IAI Tribakti Lirboyo Kediri: Siapkan Kuliah Umum dan Kelas Internasional

IMG 20190806 WA0057

Selasa, 6 Agustus 2019 pimpinan IAI Tribakti Lirboyo Kediri yang diwakili oleh Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd.; Yasin Nur Falah, M.Pd.I dan Abbas Sofwan, S.H.I, LLM. Para pimpinan diagendakan bertemu dengan Dr. Sulaiman  Hasan Sulaiman dari Libya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Pertemuan dilangsungakn di gedung Rektor lantai 1. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kegiatan; (1). Dr. Sulaiman Hasan Sulaiman akan mengadakan kegiatan kuliah Umum yang akan dilaksnakan di Kampus IAI Tribakti Lirboyo Kediri pada hari Senin, 26 Agustus 2019. Kuliah umum akan diikuti oleh semua mahasiswa, dosen dan pimpinan. (2). Dr. Sulaiman Hasan Sulaiman akan mengadakan menjadi dosen tamu dengan menggunakan pengatar bahasa Arab, kuliah ini akan dilakukan dua minggu sekalih dengan waktu yang akan dijadwalkan. Matakuliah yang akan diampuh oleh Dr. Sulaiman adalah matakuliah Masail Fiqih.

Dalam proses perkuliahan Dr. Sulaiman akan didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah H. Abbas Sofwan. Ia dosen IAIT alumni S2 Pakistani.




BIMTEK IAPT Penguatan Mutu PTKIS

IMG 20190722 WA0038

Acara Bimtek IAPT Senin-Selasa 22-23 Juli 2019 bagian dari ikhtiar Forum Pimpinan Kopertais Wilayah IV dalam melakukan pendampingan peningkatan mutu dan kapasitas perguruan tinggi, dalam mempersiapkan borang akreditasi dengan 9 kriteria. Kegiatan tersebut bertempat di Aula KH. Mahrus Aly IAI-Tribakti Kediri.

Bimtek ini didampingi oleh Dr. Asaril Muhajirin, M.Ag. asesor BAN-PT dari IAIN Tulungagung, sedangkan untuk IT diisi oleh Moh Kholil TIM IT Kopertais IV. Perwakilan yang hadir Dr. Imam Mawardi, M.Ag wakor Kopertais Wilayah IV, Pengurus Forpim Dr. Kuswandi, Abdul Mukit M.Pd., Drs. Anwar Sadullah, M.Pd.I., Mahbub Junaidi, M.Pd.I., dan tuan rumah Rektor IAI-Tribakti KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dan Wakil Rektor II Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd.

Ikhtiar ini dilakukan secara bersama beberapa perguruan tinggi di Zona Mataraman yang meliputi Pacitan, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Trenggalek, Tulungagung, Malang, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo dan Kediri. Peserta juga dihadiri dari zona tapal kuda yakni dari Lumajang dan Jembrana Bali.

Dalam kegiatan tersebut para peserta sangat antusias, karena informasi yang disampaikan pendampingan relatif baru. Di samping itu, yang menyita perhatian adalah perguruan tinggi yang tidak terakreditasi institusi per 10 Agustus 2019 atau sampai tanggal tersebut belum mengajukan borang melalui Sapto akan dikenai sanksi.

Pada hari pertama kegiatan lebih banyak menguraikan tentang kebijakan dan regulasi terkait dengan borang akreditasi. Yang dilanjutkan tentang teknik penyusunan LED dan LKPT. Malam hari peserta mendapati tugas secara kelompok dalam menyusun keduanya. Mereka bertugas secara mandiri ada yang di ruang kuliah, aula dan kamar.

Pada hari kedua peserta terlibat secara aktif dalam mempresentasikan hasil tugas, sesekali dilakukan koreksi oleh pendamping. Peserta memperbaiki setiap evaluasi oleh asesor. Penyusunan borang dibahas secara bertahap berdasarkan pertanyaan yang ada pada instrumen borang. Kegiatan tersebut belum mendapatkan hasil yang maksimal, perlu ada tindak lanjut agar para peserta dapat menyelesaikan borang secara maksimal.

IAI Tribakti Kediri siap memfasilitasi kegiatan lanjutan dalam penyusunan borang, melalui FGD. Persolan yang dihadapi oleh tim borang dapat diselesaikan melalui FGD.




Hotman Paris Showan Pondok Pesantren Lirboyo

Hotman di Aula Mukhtamar Lirboyo Kediri

Senin, 15 Juli 2019 Pengacara yang viral namanya seantero indonesia serta luar negri yaitu Hotman Paris Hutapea pada hari ini showan ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Rangka acara showan Hotman diisi dengan kegiatan seminar.

Dalam showannya yang di dampingi beberapa panelis bertempat di gedung aula muktamar lirboyo bertajuk “Hotman Paris Showan Pesantren” mengupas tuntas tentang hoax, viral and busy. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Instansi Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri.

Kedatangannya disambut oleh para pengasuh pondok pesantren Lirboyo diantaranya KH. Kafabihi Mahrus. KH. Falahuddin an’im. KH. Reza Ahmad Zahid (Gus Reza) beserta beberapa keluarga besar pesantren lirboyo lainnya. Hadir pula Wali Kota Kediri H. Abu Bakar. Dandim Kediri serta Kapolresta Kediri juga segenap Mahasiswa IAIT Lirboyo Kediri, Tamu undangan dan beberapa Santri

Di tengah-tengah acara Gus Reza dengan sedikit bernada canda sempat menanyai Hotman Paris atas Sepatu serta pakaian, perhiasan yang dikenakannya, sambil sedikit bercanda pula dengan gaya khasnya yang nyentrik, Hotman Paris menjawab bahwa sepatunya berharga 18 jt, celana dan jasnya seharga 45 jt. Sedangkat cincin permata yang di kenakan dijarinya ada yang seharga 8 milyar dan 3 milyar.

Setelah Hotman Paris menyampaikan beberapa kata tentang showannya ke Lirboyo, di akhir acara Gus Reza sebagai Host memberikan tantangan kepada Hotman Paris untuk memakai sarung, kemudian dari Pondok Pesantren Lirboyo memberikan Sebuah Cindera mata dan kenang-kenangan berupa Sarung dan Sorban berwarna hijau yang dipakaikan oleh KH. Kafabihi Mahrus.

Hotman Paris mengatakan “santri pesantren lirboyo yang besar ini jumlahnya 30 ribuan ini saya yakin kedepannya akan semakin besar dan sukses bisa go internasional, jika mereka benar-benar belajar dengan tekun dan terus menempuh pendidikan yang lebih tinggi dengan didasari nyali keberanian dan tekat yang kuat pastinya mereka akan sukses”, ungkapnya.




Halal bi Halal dan Tingkatkan Kualitas PT Nahdlatul Ulama, LPTNU Jatim Gandeng BAN-PT

IMG 20190629 WA0017

 

GRESIK – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Jawa Timur, Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur menggandeng Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk mensosialisasikan akreditasi 9 kategori.

Kegiatan dalam rangka Halal bi Halal dan Rakorwil PTNU Jatim yang berlangsung di STAI Al Azhar Menganti Gresik menghadirkan Dewan Eksekutif BAN-PT dan diikuti oleh Pimpinan PTNU se-Jawa Timur, Sabtu (29/6/2019). Hadir dalam kesepatan itu Dr. A. Jauhar Fuad mewakili IAI Tribakti Kediri.

Ketua LPTNU Jatim Prof Achmad Jazidie mengatakan, ujung dari instrumen BAN-PT ini tidak lain untuk meningkatkan mutu kualitas layanan dan lulusan sarjana di Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama. Sehingga persoalan input, output dan outcome-nya juga jelas.

“Di instrumen akreditasi Prodi 4.0 ini tidak lagi menggunakan standar. Akan tetapi menggunakan kriteria dan kedudukan,” kata dia.

Jazidie mengatakan, semua Prodi di PTNU Jatim yang hendak mengajukan proses akreditasi harus menyesuaikan regulasi yang terbaru tersebut.
“Instrumen ini, saya kira terus disesuaikan dengan kebutuhan zaman,” kata Pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini.

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Eksekutif BAN-PT, Sugiono menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi terbaru terkait dengan Instrumen Akreditasi Prodi versi 4.0 dengan 9 kriteria.

“Instrumen baru ini memang harus disosialisasikan. Pasalnya dalam IAP 4.0 ini menggunakan 9 kriteria, bukan lagi standar mutu. Secara garis besar, Perguruan Tinggi harus memiliki standar yang sudah ditetapkan masing-masing institusi. Selain itu, harus disesuaikan dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI),” kata dia.

Sosialisasi ini, kata dia, dimaksudkan untuk meng-update beberapa hal terkait dengan instrumen yang diterbitkan oleh BAN-PT. Sehingga semua anggota PTNU di Jawa Timur yang hendak mengajukan proses akreditasi harus menyesuaikan dengan instrumen dan asesmen yang berlaku.

“Kriteria ini mulai berlaku 1 April 2019 ini, dan sudah disesuaikan dengan standar internasional. Yakni, dengan harapan lulusan di perguruan tinggi ini tidak hanya diterima di kalangan lokal saja tapi juga bisa diakui secara internasional,” kata dia.

Varian instrumen baru akreditasi perguruan tinggi ini disesuaikan dengan kebutuhan era saat ini. Sehingga dalam peraturan BAN-PT No 2 Tahun 2018 ini diharapkan setiap perguruan tinggi bisa melakukan pengukuran terhadap mahasiswanya. Mulai dari aspek, input, proses, output dan outcome-nya memiliki kriteria yang jelas dan terukur.

“Semua kriteria ini sebagai alat untuk mengukur keberhasilan bagi perguruan tinggi dalam proses akademiknya,” kata dia.

Sugiono mengatakan, saat ini BAN-PT mengeluarkan regulasi baru Akreditasi Prodi dan Akreditasi Perguruan Tinggi. Untuk akreditasi prodi dibutuhkan dokumen laporan evaluasi diri dan dokumen laporan kinerja akademik.

“Sementara untuk akreditasi perguruan tinggi dibutuhkan dua dokumen. Yaitu dokumen laporan evaluasi diri perguruan tinggi dan juga dokumen laporan kinerja perguruan tinggi,” kata dia.




Halal Bi Halal: Pelantikan dan Raker Pengurus FORPIM PTKIS Di Kopertais IV

SURABAYA-GONTOR- Kamis, 20 Juni 2019 mencatatkan sejarah penting bagi PTKIS Kopertais IV Surabaya. Sebab, selain kegiatan halal bihalal rutin tahunan, juga diselenggarakan pelantikan Forum Pimpinan PTKIS Kopertais IV Surabaya di gedung Amphiteater Room, UIN Sunan Ampel Surabaya.

Pembentukan FORPIM bertujuan untuk membantu Kopertais Wilayah IV Surabaya dalam meningkatkan pelayanan dan mutu.
Pelantikan di awali pembacaan SK oleh Sekretaris Kopertais, Dr. Yunus Abu Bakar, dan dilanjutkan pembacaan ikrar yang dipimpin oleh Koordinator Kopertais Wilayah IV, Prof. Masdar Hilmi, Ph. D, M.A. “InsyaAllah pengurus amanah, dan semoga bisa maksimal melaksanakan tugas.” Ungkap Koordinator Kopertais Wilayah IV.”

Sementara Ketua Umum FORPIM menjelaskan bahwa semangat dibentuknya FOPRIM untuk mempermudah semua urusan PTKIS Kopertais Wilayah IV, terkait administrasi, akademik, kemahasiswaan yang selama ini belum maksimal.

“InsyaAllah, melalui FORPIM ini kita akan membantu kopertais menyelesaikan persoalan dan keluhan yang selama ini dirasakan kita semua.” Ungkap Prof. Amal Fathullah Zarkasyi.

Setelah pelantikan, Pengurus FORPIM berlanjut menuju Universitas Islam Darus Salam Gontor untuk melaksanan musyawarah kerja. “Musyawarah kerja dilaksanakan dua hari, 20-21 Juni dengan agenda; menyusun ad/art; dan program kerja. Semoga bisa amanah dan maksimal.” Tutur Sekretaris Umum, Drs. Hambali, M.P.d.

Pada saat saat berita ini ditulis, pengurus Forpim sedang serius melaksanakan musyawarah kerja di Gedung Rektorat UNIDA Gontor Ponorogo.