UIN Malang dan Universitas Islam Tribakti Lirboyo Resmi Jalin Kerja Sama

Whatsapp image 2025 12 04 at 08.30.20

MALANG — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang dan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin, 1 Desember 2025, di Ruang Rektorat UIN Malang. Penandatanganan ini menandai komitmen kedua institusi untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Whatsapp image 2025 12 04 at 08.30.20 (1)

Penandatanganan MoU dihadiri langsung oleh Rektor UIT Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA., didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Yasin Nurfalah, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. M. Arif Khoiruddin, M.Pd., serta Ketua I Ikatan Alumni Tribakti Prof. Dr. Samsul Ma’arif, M.Pd., dan staf Lembaga Pengembangan Bahasa, Urusan Internasional, dan Kerja Sama, Dwita Nurulita, M.Pd. Dari pihak UIN Malang, hadir Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., bersama Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., serta Ketua LPPM Dr. Isroqunnajah, M.Ag.

Whatsapp image 2025 12 04 at 08.30.21 (2)

Usai penandatanganan, kedua perguruan tinggi menggelar pembahasan lanjutan untuk merumuskan implementasi MoU dalam bentuk program konkret. Beberapa agenda yang disepakati meliputi pertukaran dosen dan mahasiswa melalui program short course, visiting lecture, joint class, serta penyelenggaraan kuliah umum dan seminar nasional maupun internasional guna membuka ruang interaksi intelektual yang lebih luas. Di bidang pengabdian kepada masyarakat, kedua kampus sepakat memperkuat program pemberdayaan dan pelayanan publik berbasis kebutuhan masyarakat, dengan harapan dapat memberikan kontribusi yang lebih merata dan berdampak.

Whatsapp image 2025 12 04 at 08.30.21

Whatsapp image 2025 12 04 at 08.30.21 (1)

Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan inovasi kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kegiatan akademik lainnya yang relevan dengan visi kedua institusi. Melalui MoU ini, UIN Malang dan UIT Lirboyo berharap dapat membangun kolaborasi berkelanjutan dan produktif.




Kunjungan Dubes Palestina Teguhkan Dukungan Akademisi Kediri untuk Kemerdekaan Palestina

Whatsapp image 2025 12 06 at 09.55.28

KEDIRI — Dukungan akademisi Kediri terhadap kemerdekaan Palestina kembali ditegaskan melalui seminar nasional bertema “Dukungan Abadi Indonesia untuk Palestina: Mengukuhkan Peran Historis, Diplomatik, dan Kemanusiaan”yang digelar di Auditorium Perpustakaan UIN Syekh Wasil Kediri, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan di Kediri. Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri turut berpartisipasi dengan menugaskan Ketua Lembaga Pengembangan Bahasa dan Hubungan Internasional sebagai delegasi resmi.

Whatsapp image 2025 12 06 at 09.55.27 (1)

Seminar tersebut merupakan tindak lanjut dari pidato Presiden RI Prabowo Subianto pada Sidang Majelis Umum PBB di New York, 23 September 2025, yang menyerukan negara-negara anggota untuk mengakui kemerdekaan Palestina serta menghentikan kekerasan dan penindasan terhadap warga Palestina.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Dr. Zuhair Saleh Muhammad Alshun, hadir sebagai pembicara utama. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia, khususnya peserta seminar, atas dukungan moral dan solidaritas yang terus diberikan. Ia menyebut dukungan tersebut menjadi energi penting bagi perjuangan rakyat Palestina menuju kemerdekaan.

Suasana seminar berlangsung emosional ketika peserta mengibarkan bendera Palestina. Dr. Zuhair menyatakan optimisme bahwa ketika Palestina merdeka, masyarakat Indonesia akan dapat berkunjung secara bebas ke Masjid Al-Aqsa.

Dalam pemaparannya, ia menekankan tiga poin utama. Pertama, perjuangan rakyat Palestina bukan sekadar kepentingan politik atau kawasan, tetapi berakar pada nilai kemanusiaan, ideologi, dan hak asasi manusia. Kedua, ia mengajak masyarakat Indonesia terus bersuara melalui berbagai bentuk ekspresi, mulai dari edukasi keluarga, seminar, kegiatan publik, hingga ruang digital sebagai dukungan nyata terhadap hak kemerdekaan Palestina. Ketiga, ia menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Palestina memiliki dasar historis yang kuat, mengingat Palestina merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945. Ia juga mengingatkan agar solidaritas ini dijaga dari oknum yang memanfaatkan isu Palestina untuk kepentingan pribadi.

Narasumber kedua, Farid F. Saenong, Ph.D., Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI, menyoroti kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Ia menyebut nilai budaya dan praktik kesetaraan gender di Indonesia menjadi modal sosial dan diplomatik yang diakui dunia dalam memperkuat jalur kemanusiaan dan solidaritas global.

Menutup sesi, Dr. Zuhair menyerukan kepada akademisi dan institusi pendidikan agar terus melawan segala bentuk sikap penjajahan dan mengajarkan kebenaran. Karena hal inilah yang juga menjadi modal utama para pejuang Palestina dalam mempertahannkan hak-hak mereka. Ia mengingatkan bahwa beberapa materi ajar global menghilangkan identitas Palestina dalam peta, atlas, dan literatur internasional. Menurutnya, penyampaian kebenaran sejarah merupakan bagian dari perlawanan terhadap penjajahan dan bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Whatsapp image 2025 12 06 at 09.55.27




UIT Lirboyo Kediri Berpartisipasi dalam Forum Konsultasi Publik DP3AP2KB Kota Kediri

Whatsapp image 2025 12 04 at 08.52.43

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri berpartisipasi dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri pada Kamis, 28 November 2025. Kehadiran UIT diwakili oleh dosen Fakultas Psikologi sekaligus Ketua Lembaga Psikologi Terapan Kediri, Uswatuan Hasanah.

Forum yang digelar di kantor DP3AP2KB Kota Kediri ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik serta Surat Edaran KemenPAN-RB Nomor 02 Tahun 2024 mengenai pelaksanaan forum konsultasi publik dan penerapan standar pelayanan di instansi pemerintah. FKP menjadi ruang dialog antara penyelenggara layanan publik dan masyarakat guna memastikan kualitas layanan sesuai kebutuhan pengguna.

Whatsapp image 2025 12 04 at 08.52.44

Dalam sesi diskusi, Uswatuan Hasanah menyampaikan masukan terkait pentingnya pendekatan psikologis dalam peningkatan kualitas layanan, terutama pada layanan yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan penguatan keluarga. Ia menekankan bahwa pelayanan publik harus mempertimbangkan aspek empati, komunikasi efektif, serta ramah terhadap kelompok rentan.

DP3AP2KB Kota Kediri mengapresiasi kontribusi akademisi dan praktisi dari UIT Lirboyo Kediri dalam forum ini. Kolaborasi tersebut dinilai strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pengembangan kebijakan publik yang inklusif, responsif dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan forum ini, pemerintah Kota Kediri berharap penyusunan standar pelayanan publik dapat semakin adaptif, transparan, dan mampu menjawab tantangan sosial di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan isu perempuan, anak, serta ketahanan keluarga.




Monev Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Whatsapp image 2025 11 30 at 15.06.51

KEDIRI — Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri pada Kamis, 12 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program KIP Kuliah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu.

Kegiatan berlangsung dengan dihadiri Wakil Rektor I Dr. H. A. Jauhar Fuad, Wakil Rektor II Dr. Moh. Arif Khoiruddin, Wakil Rektor III Yasin Nur Falah, M.Pd.I., serta para dekan fakultas.

Dalam sambutannya, Dr. H. A. Jauhar Fuad menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan melalui program KIP Kuliah. Ia menegaskan bahwa program tersebut bermanfaat dan membantu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dalam meningkatkan akses dan kesempatan belajar bagi mahasiswa. “Kita harus mengakui bahwa program ini telah membantu banyak mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, kita harus terus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Perwakilan Direktorat PTKI, Agus Suroso, M.Kesos., menyampaikan arahan bahwa mahasiswa hari ini harus menguasai 3 aspek. Pertama, kedalaman ilmu—mahasiswa tidak cukup hanya paham teori, tetapi harus mampu membaca perkembangan zaman, berpikir kritis, dan memahami persoalan secara mendalam. Kedua, penguasaan bahasa asing melalui standar TOEFL maupun TOAFL sebagai bekal untuk membuka akses pengetahuan dan peluang global. Ketiga, penguasaan teknologi, karena era digital menuntut mahasiswa adaptif, melek digital, dan mampu memanfaatkan teknologi dalam belajar maupun berkarya. Menurutnya, ketiga aspek itu menjadi indikator penting untuk membentuk lulusan yang unggul dan kompetitif. “Jangan berhenti di jenjang S1. Kemenag menyediakan banyak peluang beasiswa lanjutan yang bisa kalian kejar. Jadikan diri kalian lebih unggul daripada mahasiswa biasa, karena kalian adalah penerima amanah besar dari negara,” tegasnya.

Sebagai bagian dari evaluasi, tim monev menekankan pentingnya seluruh pihak yang terlibat dalam program KIP Kuliah untuk terus berkoordinasi dan berinovasi dalam mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul. Tim monev juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kerjasama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Perguruan tinggi diminta aktif mengidentifikasi mahasiswa yang membutuhkan bantuan serta memastikan KIP Kuliah dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, UIT Lirboyo berharap pelaksanaan program KIP Kuliah ke depan dapat berjalan lebih optimal dan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan sekaligus perluasan akses bagi masyarakat kurang mampu untuk melanjutkan studi di jenjang perguruan tinggi.




Mahasiswa UIT Lirboyo Kediri Raih Medali Perunggu Kejuaraan Muaythai Tuban Cup

Muhammad andrianto muathay

Muhammad andrianto muaythai 2Tuban Cup_ Mahasiswa UIT Lirboyo Kediri, berhasil meraih prestasi bidang olah raga kembali setelah wushu sanda, boxing, dan footsal, sekarang mahasiswa bernama Muhammad Andrianto Prodi Pendidikan Agama Islam Semester I, berhasil meraih medali perunggu dalam kejuaraan Muaythai Tuban CUP yang berlangsung 3 hari pada tanggal 28-30 November 2025.

Menurut Andrianto, pihaknya cukup puas dengan hasil yang diraih, persaingan dikelas under 20+50kg itu terbilang ketat, sebab ini perlombaan pertama diluar baginya.

Hasil capaian ini memacu saya untuk berlatih lebih keras lagi agar kedepan bisa meraih prestasi yang bagus. Hasil ini dipersembahkan untuk orang tua yang sudah mendoakan saya selalu, kampus UIT Lirboyo Kediri yang telah memfasilitasi saya dalam berlatih dibawah naungan unit PPBKM”.

Menurut Andri yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan tersebut, dia dan 3 teman-temannya berbagai prodi yang bergelut dalam bidang olahraga Muaythai sedang giat berlatih untuk kompetisi-kompetisi selanjutnya.

Pihak Kampus UIT Lirboyo Kediri menyatakan rasa bangganya atas pencapain tersebut. Kemudian dari pihak pimpinan Tarbiyah, berharap mahasiswanya tersebut tetap semangat dalam berlatih ke depan masih banyak event yang akan diikuti.

Kami mengapresiasi hasil yang diraih Andrianto. Kami berharap, Andri bisa lebih focus lagi dalam berlatih,”ujarnya.

Dengan capaian-capaian prestasi bidang olahraga, UIT Lirboyo Kediri mampu bersaing dengan kampus-kampus lain dan mengepakkan saya dalam bidang prestasi lain. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan terus-menerus, semangat juang para atlet mahasiswa UIT Lirboyo Kediri, serta kerja keras para pelatihnya diluar dan dukungan berbagai pihak mampu membawa atlet Muaythai UIT Lirboyo Kediri ke level yang lebih tinggi.

Prestasi ini diharapkan menjadi modal penting dalam menatap event-event besar berikutnya.