Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru 2018-2019

Bersama Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk

Pimpinan IAI Tribakti beserta pengurus Alumni Tribakti melakukan kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk. Agenda ini dikemas sederhana dalam rangka silaturahmi dan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018-2019 dan pendataan alumni yang ada di kabupaten Nganjuk.

Pada kesempatan itu dari IAI Tribakti diwakili Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. sebagai wakil Rektor II dan Wasioto, M.Pd.I sebagai Wakil Dekan III, dari pengurus Alumni diwakili Oleh Drs. Imam Taulabi, M.Pd.I sebagai Wakil Ketua dan Drs. Ali Miftah, M.Pd.I. dari Kemetrian Agama Kabupaten Nganjuk bertemu langsung dengan Kepala Drs. H. Barozi, M.Pd.I dan Afif Fuddin, M.Pd.I

Pembicaraan diawali dengan menyapaikan keadaan kampus, baik perkembangan fisik maupun perkembangan akademik. Dari fisik kita menyapaikan perkembangan kampus tribakti dalam jangka waktu 5 tahun berjalan terus melakukan pembangunan gedung baru yang letaknya disebelah barat Gedung Pascasarjana. Di samping itu, disampaikan juga perkembangan mahasiswa baru yang dalam tiap tahun mengalami peningkatan. Pada aspek akademik disampaikan akreditasi program studi, dari 8 program studi yang ada 5 Program Studi terakrditasi B, 1 Program Studi terakrditasi A, dan 2 Program Studi yang masih dalam tahap pengajuan Akreditasi karena program studi baru.

IAI Tribakti membutuhkan mitra dalam pengembangan kampus baik secara fisik maupun akademik, kementerian agama menjadi salah satunya. Terlebih ketika kepala kementrian Agama juga sebagai alumni IAI Tribakti Kediri. IAI Tribakti membutuhkan masukan tentang kadaan dan kebutuhan dunia kerja yang berada di lingkungan Kemenag.

Saran yang disampaikan Kepala bahwa yang dibutuhkan oleh Madrasah sebetulnya guru dibidang Bimbingan Konseling dan Bahasa Indonesia. Setidaknya di Kabupaten Nganjuk dua lulusan ini masih dibutuhkan. Misalnya MAN Prambon memiliki 1 guru BK mestinya/idealnya ada 3 guru BK demikian juga dengan MTsN yang ada di Prambon masih kekurang guru BK. Lebih lanjut ia menyampaikan Kementrian Agama kabupaten Nganjuk tahun ini tidak ada rekrutmen ASN untuk guru, kemungkinan di buka dari penyuluh Agama.

Masukan dari Kepala Kemenag Kab. Nganjuk sangat penting, menjadi bahan pertimbangan IAI Tribakti dalam pengembangan program studi baru. Setidaknya untuk tahun ini IAI Tribakti dapat mengajukan dua Program Studi Baru Yaitu PAUDI dan BKI.

 




Tingkatkan Mutu Mahasiswa, BEM Gelar Praktek Intensif Falakiyah di Lamongan

IMG 20180422 WA0061

Sebuah agenda yang bersifat Wisata Religi berupa praktek Intesif Falakiyah Ru’yatul Hilal dan Kunjungan Ilmiah (KUIL). Sebagai upaya peningkatan mutu Intelektual Mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Syari’ah.

Falakiyah telah merentas ruang dan waktu sampai Nusantara seiring dengan penyebaran Islam. sasaran dari kunjungan Ilmiah dan praktek Intensif falakiyah Ru’yatul Hilal ini, yaitu mahasiswa fakultas sya’riah jurusan Akhwalul Syaksiah.

Kunjungan pertama selasa, 17 April 2018 pukul 08.00 yaitu Wisata Religi ziaroh kepada Masyaikh Lirboyo. Setelah itu langsung ke daerah Ngampel Kediri ziaroh kepada Rektor IAIT Kediri yang ke 2 (K.H. Imam Yahya Mahrus). Dilanjutkan ziaroh kepada sunan Dradjat Lamongan, diakhiri dengan photo bersama.

Kunjungan kedua, dilanjutkan menuju Wisata Bahari Lamongan (WBL). Sebelum memulai praktek Intensif Falakiyah Ru’yatul Hilal para peserta disuguhkan berbagai wahana yang sangat menakjubkan. Ketika waktu mulai memasuki pukul 17.28 matahari mulai terbenam oleh langit senja. Saat itulah yang dinanti-nanti untuk melakukan praktek Intensif Ru’yatul Hilal.

Pada kesempatan itu, ketika melaksanakan praktek intensif Ru’yatul Hilal Fakultas Syari’ah IAIT Kediri bergabung dengan Pondok Pesantren MMH Darul Huda Mayak Ponorogo. Pada saat itu, keadaan sekitar Pantai Tanjung Kodok yang biasa digunakan untuk melakukan praktek Intensif Falakiyah Ru’yatul Hilal sangatlah ramai.

Mahasiswa melihat hilal di Wisata Bahari Lamongan.

Alhamdulillah Ru’yatul Hilal pada tanggal 1 Sya’ban 1439 tepatnya pada tanggal 17 April 2018 Hilal sempat terlihat disekitar langit yang biru. Namun, tidak lama kemudian awan mendung mulai menutupi jarak pandang untuk melihat hilal. Sehingga praktek intensif Falakiyah Ru’yatul Hilal disudahi sebab hari sudah menjelang malam.

Selanjutnya, semua peserta bergegas pulang. Ziaroh menuju Tambak Beras Jombang ke makam pendiri NU. Sebagai Pamungkas dari kunjungan Ilmiah dan Praktek Intensif Falakiyah Ru’yatul Hilal para peserta Ziaroh ke makam Guru Bangsa KH. Abdurrahman Wahid. Para peserta sampai dikampus pada pukul 03.00 WIB.




Ujian Komprehensif: Mengontrol Mutu Lulusan

Kompre

Kamis, 5 April 2018 jam 08.00 suasana kampus lebih ramai jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Pada hari itu ada 151 mahasiswa semester VIII yang siap mengikuti ujian komprehensi, dengan  36 majlis ujian dan 36 dosen penguji. Diawal pelaksanaan ada beberapa kekurangan yang kedepan perlu diperbaiki. Mislanya ada beberapa dosen yang menunggu mahasiswa yang akan diuji, karena sebagaian besar mahasiswa sedang mengikuti ujian dimajelis lain atau mahasiswa kesulitan mencari ruang majlis ujiannya.

Ujian komprehensif adalah ujian lisan yang harus diikuti oleh mahasiswa setelah lulus seluruh mata kuliah, kecuali Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ujian Komprehensif dilaksanakan sebelum ujian skripsi (munaqasah) di hadapan majelis sidang. Ujian dimaksud untuk mengevaluasi penguasaan mahasiswa terhadap keilmuan keislaman, kepesantrenan dan program studi masing-masing. Materi ujian meliputi: membaca kitab, hafalan surat pilihan, hafalan surat pendek, dan praktik amalan An Nahdiyah, mata kuliah pokok program studi. Ujian komprehensif diselenggarakan agar ada standar keilmuan yang dikuasai oleh mahasiswa sebelum melanjutkan ke tahap ujian skripsi (munaqasah). Sehingga mahasiswa yang lulus dari IAI Tribakti memiliki kemampuan yang sama dalam bidang yang di persayaratkan.

Adapun Ketentuan dan Teknis Pelaksanaan Ujian Komprehensif:

  1. Ujian komprehensif merupakan ujian tertutup sehingga tidak dapat diikuti oleh mahasiswa lain;
  2. Nilai ujian komprehensif merupakan salah satu komponen penilaian ujian munaqasah;
  3. Dewan sidang ujian komprehensif terdiri dari dua orang dosen penguji materi komprehensif, yang diangkat oleh Rektor;
  4. Syarat sebagai penguji, serendah-rendahnya memiliki jabatan fungsional asisten ahli sesuai bidangnya;
  5. Dalam ujian komprehensif dewan penguji memita mahasiswa membaca kitab, hafalan surat pilihan, hafalan surat pendek, dan praktik amalan An Nahdiyah;
  6. Dalam ujian komprehensif dewan penguji mengajukan pertanyaan kepada mahasiswa seputar materi dalam mata kuliah inti program studi;
  7. Selama ujian komprehensif berlangsung mahasiswa tidak diperkenankan membuka buku atau referensi;
  8. Waktu ujian komprehensif 20 menit/mahasiswa;
  9. Mahasiswa yang mengulang ujian komprehensif pada semester yang sama tidak perlu menyerahkan syarat baru, dan bagi yang mengulang pada semester selanjutnya diwajibkan menyerahkan syarat baru sesuai ketentuan;
  10. Ujian dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan panitia pada setiap hari Kamis pagi;
  11. Pada setiap minggu peserta ujian dilaksanakan minimal 20 mahasiswa dan maksimal 40 mahasiswa.

 

Tata Tertib Ujian Komprehensif:

  1. Peserta ujian komprehensif hadir 30 menit sebelum ujian dimulai dengan melaporkan diri ke panitia ujian;
  2. Untuk menjaga ketenangan selama ujian komprehensif berlangsung, handphone harus disilence;
  3. Dewan sidang ujian komprehensif wajib berpakaian rapi, dengan ketentuan sebagai berikut:
  4. Pria wajib memakai kemeja berdasi;
  5. Wanita berpakaian muslimah;
  6. Peserta komprehensif berpakaian rapi dan sopan dengan ketentuan sebagai berikut:

Mahasiswa

    1. Atas : Baju lengan panjang, polos, terang dan berdasi;
    2. Bawah : Celana panjang halus gelap dan sepatu formal;
    3. Memakai jas almamater.

Mahasiswi

  1. Pakaian muslimah sopan dan rapi warna polos (bawah rok);
  2. Memakai jas almamater.

 

Perlengkapan

  1. Berita acara ujian komprehensif yang dilampiri dengan lembar penilaian, daftar hadir dewan penguji dan peserta ujian komprehensif;
  2. Perlengkapan pendukung (jam, papan tulis, spidol dan perlengkapan lainnya)

 

Dewan Penguji

Dewan penguji terdiri dari tiga orang Dosen, Masing-masing dosen memiliki tanggungjawab berdasarkan tugas yang telah ditetapkan,

Penguji 1 menguji materi Kitab Kuning dan Hafalan Surat Pilihan,
Penguji 2 menguji materi Hafalan Surat Pendek dan Parktik Amalan An Nahdiyah,
Penguji 3 menguji materi Program Studi.

 

Kewenangan Dewan Penguji

  1. Materi ujian diuraikan secara rinci dalam bab II
  2. Dewan penguji mengajukan pertanyaan tentang materi yang ada dalam mata kuliah inti program studi mulai dari pengetahuan dasar hingga pengetahuan lanjutan;
  3. Dewan penguji juga dapat mengajukan pertanyaan yang relevan walaupun di luar konteks program studi selama masih dalam kompetensi keilmuan;
  4. Ujian dilaksanakan dalam bentuk tanya jawab dan curah gagasan atau pengembangan keilmuan;
  5. Penguji memberi penilaian berdasarkan kemampuan mahasiswa dalam menjawab dan merespon pertanyaan dan perintah dari dewan penguji;

 

Materi Ujian Komprehensif

Membaca Kitab

  1. Membaca kitab fathul qorib
  2. Menerjemahkan
  3. Menjelaskan isi dari bacaan

Hafalan Surat Pilihan

  1. Surat Yasin
  2. Surat Ar Rahman
  3. Surat As-Sajdah
  4. Surat Ad-Dukhan
  5. Surat Al-Waqiah
  6. Surat Al Mulk
  7. Surat Al Insan

Hafalan Surat Pendek

  1. Surat Al Ghasyiyah
  2. Surat Al Fajr
  3. Surat Al Balad
  4. Surat Asy Syams
  5. Surat Al Lail
  6. Surat Adh Dhuhaa
  7. Surat Al Insyirah
  8. Surat at Tin
  9. Surat Al Alaq
  10. Surat Al Qadar
  11. Surat Al Bayyinah
  12. Surat Az Zalzalah
  13. Surat Al “adiyat
  14. Surat Al Qari’ah
  15. Surat At Takastur
  16. Surat Al ‘Ashr
  17. Surat Al Humazah
  18. Surat Al Fil
  19. Surat Quraisy
  20. Surat Al Ma’un
  21. Surat Al Kafirun
  22. Surat An Nashr
  23. Surat Al Lahab
  24. Surat Al Ikhlas
  25. Surat Al Falaq
  26. Surat An-Nas

Praktik Amalan An Nahdiyah

  1. Membaca Tahlil
  2. Membaca Qunut
  3. Bacaan Zikir/wirid Ba’da Shalat

Materi Program Studi (ditentukan oleh program studi masing-masing)

  1. Program Studi Pendidikan Agama Islam
  2. Program Studi Guru Madrasah Ibtidaiyah
  3. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
  4. Program Studi Psikologi Islam
  5. Program Studi Perbankan Syariah
  6. Program Studi Ahwalus Syakhsiyah

Hasil Ujian Komprehensif

  1. Mahasiswa dinyatakan lulus ujian komprehensif jika mendapat nilai minimal 2.25 (C);
  2. Mahasiswa diberi kesempatan untuk memperbaiki nilainya dengan mengulang ujian komprehensif;
  3. Mahasiswa yang mendapat nilai 1.00 (D) ke bawah dinyatakan tidak lulus dan diwajibkan untuk mengulang ujian komprehensif, serta menyelesaikan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan pelaksnaan ujian komprehensif damat mengukur capaian pembelajaran baik capaian di tingkat institute, fakultas, program studi atau capaian yang bersifat khusus sebagai identitas perguruan tinggi. Dengan demikian pelaksanaan ujian komprehensif akan terus ditata dan disosialisasikan kepada semua civitas akademik yang ada berada di lingkungan Intsitut Agama Islam Tribakti Kediri.




Rapat Tahunan IAI-Tribakti: Progress Report 2017 dan Rencana Program 2018

DSC

Upaya mengukur perkembangan dan capaian kinerja serta membahas rencana program 2018, Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri mengadakan Rapat Tahunan pada hari Ahad, 10-11 Desember 2017 bertempat di Aula baru KH. Mahrus Aly.

Rapat tahunan dihadiri pengurus yayasan, pimpinan rektorat, fakultas serta unit kerja lain dilingkungan IAI-Tribakti. Tujuannya adalah membahas permasalahan proses dan pelaksanaan akademik, mengevaluasi serta mencari solusi bersama dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Selain itu untuk meningkatkan performa kinerja seluruh unit kerja yang ada.

Kegiatan diawali dengan penyampaian progress report tahun 2017 dan rencana program 2018 oleh masing-masing unit kerja akademik dilingkungan IAI-Tribakti yang meliputi sumber daya Manusia hingga pengimplementasian Tridharma Perguruan Tinggi.

Setelah melaporkan progress report 2017, pengurus yayasan memberi masukan penting diantaranya IAI-Tribakti harus menambah program studi baru dimasing-masing fakultas dengan catatan prodi tersebut diminati dan laku dipasaran; harus terpenuhinya jumlah dosen tetap minimal prodi dan menyesuaikan dengan jumlah rasio mahasiswa; mempertahankan dan meningkatkan status akreditasi program studi; peningkatan SDM dosen dan mahasiswa melalui berbagai kegiatan termasuk masalah kedisiplinan.

Point penting yang lain pimpinan institut agar memperhatikan kesejahteraan dosen dan karyawan di Tribakti sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan serta seluruh pimpinan harus mempunyai komitmen bersama mengabdi dan berjuang di Tribakti dilandasi dengan keikhlasan.

Rapat tahunan dilanjutkan pada hari senin dengan agenda perumusan program tahun 2018 yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor I KH. Reza Ahmad Zahid dan diikuti seluruh pimpinan unit kerja yang ada di IAI-Tribakti Kediri. (humas-iait)




Membumikan Islam Nusantara

WhatsApp Image 2017 12 16 at 09.31.07

Universitas Islam Malang mengundang kampus NU di Jawa Timur, Pengurus NU Kota Malang dalam Seminar Nasional. Kegiatan tersebut mengabil tema: “Membumikan Islam Nusantara dari Berbagai Aspek Kehidupan. Seminar tersebut di laksanakan pada tanggal 4 Desember 2017 bertempat di gedung Umar bin Khatob Lantai 7. Selaku nara sumber dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. Maskuri, Prof. Dr. Tolhah, Prof. Dr. Kharis, Prof. Dr. M. Masud Said, Prof. Abdurahman Masud, Ph.D, Prof. Dr. Ahmad Kaswi, KH. Agus Sunyoto, M.Pd, Drs. Noor Sodiq Askandari, M.E.

Pada kesempatan itu IAI Tribakti mendelegasikan Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd. dan H. Ali Imron, M.Fil.I. Acara tersebut berlangsung mulai jam 09.00 – 16.00.

Islam Nusantara sebagai konsep lama yang sudah ada sejak zaman wali songgo. Kehadirannya sekarang sebagai respon atas globalisasi pada semua aspek termasuk pada persoalan tradisi keagamaan. Islam tanpa tradisi akan kehilangan makna bagi para penganutnya.

Islam yang pernah ada di Eropa hanya meninggalkan benda, dan bangunan. Islam tidak mengakar dengan tidak meninggalkan tradisi.

Tradisi Keagamaan Islam merupakan akulturasi, asimilasi, kolaborasi ajaran Islam dengan tradisi masyarakat lokal yang telah ada. Islam semacam ini semakin kuat, kokoh dan dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat, sehingga keislam seperti ini tidak mudah pudar walau sibenturkan dengan berbagai kebudayaan dari luar.

Islam Nusantara mengokohkan kembali tetang corak Islam yang ada di Nusantara khususnya Indonesia yang memiliki ciri yang unik. Islam dengan berbagai tradisi keagamaan yang telah menyatu. Islam dengan sikap toleransi. Islam dengan mengabil jalan tengan. Islam dengan pemikiran moderat. Islam yang terbuka.

Cara membumikan Islam Nusantara dengan tetap mempertahankan, melestarikan dan nguri-nguri tradisi yang ada. Tradisi yang dimaksud adalah tahlilan, barjanjian, istigasah, muludan, yasinan, haul dan lain sebagainya. (A. Jauhar Fuad)