Workshop Penyusunan AIPT Komisi Mutu PTKIS Kopertais IV Surabaya

AIPT

Komisi Mutu
Kopertais Wilayah IV Surabaya menyelenggarakan Kegiatan Workshop AIPT pada
tanggal 30 -31 Januari 2019 di GreenSA-Inn Surabaya. Peserta yang hadir
sejumlah 179 perwakilan dari 104 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta
(PTKIS) Jawa Timur, NTB, NTT dan Bali. Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri
mengirimkan 2 peserta yaitu M. Arif Khoiruddin, M.Pd.I dan Edi Nurhidin, M.Pd.I.

Workshop ini diselenggarakan dengan maksud mengenalkan borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) format baru penyempurnaan dari 7 standar menjadi 9 Kriteria yang menyasar 24 Standar di dalam SN-Dikti. Harapannya PTKIS yang ada di Wilayah Kopertais IV Surabaya mampu menyusun dan mengisi borang AIPT dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kondisi objektif PTKIS. Ujar Prof. Tabrani selaku ketua Komisi Mutu Kopertais Wilayah IV dalam sambutannya.

Prof. Masdar Hilmy, Ph.D., koordinator Kopertais IV dalam sambutannya menjelaskan persoalan akreditasi bukan hanya mengisi borang saja, tetapi harus ada perubahan mindset bagi pengelola PTKI dalam meningkatkan kualitas layanan akademik. Tidak hanya isi borang saja yang bagus tetapi pelaksanaan dilapangan juga harus bagus yang melibatkan seluruh komponen dari pucuk pimpinan sampai bawah. Inti dari akreditasi adalah kualitas layanan akademik, yang ideal adalah berbagai kegiatan yang diselenggarakan perguruan tinggi harus dicatat, terdokumentasi dan teradministrasi secara baik.

Persoalannya, banyak PTKIS melakukan kegiatan namun tidak pernah ditulis dengan baik sehingga ketika ditanya oleh Asesor bukti fisiknya, kalangkabut menjawabnya. Apapun kegiatan harus dicatat melalui proses yang akuntable, bertanggung jawab dan semua harus ada bukti fisiknya mulai kebijakan, penyusunan, implementasi, monitoring dan evaluasi tentunya juga harus ada fakta dilapangan.

Acara workshop menghadirkan narasumber diantaranya Prof. Dr. Tabroni asesor BAN-PT UMM dengan materi Sinergitas APS 9 Kriteria dan AIPT serta strategi dan solusi pengisian AIPT. Narasumber kedua Dr. Amir Maliki dari UINSA dengan materi pengisian Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) dalam AIPT. Narasumber ketiga Prof. Dr. Syamsul Hadi UIN Malang dengan materi Pengisian Laporan Evaluasi Diri (LED).




Fokus Group Discussion Bersama bersama Prof. Dr. Ing Hendro Wicaksono (Jacobs University Bremen Jerman)

FGD Unusa

Rabu, 09 Januari 2019 Kegiatan diskusi dimulai tepat jam 13.30 di UN Surabaya. Kegiatan ini menjadi kegiatan pembuka di UN Surabaya sebagai kegiatan Visiting Profesor yang diagendakan tinggal di Indonesia selama 3 Minggu. Prof. Hendro adalah Diaspora di Jerman, ia berkedudukan sebagai Muhtasyar PCI NU Jerman.

Diskusi tersebut dihadiri jajaran pengurus harian LPTNU Wilayah Jawa Timur dan Pengurus Harian ISNU Surabaya. Prof. Hendro, mengawali pembiacaraan dengan memperkenalkan diri. Ia banyak bercerita tetang perkembangan NU di Jerman yang mendapatkan perhatian dari KBRI dan pemerintah setempat.

Jerman sejatinya sedang mencari bentuk Islam yang ramah, NU hadir dijerman dengan menawarkan Islam Nusantara. Ia bercerita bahwa di beberapa Universita dibuka program studi Islamic Studies atau Teologi Islam, Islam dilihat dari kacamata orang Islam bukan orientasli. Langgah ini dilakukan pemerintah Jerman untuk mepersiapkan Imam dan Khotif dari orang Jerman Asli, karena selama ini Imam dan Khotib didatangkan dari Timur Tengah. Terkadang mereka tidak memahami budaya dan gaya hidup anak muda di Jerman.

Ia menjelsakan Islam di Jerman sedang berkembang pesat. Ada banyak kalangan pemuda yang masuk Islam bermula dari maslah pribadi yang mereka hadapi. Tetapi terkadang yang disangkan mereka belajar Islam bukan dari orang yang tepat, sehingga ada dari mereka yang kemudian bergabung dengan ISIS. Disinilah peran NU di Jerman cukup besar untuk menyebarkan Islam Nusantara.

Dr. Nur Kholis menyatakan sejatinya tradisi NU bukan sekedar pada tataran ritual keagamaan, tetapi di NU ada tradisi keilmuan dan tradisi Educatif yang sering tidak dipahami oleh generasi muda. Para kyai sepuh dulu dalam belajar melalng buana dari satu tempat ketempat lain. Sama halnya Prof, Hendro belajar ke jerman itu bagian tradisi NU yang sudah diwariskan para kyai sepuh.

Lebih lanjut ia mengatakan NU identik dengan tradisional lemah keilmunnya. Sebetulnya tidak NU sejak dulu maju. Ia mencontohkan Majah NU tahun 40 s/d 50-an banyak kyai NU yang menulis artikel tentang berbagai persoalan yang ada di luar negeri misal isu palestina dan persoalan lainnya. Artinya dalam tradisi menulis kyai-kyai NU tidak mau kalah dengan orang Barat.

FGD suasana yang gayeng ala NU kegiatan tadi Alhamdulillah cukup produktif dan menyenangkan. Ada kata kunci sinergisitas yaitu “NU Connection”, dengan hal itu ada kolaborasi antar PTNU dan entitas SDM NU, baik yang di dalam negeri maupun yangg diaspora. dengan NU conection akan menjadi Indonesia conection.

Learn more

Ketua ISNU surabaya menjelaskan bahwa NU memiliki potensi luar biasa Karena SDM NU sekarang memiliki orang menguasa bidang-bidang tertentu. NU tidak identik dengan ahli agama semata tetapi dari kalangan NU ada Ahli nano, ahli kimia, ahli botani, ahli informatika dan banyak keahlian yang lain. Kita perlu memilah dan memetakan semua potensi yang ada di NU untuk membangun sinergi dimasa yang akan dating. Prof. Hendro menegaskan perlu ada Riset Center yang dapat menaungi semua potensi yang dipiliki oleh NU. Dengan adanya lembaga ini lembaga riset NU dapat menjali jeraing tingkat nasional dan Internasional. (A. Jauhar Fuad Tribakti Kediri)




Seminar Dan Ekspo Penelitian dan Pengabdian Dosen

00. EKSPO

Tanggal 24 Desember 2018 P3M IAI Tribakti mengadakan kegiatan Seminar dan Ekspo Hasil Penelitian dan Pembadian pada Masyarakat dana Hibah dari Kemeterian Agama RI Tahun Anggaran 2018. Acara tersebuit diadakan di Aula KH. Mahrus Aly, dalam kesempatan itu hadir dari Kemeterian Agama RI Dr. Mahrus Wahid, M.Ag Kasi Penelitian. Hadir juga beberapa perwakilan dari perguruan tinggi diekitar Kediri, STAI Hasanudin Pare Kediri, STAI Badrus Sholeh Purwoasri Kediri, STIS Faqih Asari Kepung Kediri, Universita Wahidiyah, Universitas Islam Kediri dan IAIN Kediri. Hadir juga dosen tetap IAI Tribakti Kediri dan para dosen penerima Hibah penelitian.

Kegiatan Seminar dan Ekspo diisis dengan pemaparan hasil penelitian dan pengabdian dosen. Pada kesempatan itu prestasi diawali oleh Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. klaster Bantuan Penelitian Sosial Kritis Pada PTKI (BPSK); Mentari Marwa, S.Kep, M.A, Klaster  Bantuan Penelitian Peningkatan Kapasitas/Pembinaan PTKI (BPPKP); Ana Fadhilah, Lc. M.A, Klaster Bantuan Penelitian Peningkatan Kapasitas/Pembinaan PTKI (BPPKP); Wahyu Utami, S.Psi., M.Si Klaster Bantuan Short Course Metodologi Penelitian Islam Dan Sains (BSC-MPIS); Edi Nurhidin, M.Pd.I, Klaster Bantuan Short Course Metodologi Penelitian Agama Dan Budaya (Bsc-MPAB); dan satu berhalangan hadir Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi masuk klaster Klaster Bantuan Penelitian Peningkatan Kapasitas/Pembinaan PTKI (BPPKP); dan Dr. Badrus penerima hibah pengabdian. Rangkaian kegiatan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pelaporan hasil penelitian dan pengabdian, sehingga kegiatan itu ada monetori dan evaluasi yang dilakukan pihak internal mapun ekstrenal.

Learn more

Hasil kegiatan Semenar dan Ekspo menjadi bahan pertimbangan pada penerima hibah untuk melakukan perbiak dan penyempurnaan laporan. Dengan demikian hasil dari hibah dapat dipublikasikan dalam cakupan yang lebih luas baik dalam jurnal ilmiah berreputasi atau penetapan HKI.




Audiensi Mahasiwa Bersama Fakultas Syariah Tuntut Perbaikan Sistem

IMG 20181219 WA0015

Kediri, Bentuk tindak lanjut dari pihak badan eksekutif mahasiswa fakultas syariah (BEM FS) kepada pihak fakultas, untuk melakukan agenda Starting plening bersama pihak Fakultas dalam wadah sarasehan, selasa 18/18.

Acara berjalan dengan lancar dan hikmat. Dimulai pada pukul 12.00 WIB, bertempat di gedung Aula syariah. dengan dibuka oleh Gubernur Bem saudara Novan Alfaizar Ananto dan dihadiri oleh seluruh dekan fakultas Syariah dan Kaprodi.

Acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengevaluasi program kerja bem dalam satu semester, dan diharapkan agar kiranya semester mendatang akan dapat memperbaiki dan melengkapi hal-hal yang masih kurang dan beberapa hal yang perlu diperbaiki.

Learn more

Menurut Abduh sebagai wakil Gubernur Bem, menyatakan bahwa agenda semester mendatang, Bem fs memiliki enam agenda besar, seperti Seminar, Diskusi, Khataman, pengadilan semu/ survei ke kantor pengadilan agama, bank mini dan Falakiah yang sudah menjadi agenda rutinitas di akhir semester.

“Diharapakan agenda yang sudah menjadi rutinitas tahunan yakni falakiah, untuk tahun ini berada pada tempat yang berbeda, karena meninjau dua tahun kebelakang, falakiah selalu berada di lamongan, dan diharapkan falakiah tahun ini berada di Kota Gersik”, tutur Bpk Ahmad Badi sebagai Dekan syariah.

“Dari Bem diharapkan mau mengajukan Propoal Ke Departemen Agama, guna untuk meminta bantuan agar kiranya diberikan beberapa peralatan falakiah seperti Telecope”, tutur Abduh sebagai wakil gubernur.[] fs/min.




Pengurus Wilayah LPTNU Jatim Undang Team IT PTNU KOPDAR bersama di UNUSA

Senin, 18 Desember 2018 Pengurus Wilayah LPTNU Jatim mengundang Team IT Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Jatim untuk diskusi bersama membahas penataan sistem informasi. Acara ini merupakan tindak lanjut program kerja bidang pengelolaan data dan sistem informasi hasil rapat kerja wilayah di IAI-Tribakti Lirboyo Kediri.

Acara KOPDAR bersama team IT LPTNU ini awalnya ditempatkan di Café Fastron Gedung Tower UNUSA surabaya, berhubung antusias peserta yang hadir cukup banyak, kemudian tempat pertemuan dipindahkan di ruang Lab CBT 1 dan 2 lantai 7. Ada 29 PTNU Jawa Timur yang hadir masing-masing mendelegasikan 2-3 peserta dari tenaga IT termasuk M. Arif Khoiruddin mewakili peserta dari IAI-Tribakti  Lirboyo Kediri .

Learn more

Agenda KOPDAR perdana ini mendiskusikan tentang 1). Penentuan berkomunikasi dan berdiskusi baik online maupun offline; 2). Penentuan kegiatan yang prioritas dikerjakan untuk 1-12 bulan kedepan; 3) Integrasi email Perguruan Tinggi dengan google; 4) Penggunaan SIM Universitas diinternal PTNU.

Peserta juga bisa langsung praktek di LAB CBT UNUSA didampingi TIM IT LPTNU untuk mengintegrasi email Perguruan Tinggi dengan google, memfasilitasi plagiarisme checker dengan software turnitin bagi PTNU Jatim yang belum memiliki akun, diskusi tentang persoalan teknis yang dihadapi Team IT serta mencatat beberapa masukan dan harapan dari peserta untuk ditindak lanjuti setelah kegiatan ini. arif@iai-tribakti.ac.id