Kabar Duka: Dekan Fakultas Syari’ah Drs. Rokhmad, M. HI Wafat

Rohmad

Inna lillahi wa Inna ilaihi roji’un, Dekan Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri, Drs. Rohmad, M. HI wafat pada hari Kamis malam Jum’at,  tanggal 16 Nopember 2017 sekitar pukul 18.50 WIB di RSUD Tulungagung dan di makamkan sekitar pukul 22.00

Insya Allah beliau termasuk orang yang meninggal dunia dengan khusnul khatimah, seperti telah disebut oleh Imam al-Ghazali dalam al-Ihya, yaitu sabda Rasulullah SAW berbunyi:

ﻣﻦ ﻣﺎﺕ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﺍﻭ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺍﺟﺮ ﺷﻬﻴﺪ ﻭﻭﻗﻰ ﻓﺘﻨﺔ ﺍﻟﻘﺒﺮ

Artinya : Barangsiapa yang meninggal pada hari Jumat atau malamnya, niscaya dituliskan oleh Allah SWT baginya pahala syahid dan terpelihara dari fitnah kubur.

Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT, dilapangkan dan diterangi kuburnya dan segala kekhilafan Almarhum diampuni Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Amin ya Robbal Alamin. Lahul Al-Fatihah…




Dies Maulidiyah ke 51 dan Wisuda Program S1 dan S2

DSC 1689BG

Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri Sabtu, 28 Oktober 2017 menyelenggarakan Dies Maulidiyah ke-51 dan Wisuda Program S1 dan S2 yang diikuti sebanyak 534 wisudawan bertempat di Aula Muktamar Lirboyo Kediri. Hadir Ketua Yayasan Tribakti KH. Anwar Mansyur, pengurus Yayasan, Perwakilan Koordinator Kopertais IV Surabaya, para dosen serta para tamu undangan dari instansi pemerintah, sosial dan pendidikan.

Jumlah wisudawan tahun ini dari Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam sejumlah 189, Program Studi Pendidikan Guru MI 213. Fakultas Syariah program Studi Ahwal Al-Syaksiyyah 22, Perbankan Syariah 20. Sedangkan Fakultas Dakwah Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam 7, Program Studi Psikologi Islam 14 dan Program Pascasarjana 69 wisudawan.

Wisuda tahun ini sangat istimewa karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober, tema yang diusung adalah Peran Mahasiswa dalam Membangun Negara dan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Panitia penyelenggara menghadirkan Kapolri Jendral Pol Prof Drs H Tito Karnavian, M.A, Ph.D untuk mengisi orasi ilmiah pada acara wisuda, karena berhalangan beliau menugaskan Irjen. Pol. Drs. Tugas Dwi Apriyanto, S.H, M.M, staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Budaya.

Dalam orasi ilmiah Kapolri berharap kepada para wisudawan bisa menjadi Agent Of Change dari Keberagaman dan Kebhinkekaan di Indonesia. Selain itu Bapak Kapolri meminta kepada para wisudawan, santri dan juga Kiai agar dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat dengan semangat resolusi jihad yang sebenarnya. Saat ini resolusi jihad banyak disalahartikan dengan arti-arti yang sempit dan sepotong-sepotong saja,” Oleh karena itu harus dipahami secara kontekstual dari berbagai macam perkembangan ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini. Bagaimana semangat resolusi jihad untuk mempertahankan NKRI dari suka bangsa, agama dan berbagai macam keragaman yang ada di Indonesia,” kata Irjen. Pol. Drs. Tugas Dwi Apriyanto, S.H, M.M.

Dalam sambutan Rektor IAI-Tribakti Lirboyo Kediri KH. Abdullah Kafabihi Mahrus menjelaskan bahwa Tribakti didirikan oleh para Kyai agar para santri yang juga berstatus mahasiswa bisa berkiprah dan bermanfaat dimasyarakat serta bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai ini.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, mengajarkan lemah lembut dan kasih sayang terhadap siapapun baik muslim atau non muslim. Orang muslim yang sempurna adalah orang yang tidak menyakiti baik secara fisik maupun ucapan kepada orang lain. Islam selalu mengajarkan perdamaian, toleransi dan tolong menolong. Islam mengajarkan pada umatnya agar selalu taat kepada Allah, Rosul dan pemerintah atau ulil amri sesuai arti dari “Tribakti”.

Beliau menegaskan di Kampus Tribakti atau Pondok Pesantren Lirboyo tidak mengajarkan kepada mahasiswa atau santri paham radikal, ekstrim dan teror karena yang demikian tidak diajarkan dalam agama Islam. sebagaimana dalam ayat Al-Qur’an dijelaskan

وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين

Kemudian Rapat Senat Terbuka di tutup dengan Do’a oleh beliau K.H. Anwar Mansur dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah. Kami Segenap Civitas Akademika Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri mengucapkan Selamat dan Sukses bagi para Wisudawan/ti semoga Ilmu yang didapat bisa bermanfaat. Amin




Tahlil dan Do’a bersama acara Harlah Tribakti ke 51

DSC

Sejak pagi sampai sore diisi dengan kegiatan khotmil Qur’an, acara Hari Lahir (HARLAH) Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri yang ke 51 dilanjutkan dengan Tahlil dan Do’a bersama yang diikuiti seluruh civitas akademika di Masjid Tribakti setelah Shalat Isya pada hari Selasa, 24 Oktober 2017.

Pengurus yayasan dan pimpinan hadir pada acara tersebut. Seperti Ketua Yayasan Pendidikan Islam Tribakti (YPIT) Kediri KH. Anwar Mansyur, pengurus yayasan H. Abdul Barr, Prof. Dr. Nur Ahid, H. Muhayat Syah. Termasuk Pimpinan Rektor IAIT KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, Wakil Rektor I KH. Reza Ahmad Zahid, Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III. Hadir pula Dekan fakultas, Dosen, karyawan, mahasiswa, alumni dan masyarakat sekitar.

Acara diawali dengan pembacaan nama-nama Ahli Kubur para masyayikh Lirboyo, Dosen dan karyawan Tribakti yang sudah meninggal. Kemudian Tahlil dan Do’a bersama dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan setelah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Rektor IAIT Kediri KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran rektorat, dekanat, dosen dan karyawan yang sudah berkhidmah atau mengabdikan dirinya di Kampus Tribakti yang saat ini telah berusia 51 tahun. Beliau juga berpesan berkhidmah di Tribakti siapapun mereka dan apapun jabatannya harus didasari dengan niat yang baik dan Ikhlas, dengan begitu mereka akan bisa bekerja secara optimal. Buah dari keikhlasan itu, hati akan menjadi tenang dan dimudahkan segala urusannya termasuk diberi keberkahan rezeki oleh Alllah SWT.

Selanjutnya sambutan Ketua Yayasan KH. Anwar Mansyur beliau mengingatkan kembali tujuan didirikan Perguruan tinggi di bawah naungan Pondok Pesantren Lirboyo ini. Selain memberikan kesempatan bagi santri untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi juga menjaga dan mengamalkan ajaran Ahlussunah Wal-Jama’ah. Hal ini sebagaimana dalam logo Tribakti terdiri dari empat garis pada Ka’bah yang melambangkan pada pengamalan agama berhaluan salah satu madzhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali).

Jika kita perhatikan logo Tribakti secara keseluruhan mempunyai makna bahwa perguruan tinggi ini mendasari Ahlussunnah Wal-Jama’ah sebagai haluannya, Pancasila sebagai azasnya dan tujuannya adalah mencetak sarjana muslim yang berbakti kepada Allah, Rasulullah, bangsa dan Negara.




Khotmil Qur’an Mengawali Acara Hari Lahir Tribakti yang ke 51

IMG 20171024 WA0024

Dalam rangka memperingati Hari Lahir (HARLAH) ke 51, Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri menyelenggarakan acara Khotmil Qur’an Bil Ghoib dan Binadhor, Selasa 24 Oktober 2017.

Acara dimulai sejak pukul 07.00 dan dibagi menjadi dua majlis yaitu putra dan putri. Khusus Majlis Bil Ghoib Putri dibaca hafidzah (penghafal Qur’an putri) dari Dzurriyah Lirboyo dan mahasiswi yang ditempatkan di ruang kelas Pascasarjana yang dipimpin langsung oleh Bu Rektor Nyai Hj. Azzah Nur Laila sampai pukul 12.00. Setelah sholat Dhuhur dilanjutkan oleh mahasiswa Tahfidz di Masjid Tribakti sampe sore hari. Pada waktu yang bersamaan pula Majlis khotmil Qur’an Binadhor yang dibaca mahasiswa putra di Masjid Tribakti di mulai sekitar pukul 08.00 selesai pukul 12.00.

Sesuai rangkaian acara Harlah ke 51, pagi hari sampai sore di isi dengan khotmil Qur’an dan setelah ba’da Isya dilanjutkan acara pembacaan Surat Yasin dan Tahlil bersama yang akan dihadiri Pengurus Yayasan, Pimpinan dan Karyawan, Bapak/ Ibu Dosen, mahasiswa, tetangga sekitar dan Alumni IAI-Tribakti yang berada di wilayah Kota Kediri.

Tradisi ini biasa dilakukan setiap tahunnya pada saat menjelang pelaksanaan wisuda untuk memperingati Hari Lahir Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo kediri yang tepatnya diresmikan pada tanggal 25 Oktober 1966 oleh Menteri Agama Syaefuddin Zuhri.




Kampusnya Para Santri Bersepeda

Tribakti Sepeda

Biasanya, kampus akan penuh dengan kendaraan motor bahkan mobil di tempat parkirnya. Namun, ada salah satu kampus yang dinilai unik, tepatnya di kota Kediri, Jawa Timur.

Institut Agama Islam Tribakti atau IAIT Kediri namanya. Menurut berbagai sumber, kampus ini ternyata dinyatakan sebagai kampus tertua di Kota Kediri. Di tahun 2017 ini, usianya sudah setengah abad lebih.

Kampus ini masih terletak di tengah kota, tepat di sekitar kantor Kecamatan Mojoroto. Keberadaannya di samping RSUD Gambiran, ditambah lagi warna cat tembok yang sama membuatnya sering kali dikira tempat parkir Rumah Sakit.

Satpam yang berpos di paling depan, sering kali menemui pengemudi mobil dan motor masuk melalui gerbang kampus. Mereka bukan mahasiswa, bukan dosen, juga bukan tamu kampus. Melainkan pengunjung Gambiran yang mengira kampus ini sebagai lahan parkir Rumah Sakit.

Kampus yang berada dibawah naungan pondok pesantren Lirboyo Kediri ini mempunyai nuansa berbeda didalam lingkungan kampusnya. Hingga kini parkiran kampus Tribakti selalu penuh dengan sepeda ontel mulai dari model jaman dulu hingga era sekarang. Nuansa deretan sepeda ontel di parkiran kampus Tribakti bukan lagi hal aneh.

Mahasiswa yang sekaligus santri dipondok pesantren Lirboyo dan pondok sekitarnya ini bersepeda setiap paginya untuk menuju kampus Tribakti. Bukan hanya itu, ternyata semua Mahasiswa yang kuliah di kampus ini telah dianggap sebagai santri Lirboyo.
“Yo keren lah, ramah lingkungan” ucap Ardi, salah satu mahasiswa yang sempat ditemui kabardaerah.com sedang memarkirkan sepedanya.

Budaya bersepeda ini memberi kesan mendalam bagi Wakil Rektor III kampus Tribakti. Karena dianggap mampu menjaga tradisi yang lekat pada santri, yaitu kesederhanaan.
“Karna tetep menjaga dan mempertahankan tradisi yang sederhana.” jelasnya.

Salah satu mahasiswa pulang kuliah mengayunkan pedal sepedanya

Sumber: jatim.kabardaerah.com

Reporter: Tyas Artma
Editor: Ais