediri melaksanakan Pelatihan Analisis Data Kuantitatif (Statistik) Pada 01 Desember 2019. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh Mahfudhotin, M.Si dan Jerhi Wahyu F, M.Si ahli metode statistik dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri. Pesertanya adalah segenap dosen-dosen dan karyawan di semua fakultas. Harapannya, meningkatkan kemampuan mengoperasionalkan metode statistik dan meningkatkan kualititas penulisan karya ilmiah.

Pelatihan dibuka oleh Dr. Jauhar Fuad, M.Pd wakil rektor II IAIT Kediri pukul 10.00 WIB. Di sela-sela pembukaan, Beliau menyampaikan beberapa permasalahan yang menjadi kegelisahan akademik di IAIT Kediri. Permasalahan mendasar adalah terbatasnya dosen pembimbing karya tulis ilmiah dengan kemahiran penelitian kuantitatif. Padahal, faktanya lapangan menunjukkan semakin banyak mahasiswa IAIT Kediri membidangi karya tulis ilmiah dengan menggunakan metode peneltian kuantitatif. Dampaknya, mereka akhirnya harus mengubah keahlian dari metode kuantitatif ke metode kualitatif.

Pelatihan ini mengulas dua tema besar. Pertama tentang paradigma penelitian kuantitatif yang disampaikan oleh Jerhi Wahyudi F, M.Si (Dosen IAIN Kediri). Titik tekan adalah khazanah kebakuan metode Penelitian Kuantitatif dengan analisis uji hepotesis dan dampak penting terhadap perkembangan ilmu sosial. Kedua disampaikan oleh Mahfudhotin, M.Si (Dosen IAIN Kediri) tentang penyusunan instrumen-instrumen penting dalam penelitian kualitatif. Titik tekannya, penelitian ini tidak boleh salah sejak awal perencanaan, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun. Untuk itu peneliti harus tunduk pada instrumen yang ditetapkan.

Akhir pelatihan statistik ditutup oleh Zaenal Arifin, M.Pd Kepala P3M IAIT Kediri. Sebelum menutup acara, Beliau memberikan beberapa pesan kepada para peserta pelatihan. Pesan yang paling kuat adalah peserta pelatihan menindaklanjuti dengan membuat karya tulis ilmiah dengan menggunakan metode penelitian kuantitaf. Karya tulis ilmiah tersebut, akan diterbitkan jurnal-jurnal kampus IAIT Kediri sesuai dengan fokus keilmuan.

Kontributor

Ahmad Khoirul Mustamir.




BEM Fakultas Syariah Gelar Pelatihan Advokad Selama Tiga Hari

WhatsApp Image 2019 12 17 at 16.10.10

Kediri, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syariah IAIT Kediri menggelar Pelatihan Advokad, Minggu (23/112019) dengan mendatangkan tiga narasumber. Digelar selama tiga hari berturut-turut hingga Selasa (25/11/2019).

Pelatihan yang digelar di Aula Mahrus Aly IAIT Kediri ini diikuti oleh puluhan peserta. Baik mahasiswa dari dalam kampus maupun luar kampus. Di hari pertama, mendatangkan narasumber Dr. Munadiroh, SH. MH selaku Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Kediri.

Foto bersama narasumber pertama.

Adapun materi yang disampaikan adalah memberikan gambaran dunia hukum dan memberikan penjelasan beserta motivasi kepada peserta untuk menjadi praktisi hukum yang selalu mengedepankan nilai-nilai Islam dan memenuhi UU yang berlaku.

“Agar terciptanya praktisi hukum jujur dalam menegakkan kebenaran,” pesan narasumber.

Foto bersama narasumber kedua.

Pemateri kedua dalam kegiatan pelatihan advokat ini, yaitu Bapak Suryo Wardhana, SH, MH selaku advokat dan ketua LBH fadjar Kediri. Dalam materinya, ia menjelaskan kode etik advokat dan memberikan penjelasan seorang advokat dalam menangani perkara baik di dalam pengadilan maupun di ruang pengadilan.

Dengan begitu, diharapkan para mahasiswa dan para advokad untuk mematuhi kode etik yang berlaku. Ia pun berharap bahwa para mahasiwa jika kelak menjadi advokad, maka menjadi advokad yang baik.

Foto bersama pemateri ketiga.

Tiba di hari getiga, yaitu bersama pemateri Ibu Ander Sumiwi, SH selaku advokat senior. Dalam penjelasannya, ia mengenalkan sekaligus mengungkap pemahaman hukum acara perdata dan hukum acara pidana serta pengenalan praktek persidangan baik kasus perdata maupun pidana.[] FS




Gus Reza Memberi Tausiyah di UIN Surabaya

Gus reza

Surabaya, Dosen Tetap Fakultas Syariah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Reza Ahmad Zahid, Lc.,M.A. memberikan tausiyah dalam acara Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara yang digelar oleh Universitas Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya bertajuk Meneladani Akhlak Rasulullah Muhammad SAW dihadiri oleh ribuan Mahasiswa, Dosen, Rektorat, beserta jajarannya.

Dalam hal ini, Gus Reza menceritakan tentang masa hidup Rasulullah yang menjadi inspirasi seluruh umat Islam se jagad Raya.

Acara ini bertempat di Aula Utama Masjid Raya Ulul Albab Sunan Ampel Surabaya, Jum’at malam, 22 November 2019. Dok/FS