Ugkap Kasus Agraria, BEM FS Gelar Seminar Nasional UUPA

IMG 20181112 WA0143

Kediri- Minggu (11/11) di Aula Mahrus Aly BEM Fakultas Syari’ah (BEM FS) menggelar seminar nasional yang membuat mahasiswa melek akan agraria. Dengan bertemakan “Undang Undang Pokok Agraria (UUPA) ditengah pusaran hutang dan investasi”.

Bersama Bu Sheila sebagai moderator memandu seminar dengan gaya luwesnya, juga pak Abbas sebagai keynote speaker yang mampu menyuntikkan permasalahan pada awal prolog, kemudian pak Rudi sebagai pemateri pertama dan juga pak Putut sebagai pemateri kedua mereka mampu membuat mahasiswa melek akan reformasi agraria, sampai akhirnya membawa mahasiswa untuk studi kasus dengan masalah yang memang sedang panas di negara ini.

Tema ini berangkat dari anggapan bahwa ini adalah masalah yang paling urgen di negara indonesia yang kaya dan subur..

“Tema diangkat karena tema ini merupakan masalah yang paling urgen yg ada di negara kita yaitu masalah Agraria. Karena banyak kasus yg belum terbongkar, oleh karena itu kami dari teman-teman syariah ingin mengangkat ini kepermukaan mahasiswa agar mahasiswa ini melek terhadap agraria tersebut,” jelas Ahmad Zumroni selaku Pengangkat tema.

Selain bertujuan agar mahasiswa melek akan agraria, seminar ini bertujuan membangun kesadaran mahasiswa agar bisa mengadvokasi terhadap warga yg terkena dampak konflik agraria.

Sejauh ini UUPA memang diakui sedang dalam situasi rentan dan mengalami kemunduran yang sognifikan, dalam babak perjuangan nya karena ditengah situasi pusaran hutang, dan investasi menyebabkan bahwa setiap program atau kebijakan turunan dari Reformasi Agraria justru berpotensi menghilangkan hak sumber agraria dari rakyat tani.

Sikap mahasiswa terhadap UUPA dalam aspek pergerakan dan perjuangan “bahwa mahasiswa adalah peranan paling penting dalam Reformasi Agraria, juga sebagai kelompok yang mempunyai kemampuan tentang bagaimana regulasi, kebijakan, sistem, sampai mengoperasionalkan sebuah kebijakan menjadi sebuah tataran program-program tahtis.

Di sisi lain karna mahasiswa merupakan pemuda yang diharapkan mampu melakukan mobilitas yang begitu baik, yang tidak dilakukan oleh sektor lain. Disini lah bagaimana mahasiswa menjadi pelopor dalam setiap gerakan masyarakat utamanya dalam perjuangan untuk menuntaskan dan mewujudkan reformasi agraria” papar Pak Putut sebagai pemateri

Harapan bukan menjadi satu kegiatan pamungkas, jadikan seminar ini sebagai pintu pembuka awal kita untuk mempelajari lebih dalam mengenai persoalan-persoalan agraria. Dan saya fikir tidak hanya melakukan diskusi tapi kita juga bisa memulai satu gerakan yang mungkin tidak harus sampai tingkatan yang sangat progresif tapi bisa kita mulai dari hal-hal yang sederhana. Bagaimana kemudian hal yang simple yang dapat dijangkau oleh mahasiswa secara luas itu menjadi program-program awal dari perjuangan kawan-kawan. begitu harap pemateri.




Observasi Lapangan ke LBH Fadjar Kediri

WhatsApp Image 2019 12 17 at 16.10.48

Kediri, Kegiatan belajar mengajar perkuliahan tidak melulu di ruang kelas. Banyak ilmu yang bisa didapat justru dari lapangan langsung. Salah satunya yang dilakukan mahasiswa Prodi Ahwal Al-Syahsiyah IAIT Kediri ini.

Mereka melakukan observasi lapangan ke instansi lembaga bantuan hukum (LBH). Selain itu mereka juga belajar banyak hal tentang hukum. Diharapkan mahasiwa memperoleh informasi dari LBH yang memiliki banyak pengalaman.

Kunjungan observasi lapangan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 23 Oktober 2019 bertempat di kantor LBH fadjar kota Kediri.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencari informasi secara langsung peran LBH dalam menangani kasus-kasus masyarakat yang tidak mampu. Kasus yang ditangani LBH ini tentang tindak perkara, perdata maupun pidana.[] FS




Menguak Penyetaraan Usia Nikah, Prodi Ahwal As-Syahsiyah Gandeng Kemenag

WhatsApp Image 2019 12 17 at 16.11.17

Kediri, Menanggapi tentang peraturan baru mengenai penyetaraan usia laki-laki dan perempuan dalam pernikahan, Prodi Ahawal As-Syahsiyah menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri untuk memberi gambaran.

Foto bersama pemateri seminar.

Hal ini dikupas dalam forum Seminar Hukum Keluarga yang digelar pada hari Minggu (13/10/2019) yang bertempat di Aula Mahrus Aly Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri.

Foto bersama pemateri seminar.

Selain mendatangkan Ahmad Zuhri selaku Kepala Kemenag Kabupaten Kediri, Prodi Ahwal As-Syahsiyah juga mendatangkan pemateri lain. Sebagai pembanding ialah Khuzaemah Al Anshori, S.HI., MH. yang bergerak sebagai advokad senior yang kerap menangani kasus dalam perihal pernikahan.

Adapun yang disampaikan mengenai penyetaraan minimal usia pernikahan serta alasan kebijakan pemerintah dalam membuat peraturan terbaru tentang minimal usia pernikahan.

dari hasil seminar ini, diharapkan mahasiswa AS dapat memberikan pemahamannya kepada masyarakat yang memang masih minim pemahaman tentang UU perkawinan yang berlaku di Indonesia. [] FS




Kementrian Agama Kediri Undang Mahasiswa Tribakti Prodi Ahwalu Syahsiyah Menyoal Tingginya Angka Perceraian

IMG 20190930 WA0038

Kediri – Kemenag Kota Kediri mengundang mahasiswa Prodi Ahwal As-Syahsiyah IAIT Lirboyo Kediri untuk menghadiri acara sosialisasi (30/11/2019) menyoal tingginya angka perceraian dan tingginya angka pernikahan dini di Indonesia.

Tingginya angka perceraian menjadikan diskursus panjang, sehingga Presiden RI Joko Widodo turut memperhatikan soal masalah ini, dan memberikan intruksi kepada Kemenag untuk membahas permasalahan tersebut.

Disela-sela jalannya acara seminar, pemantik menyampaikan “satu-satunya presiden yeng memperhatikan,” katanya.

Tidak hanya menyoal tingginya angka perceraiaan di indonesia, namun pemateri juga menyampaikan beberapa bimbingan syarat dan prosedural menikah, karena ada beberapa administrasi yang harus dilengkapi. Dan menekankan untuk segera membenahi data diri yang berbeda-beda, seperti nama di izasah, akte dan KK, agar kiranya segera di benahi, guna untuk mempermudah proses pernikahan.

Menyoal tingginya angka penikahan dini jadi bahan pembahasan oleh beberapa Kemenag. Karena hal tersebut terjadi bukan karena sengaja di rencanakan, melainan kerena pergaulan bebas yang menjerumuskan pemuda dan pemudi indonesia, sehingga melakukan hubungan seks di luar nikah, atau kecelakaan (Bahasa kekinian).

Menurut Muhammad Rafli selaku Gubernur Fakultas Syari’ah selaku peserta dari IAI Tibakti mengatakan “mahasiswa Tribakti khususnya Prodi Akhwalus Syahsiyah sangat antusisas, karena ilmu yang di sampaikan dari beberapa pemantik memang satu jalur dengan apa yang kami geluti di kampus, dan ada sekitar 30 mahasiswa dari tribakti yang di bimbing oleh Bpk Amar Kukuh Wicaksono. S. Pd. I mrnghadiri acara tersebut”.

Kesan acara pun tidak terlalu kaku, karena jalannya acara di konsep sangat santai, bahkan ada beberapa tips dari pemateri yang di sampaikan kepada peserta untuk menciptakan rumah tangga yang sakinah, salah satunya adalah saling menjaga perasaan, menjaga kehormatan dan komitmen dalam menjalankan prinsip kekeluargaan, tandasnya.[]fs/min




Peningkatan Kapasitas Melalui Pelatihan Penyusunan Naskah Artikel Jurnal Terakreditasi

Segenap civitas akademik Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) kediri terus berupaya memajukan kemapuan dosen dalam bidang penulisan karya ilmiah. Pada 15 September 2019, Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) IAIT Kediri mengadakan “Pelatihan Penyusunan Naskah Jurnal Terakreditasi” di Gedung Aula Mahrus Aly. Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB sampai 16.30 WIB dengan melibatkan seluruh dosen dan karyawan tidak terkecuali dosesn-dosen yang baru diterima Tahun Ajaran 2019-2020.
Pelatihan ini dibuka langsung oleh KH. Kafabihi Mahrus selalu Rektor IAIT Tribakti Kediri. Sebelum membuka, beliau memberikan beberapa arahan untuk kemajuan IAIT Tribakti Kediri. Menurut Beliau, seluruh karyawan, seluruh dosen dan seluruh komponen civitas akademik IAIT Kediri mempunyai kewajiban untuk memajukan kampus diseluruh bidang akademik, terutama dalam bidang karya ilmiah. Untuk itu, semua harus berupaya dan berusaha mengembangkan kapasitas keilmuan terutama penulisan karya ilmiah.
Menurut Dr. Jauhar Fuad M.Pd selaku Wakil Rektor II, pelatihan ini didorong dua faktor besar. Pertama, dua dari depalan Jurnal yang ada di lingkungan IAI Tribakti Kediri sudah terakreditasi, dan kedua banyaknya dosen mendapatkan dana hibah penelitian dengan berbagai tema. “Kita sudah mempunyai modal yang cukup untuk mengembangkan keilmuan dengan keahlian menulis, karena jurnal Tribakti sudah terakreditasi dan banyak dosen mendapatkan dana hibah penelitian,” kata Fuad. Harapannya, pelatihan ini mampu memberi dorongan untuk dosen dan karyawan lebih banyak menulis karya ilmiah.
Acara pelatihan ini dibagi dua bahasan. Bahasan pertama tentang standar menusun naskah jurnah terakreditas yang dijampaikan oleh Zainal Arifin M.Pd.I, Ketua P3M IAIT Tribakti Kediri, dan bahasan kedua pengenalan dan pengoperaionalan aplikasi zotero oleh M. Arif Khoirudin S.Sos I, M.Pd.I, Wakil Dekan I Fakultas Dakwah IAIT Kediri. Dalam setiap pokok bahasan para narasumber menggunakan strategi konsultasi, dimana setiap peserta akan berinteraksi satu persatu mengenai permasalahan yang dihadapi.
Rencana Tindak Lanjut (RTL) pelatihan ini adalah P3M membuka layanan konsultasi kepada semua peserta dalam penyusunan naskah artikel terakreditas. Layanan konsultasi dibuka setiap hari keculi hari libur. Acara ini ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Dr. Jauhar Fuad M.Pd.I. Dalam sambutan penutupan, Beliau menyampaikan P3M akan banyak melaksanakan kegaiatan-kegiatan yang akan menunjang kemapuan karyawan dan dosen untuk mengembangkan karya tulis ilmiah.

Kontributor: Ahmad khoirul Mustamir