Studi Banding Operator Pangkalan Data PTKIS Cluster Madura

Studibanding17

Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri menerima kunjungan dari operator pangkalan data PTKIS Kopertais Wilayah IV Surabaya Cluster Madura Rabu, 14 Februari 2017 . Kegiatan ini bagian dari agenda kegiatan bertajuk “Cluster Madura Road to Kediri” setelah mereka mengadakan Workhsop di Hotel Bukit Daun Kediri.

Rombongan tiba sekitar pukul 10.00 dengan jumlah 50 Operator dari 25 PTKIS di wilayah Madura didampingi Ketua Tim Kopertais Wilayah IV Surabaya Moch Cholil selaku Ketua Tim Pelaporan dan Nur Hasib, S.Kom selaku Tim IT. Para rombongan sambut langsung oleh Wakil Rektor II Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd

Kunjungan studi banding selain silaturrahim para operator ingin menimba ilmu dan pengalaman terkait dengan sistem pelaporan PDDIKTI, EMIS dan SIMKOPTA yang terintegrasi dengan sistem informasi akademik di IAI-Tribakti Kediri. Setelah operator kampus memperkenalkan sistem pelaporan dilanjutkan dengan berkeliling melihat sarana dan prasarana serta fasilitas yang ada. (opt)




Pelantikan Pimpinan IAI-Tribakti Kediri masa Khidmat 2016-2020

DSC

Selasa 29 November 2016 Pimpinan Baru Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri dilantik oleh Ketua Yayasan KH. Anwar Manshur dan dihadiri seluruh pengurus yayasan serta dosen tetap yang ada di IAI-Tribakti. Pimpinan yang dilantik yaitu Rektor, Wakil Rektor I; Wakil Rektor II; Wakil Rektor III; Direktur Pascasarjana serta Dekan ditetapkan berdasarkan musyawarah mufakat melalui rapat pengurus yayasan.

Sebelum acara pelantikan, pejabat lama menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Yayasan yang dibacakan oleh Wakil Rektor I KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA. Setelah Laporan diterima acara dilanjutkan dengan pelantikan pejabat baru.

Nama-Nama Pejabat di IAI-Tribakti Masa Khidmat 2016-2020 sebagai berikut:

Rektor : KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus
Wakil Rektor I : KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., MA
Wakil Rektor II : Dr. A. Jauhar Fuad, M.Pd
Wakil Rektor III : Ali Imron, M.Fil.I
Direktur Pascasarjana : Dr. Suko Susilo, M.Si
Dekan Fakultas Tarbiyah : Drs. Muslimin, M.Pd.I
Dekan Fakultas Syariah : Drs. Rokhmad, M. HI
Dekan Fakulas Dakwah : Drs. Bustomi Mustofa, M.Pd.I

Setelah mengambil sumpah jabatan dilanjutkan sambutan oleh Rektor KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, sedangkan yayasan sambutan disampaikan oleh Imam Muhayad Syah selaku wakil Ketua, dalam sambutannya selain mengucapkan selamat kepada pimpinan baru beliau ingin pimpinan yang baru dilantik mempunyai komitmen untuk jujur dan amanah dalam mengemban jabatan.

Sedangkan posisi wakil dekan, ketua prodi, kepala P3M, PJM, Kepala Perpustakaan dan Kepala Bag. Umum, akademik & TU masih akan dirapatkan lebih lanjut oleh pimpinan yang baru dilantik. Harapan bersama mudah-mudahan kedepan IAI-Tribakti Lirboyo Kediri dengan pimpinan yang baru bisa berkembang lebih baik. Amin.(humas)




Dies Maulidiyah, Wisuda dan Harlah ke 50 Tahun Tribakti Dari Pesantren Untuk Bangsa

DSC 4338 filtered

IAIT-Kediri. Sabtu, 29 Oktober 2016 Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri menyelenggarakan Dies Maulidiyah dan Wisuda Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2). Wisuda tahun ini lebih istimewa dibandingkan pada tahun sebelumnya, karena bertepatan hari lahir IAIT Kediri yang ke 50. Acara dihadiri Bapak Menristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., dan juga Hj. Lilik Muhibbah Wakil Walikota Kediri sekaligus alumni IAI-Tribakti.

Pada hari jadinya yang ke 50 Tahun, Tribakti telah menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya jalan sehat, khataman Al-Qur’an, pameran foto, pemutaran film documenter, saresehan alumni, santunan anak-anak yatim, reuni akbar lustrum ke-V IKABAKTI, dan haul Masyayikh pondok pesantren Lirboyo Kediri. Rangkaian ini sebagai ikhtiar bersama segenap civitas akademika menyongsong tahun emas tribakti dengan mengambil tema “50 Tahun Tribakti Dari Pesantren Untuk Bangsa.”

Diusianya yang ke 50 telah terjadi berbagai dinamika yang terjadi di dalam maupun di luar. Namun Institut Agama Islam Tribakti Kediri tetap eksis mempertahankan tradisi pesantren sebagai basis keilmuan keislaman, di sisi lain Tribakti juga mengembangkan keilmuan umum yang menjadi ciri dan identitas perguruan tinggi. Ciri dan identitas ini telah dipertahankan sejak dulu hingga sekarang. Sebagaimana yang menjadi cita-cita besar dari pendiri KH. Mahrus Ali bahwa Tribakti mempersiapkan ulama intelektual.

Harapan besar Beliau hingga hari ini masih terjaga dan dipertahankan. Wujud nyata yang tercermin dari para wisudawan yang hadir, mereka telah dibekali pengetahuan agama dan umum sebagai bekal dalam rangka mengabdi pada masyarakat, bangsa dan Negara. Dari beberapa lulusan Institut Agama Islam Tribakti Kediri ada banyak alumni yang berkiprah dan memiliki peran besar di masyarakat pada level lokal, regional, bahkan nasional. Saya berharap para wisudawan harus berbesar hati dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar Ikatan Alumni Institut Agama Islam Tribakti Kediri.

Wisuda yang ke 50 ini dikuti oleh 637 wisudawan. Terdiri dari 189 wisudawan program studi Pendidikan Agama Islam; 290 wisudawan program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah; 21 wisudawan program studi Ahwalus as Syahsiya; 15 wisudawan Perbangkan syariah; 9 wisudawan program studi Komunikasi Penyiaran Islam; 11 wisudawan program studi Psikologi Islam dan 102 wisudawan program studi Pascasarjana.

Wisuda merupakan puncak dari proses pendidikan di perguruan tinggi. Akan tetapi, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar tetapi wisuda dapat dijadikan babak baru dalam belajar yakni belajar sepanjang hayat. Sebab, manusia adalah makhluk pembelajar yang tidak pernah mengenal kata berhenti. Begitu pentingnya belajar, sehingga Rasulullah sampai bersabda “Tuntutlah ilmu dari buaian ibu hingga ke liang lahat”. Dalam hadits lain juga dijelaskan “Barasiapa dalam perjalanan hidupnya ada waktu-waktu tertentu yang digunakan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga”.

Para wisudawan yang semula menjadi mahasiswa S1, dan S2 hari ini dikukuhkan sebagai sarjana dan magister setelah melalui proses panjang disertai berbagai ujian, cobaan, dan tantangan. Semoga yang lulus sarjana dapat meneruskan ke jenjang magister, yang lulus magister dapat melanjutkan ke jenjang doktor dan dapat mengembangkan ilmunya lebih jauh untuk memperoleh derajat mulia di sisi Allah. Firman-Nya “Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat”

Bagi yang belum berkesempatan melanjutkan studi, lapangan untuk berkiprah tentu selalu terbuka jika ditekuni dengan sungguh-sungguh. Para alumni Tribakti dari waktu ke waktu, telah terbukti mampu berkiprah di berbagai lapangan kehidupan baik bidang keagamaan, pemerintahan, politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun bidang lainnya. Ada yang menjadi ulama, politisi, pengusaha, dan seterusnya. Saya sepenuhnya yakin bahwa alumni Tibakti mampu memenuhi tuntutan masyarakat sesuai bidang keahliannya. Ujar Rektor KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dalam sambutannya.

Rektor IAI-Tribakti juga berharap kepada mahasiswa yang telah diwisuda agar senantiasa menjaga akhlak karimah dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam di manapun anda berkiprah. Dengan akhlaklah kita akan tegak, tanpa akhlak ia akan rusak. Karena itu, menjadi tugas kita bersama, baik saya yang ada di dalam kampus, maupun bagi saudara-saudari yang berkiprah di luar, untuk selalu menegakkan akhlak mulia dan menyebarkan panji-panji Islam.

Beliau juga berpesan agar nama baik Institut Agama Islam Tribakti Kediri tetap dijaga,  karena apapun yang dilakukan mahasiwa sebagai alumni akan berpengaruh besar terhadap  almamaternya baik dan buruknya. Kiprah positif alumni di masyarakat sangat membantu saya dalam meningkatkan nama baik dan penilaiaan masyarakat terhadap almamater kita. Karena itu, mari kita selalu menjaga nama baik Institut Agama Islam Tribakti Kediri baik dari dalam maupun dari luar, melalui saudara-saudari sebagai alumni.

Seluruh jajaran civitas akademika IAI-Tribakti Kediri mengucapkan selamat dan sukses atas wisuda saudara-saudari sebagai sarjana dan magister. Semoga ilmu, pengalaman dan keterampilan yang ditimba selama studi di kampus ini dapat menjadi bekal berharga dalam menyongsong kehidupan yang lebih baik.




Mengenang Ulama Besar Kiai Mahrus Ali Lewat Pameran Foto

Brt37030981

Berdirinya pondok pesantren Lirboyo Kediri tak terlepas dari salah satu nama ulama besar Kiai Mahrus Ali. Beliau dikenal dekat dengan tokoh Nasional dan pencetus resolusi jihad. Kiprah Kyai Mahrus Ali dapat diketahui dari foto-foto yang dipamerkan dalam acara Hari Lahir (Harlah) Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri yang ke-50. Berbagi foto jadul ini diambil sejak Indonesia baru merdeka.

Yasin Nurfalah, selaku ketua panitia mengatakan, melalui pameran foto ini pihaknya berharap, genarasi masa kini dapat mengenang kembali perjuangan kiai Mahrus Ali. Selain pendiri Ponpes Lirboyo, Mbah Mahrus Ali juga pendiri IAI-Tribakti Kediri.

“Kita tahu bahwa tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Momentum ini pas dengan resolusi jihad. Mbah Mahrus Ali adalah salah satu tokoh yang mencetuskan resolusi jihad. Beliau yang mengobarkan semangat para santri dalam melawan penjajah Belanda di Surabaya,” kata Yasin Nurfalah, Rabu (26/10/2016).

Kiai Mahrus Ali dikenal dekat dengan para tokoh Nasional, seperti halnya pendiri republik Presiden RI pertama Soekarno. Di dalam foto tersebut, tampak kehadiran sang proklamator bersama Kiai Mahrus Ali. Selain itu, ada beberapa tokoh nasional lain sekaliber menteri.

Salah seorang pengunjung Karwiyanto mengaku, Kiai Mahrus Ali adalah ulama yang langka. Meskipun memiliki nama besar dengan ketokohannya, tetapi beliau tetap berjiwa sederhana. Dan yang paling ia ingat, Kiai Mahrus Ali selalu bersedia mendatangi setiap undangan tanpa imbalan.

“Saya pernah mengundang sendiri. Beliau datang untuk memberikan pengajian. Baliau tidak pernah meminta imbalan apapun. Beliau selalu datang, meskipun undangan itu berasal dari orang miskin. Padahal beliau tokoh besar, dan namanya tersohor,” kata Agus.

Perlu diketahui, foto-foto yang dipamerkan merupakan dokumen arsip IAIT Kediri dengan jumlah sebanyak 50 buah. Jumlah ini disesuaikan dengan usia iait yang sudah mengijak setengah abad lamanya. Dokumen foto tersebut diambil mulai tahun 1966.nng/suf

Sumber: http://beritajatim.com




IAI-Tribakti Gelar Prosesi Yudisium dan Orasi Ilmiah di Aula Muktamar Lirboyo

Yudisium16

Yudisium dan Orasi Ilmiah digelar IAI-Tribakti pada hari Ahad, 16 Oktober 2016 di Aula Muktamar Lirboyo Kediri. Acara ini bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-50 atau di Institut Agama Islam Tribakti lebih popular dengan nama Dies Maulidiyah yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2016. Acara dihadiri Ketua dan pengurus Yayasan Pendidikan Islam Tribakti (YPIT) KH. Anwar Manshur serta para pejabat ditingkat Rektorat dan Dekanat.

Acara yudisum sendiri merupakan prosesi penghargaan bagi mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studinya serta berhak menyandang gelar akademik. Mahasiswa yang berhak mengikuti yudisium manakalah telah dinyatakan lulus dan memenuhi persyaratan baik akademik maupun administratif dan setelah itu nanti akan di wisuda.

Rangkaian yudisium diawali dengan bacaan Tahlil bersama dilanjutkan pembacaan SK Yudisium oleh oleh Dekan Fakultas dan Direktur Pascasarjana di IAI-Tribakti Kediri. Peserta yudisium Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 189 mahasiswa, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI) sebanyak 290. Fakultas Syari’ah Program studi Ahwal Al-Syakhsiyyah (AS) sebanyak 21 mahasiswa serta Prodi Perbankan Syari’ah (PS) sebanyak 15 mahasiswa. Fakutas Dakwah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sebanyak 9 mahasiswa dan Psikologi Islam sebanyak 11 mahasiswa. Sedangkan Program Pascasarjana S2 Konsentrasi Pendidikan Agama Islam diikuti sebanyak 102 Mahasiswa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, beliau memberi ucapan selamat kepada para mahasiswa telah menyelesaikan studinya di Institut Agama Islam Tribakti. Rektor berharap kepada para peserta yudisium setelah menyelesaikan studinya di Tribakti mampu berkiprah dan bermanfaat ditengah-tengah masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan yang dimilikinya serta senantiasa taat kepada Allah, taat kepada Rasul-Nya serta ulil Amri (Ulama/ Umaro) sesuai nama Tribakti yang diambil dari ayat Al-Qur’an surah An-nisa ayat 59:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu

Setelah sambutan Rektor acara dilanjutkan dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen putra dari KH. Maemun Zubaer (Pengasuh PP. Al Anwar, Rembang Jawa Tengah) lulusan S1, S2 dan S3 Universitas Al-Azhar konsentrasi tafsir. Dalam orasi ilmiah beliau mengusung tema “Mengaca Kepada Sejarah: Upaya Membangun Pendidikan Tinggi Berbasis Ilmu dan Tradisi Pesantren”. (Pan.wis)

Download Materi Orasi Ilmiah