Penguatan Kapasitas Dosen UIT Lirboyo Kediri Menuju Lektor Kepala dan Guru Besar

Whatsapp image 2025 11 27 at 15.50.21

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Dosen Menuju Jabatan Fungsional Lektor Kepala dan Guru Besar pada Kamis, 27 November 2025, bertempat di Ruang Dosen Barat. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut dihadiri oleh seluruh dosen tetap serta jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor I, II, dan III.

Hadir sebagai narasumber utama Muhammad Aziz Hakim, M.H., Kepala Subdirektorat Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI. Kehadirannya menjadi momentum strategis bagi UIT Lirboyo untuk memperkuat pemahaman dosen terkait kebijakan, mekanisme, dan strategi nyata percepatan karir menuju jabatan fungsional Lektor Kepala dan Guru Besar.

Whatsapp image 2025 11 27 at 15.50.22 (2)

Dalam sesi “Strategi Pengembangan Karir Dosen”, narasumber menegaskan empat hal pokok. Pertama, pemahaman peta jalan jabatan fungsional secara jelas agar dosen memiliki arah karir terukur. Kedua, pembangunan rekam jejak penelitian melalui publikasi di jurnal terakreditasi nasional maupun internasional. Ketiga, penguatan kompetensi pengajaran dan peningkatan mutu pembelajaran, karena kinerja akademik tidak hanya diukur dari penelitian, tetapi juga dari mutu proses belajar mengajar. Keempat, perluasan kontribusi pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud kontribusi nyata perguruan tinggi bagi lingkungan dan pemangku kepentingan.

Pada sesi lain bertema Roadmap Pengembangan Karir Dosen, narasumber menjelaskan tahapan dan mekanisme promosi jabatan akademik dosen, mulai dari Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala hingga Guru Besar. Penjelasan juga mencakup persyaratan angka kredit, publikasi ilmiah, dan unsur penunjang akademik lainnya. Penjelasan tersebut memberikan panduan praktis bagi dosen untuk merencanakan jenjang karir secara sistematis.

Whatsapp image 2025 11 27 at 15.50.20 (1)

Whatsapp image 2025 11 27 at 15.50.21 (3)

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para dosen menyampaikan hambatan dan pengalaman terkait pengajuan jabatan fungsional. Melalui kegiatan ini, UIT Lirboyo berharap semakin banyak dosen yang mampu mencapai jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar, sekaligus meningkatkan mutu perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Whatsapp image 2025 11 27 at 15.50.22 (1)

Whatsapp image 2025 11 27 at 15.50.22




Dosen Tadris Bahasa Inggris UIT Lirboyo Jadi Presenter di ICON-ELT 2025

Picture2

MALANG — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo kembali mencatat prestasi akademik melalui partisipasi dosennya dalam The 6th International Conference on English Language Teaching (ICON-ELT) 2025 yang digelar di Universitas Islam Malang (UNISMA) pada 19–20 November 2025. Konferensi ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan bahasa Inggris dari berbagai negara.

Pada forum internasional tersebut, Tenika Illananingtyas, M.Pd., dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris UIT Lirboyo, terpilih sebagai presenter dalam sesi paralel onsite. Ia mempresentasikan artikel ilmiah berjudul The Implementation of Direct Method in Teaching Speaking at University Level, yang mengkaji efektivitas Direct Method dalam meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa di perguruan tinggi.

Picture3

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan metode berbasis komunikasi langsung mampu meningkatkan kefasihan, kepercayaan diri, dan penguasaan kosakata mahasiswa melalui aktivitas seperti role-play, picture description, dan question and answer session. Namun, penelitian ini juga mencatat beberapa tantangan, antara lain keterbatasan penggunaan bahasa Inggris di luar kelas serta variasi kemampuan awal mahasiswa.

ICON-ELT 2025 mengusung tema “ELT in a Digital Era: Bridging Technology, Culture, and Pedagogy”, yang menyoroti peran teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Konferensi ini menghadirkan pembicara kunci dari Indonesia, Australia, Malaysia, Taiwan, dan Amerika Serikat serta ratusan presentasi akademik dari berbagai institusi.

Partisipasi dosen UIT Lirboyo dalam kegiatan internasional ini dinilai memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang aktif dalam riset dan pengembangan pendidikan bahasa Inggris, khususnya dalam bidang English Language Teaching (ELT). Selain memperluas jejaring akademik, keikutsertaan tersebut menjadi wujud komitmen UIT Lirboyo dalam mendukung dosen untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi dunia pendidikan, baik di level nasional maupun internasional.




Kominfo Jawa Timur Gandeng PSGA UIT Lirboyo untuk Cegah Pelecehan Seksual Siber

Whatsapp image 2025 11 25 at 14.13.13 (1)

KEDIRI — Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur menggandeng Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo dalam program edukasi pencegahan cyber sexual harassment melalui kegiatan CERDIG (Cerdas Digital). Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 19 November 2025 di Aula Mahrus Aly UIT Lirboyo dan diikuti sekitar 100 mahasiswa dengan antusias.

Whatsapp image 2025 11 25 at 14.13.14 (2)

Dalam kegiatan ini, turut hadir Ketua LP3M UIT Lirboyo Bapak Mubaedi Sulaiman, Ketua PSGA UIT Lirboyo Ibu Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom., serta beberapa dosen KPI yang memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini.

Whatsapp image 2025 11 25 at 14.13.13

Acara dibuka secara resmi oleh Dr. H. A. Jauhar Fuad, M.Pd. yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kominfo Jatim atas penyelenggaraan program edukatif tersebut. Ia menilai edukasi keamanan digital merupakan bekal penting bagi mahasiswa di tengah maraknya dampak media sosial yang begitu masif.

Ketua PSGA UIT Lirboyo, Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom., menegaskan bahwa PSGA memiliki komitmen kuat terhadap upaya pencegahan kekerasan seksual, di lingkungan kampus, terutama bagi mahasiswa. Ia menyebut kegiatan edukasi dan pelatihan seperti CERDIG menjadi langkah preventif untuk membangun kesadaran mahasiswa mengenai risiko pelecehan siber serta cara melindungi diri.

Materi utama disampaikan oleh Mahfudz Syarif, S.Kom., dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK). Ia memaparkan berbagai bentuk pelecehan seksual digital, dampaknya, serta strategi menciptakan ruang digital yang aman dan beretika. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dalam sesi diskusi.

Whatsapp image 2025 11 25 at 14.13.14

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi lanjutan bertema “Pelatihan AI untuk Dakwah” dari Akasa Ash Shiddiqy Adnan, pengurus RTIK Kabupaten Tulungagung. Ia memperkenalkan berbagai teknologi kecerdasan buatan serta pemanfaatannya dalam produksi konten edukasi dan dakwah. Akasa memperkenalkan berbagai tools AI serta contoh penerapannya dalam dunia digital.

Suasana acara berjalan interaktif dipandu moderator Lola Afina, relawan PSGA. Pada sesi kuis penutup, beberapa peserta yang berhasil menjawab tantangan materi mendapatkan hadiah merchandise dari Kominfo Jawa Timur.

Salah satu dosen yang hadir hingga akhir kegiatan, Dr. H. Imama Mutaqqin, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi titik awal peningkatan literasi digital mahasiswa. Ia menekankan pentingnya etika, kesadaran, dan kehati-hatian dalam penggunaan teknologi agar mahasiswa tidak terjebak dalam penyalahgunaan ruang digital.

Kegiatan CERDIG ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara Kominfo Jawa Timur dan UIT Lirboyo Kediri dalam menciptakan ruang digital yang aman, beretika, dan berperspektif perlindungan terhadap korban pelecehan seksual, khususnya di lingkungan kampus.

Whatsapp image 2025 11 25 at 14.13.14 (3)

Whatsapp image 2025 11 25 at 14.13.14 (1)




Mahasiswa PBA Mengikuti Ajang International Student Conference on Arabic Language and Teaching 2025

WhatsApp Image 2026 02 23 at 13.09.16

WhatsApp Image 2026 02 23 at 11.34.25Malang, 2025 – Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan ICALT 2025 International Student Conference on Arabic Language and Teaching 2025, sebuah forum ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil riset dan gagasan inovatif di bidang pendidikan, bahasa, dan teknologi pembelajaran.

Konferensi ini menjadi wadah akademik strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas riset, memperluas jejaring internasional, serta memperkuat budaya publikasi ilmiah di kalangan generasi muda. ICALT 2025 mengusung tema Bahasa Arab untuk Tujuan Khusus: Jembatan antara Teks dan Profesionalisme, yang relevan dengan dinamika perkembangan teknologi dan tantangan pendidikan global saat ini.

Rektor Universitas Negeri Malang dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendorong internasionalisasi kampus dan peningkatan reputasi akademik mahasiswa di tingkat global. “Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya belajar mempresentasikan riset, tetapi juga membangun dialog akademik lintas budaya,” ujarnya.

Konferensi menghadirkan pembicara utama dari berbagai universitas mitra internasional yang membahas isu-isu strategis seperti integrasi kecerdasan buatan dalam pembelajaran, penguatan literasi digital, serta inovasi pedagogi berbasis riset. Para peserta mempresentasikan makalah dalam sesi paralel yang berlangsung secara hybrid, baik di kampus UM maupun melalui platform konferensi daring.

Salah satu delegasi mahasiswa PBA UIT Lirboyo, yaitu Musyarofatun Nisa, Robiatul Adawiyah, dan Neli Marliana, dengan mengusung tema: “Representasi Bahasa Arab Wisata Era Digital”, menegaskan bahwa bahasa Arab di era sekarang harus dikembangkan dalam sektor komunikasi tingkat dunia melalui wisata.

Musyarofatun Nisa menyampaikan bahwa partisipasi dalam ICALT 2025 memberikan pengalaman akademik berharga, terutama dalam meningkatkan kepercayaan diri berbicara di forum internasional dan menerima masukan dari para akademisi lintas juri dan reviewer.

Kegiatan ini ditutup dengan pemberian penghargaan kepada presenter terbaik. Dengan terselenggaranya ICALT 2025, Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri kembali menegaskan mahasiswa PBA aktif dalam ranah dunia akademisi dengan pihak kampus manapun baik dalam negeri maupun luar negeri.




LPDP dan LPT PBNU Jalin Kerja Sama untuk Perkuat SDM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama

Whatsapp image 2025 11 13 at 15.32.51

SURABAYA — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT PBNU) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). Penandatanganan dilakukan di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Selasa (11/11), dan menjadi langkah strategis memperluas akses beasiswa pendidikan lanjut bagi dosen, tenaga kependidikan, dan lulusan terbaik PTNU.

Whatsapp image 2025 11 13 at 15.32.51 (1)

MoU ditandatangani oleh Direktur LPDP, Sudarto, dan Ketua LPT PBNU, Prof. Ainun Na’im, disaksikan oleh Prof. Mohammad Nuh, jajaran pimpinan LPTNU, Rektor Unusa, serta perwakilan Kementerian Keuangan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Rektor I UIT Lirboyo Kediri, Dr. H. A. Jauhar Fuad, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Moh. Arif Khoiruddin, M.Pd.I., dan Wakil Rektor III Yasin Nur Falah, M.Pd.I.

MoU ini menjadi tonggak penting dalam sinergi antara LPDP dan PTNU untuk memperluas akses beasiswa pendidikan lanjut bagi dosen, tenaga kependidikan, dan lulusan terbaik di lingkungan PTNU. Melalui kerja sama ini, LPDP akan menyediakan dukungan pembiayaan untuk studi lanjut jenjang magister dan doktoral, baik di dalam maupun luar negeri.

Usai penandatanganan MoU, LPDP memberikan sosialisasi mengenai skema beasiswa dan riset tahun 2026. Unusa menjadi salah satu dari tiga kampus pertama yang menjadi lokasi sosialisasi awal program tersebut.

Ketua LPT PBNU, Prof. Ainun Na’im, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Nahdlatul Ulama untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan mencetak SDM unggul yang berdaya saing global. “LPDP dan PTNU memiliki semangat yang sama dalam mencetak generasi intelektual yang berakhlak, berilmu, dan mampu berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama LPDP, Sudarto, menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk PTNU. “Kami percaya, peningkatan kapasitas SDM melalui jalur pendidikan tinggi akan menjadi kunci bagi kemajuan bangsa. LPDP siap mendukung penuh upaya PTNU dalam mencetak kader-kader unggul NU,” tegasnya.

Menurutnya, tagline NU “Merawat Jagat, Membangun Peradaban” sejalan dengan misi LPDP dalam memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak bangsa untuk menempuh pendidikan tinggi. Artinya, keduanya memiliki pandangan yang sama dalam menjaga ekosistem dunia dan membangun peradaban menjadi lebih baik. Ia menambahkan, “Pesantren dan Nahdlatul Ulama termasuk bagian dalam membangun peradaban Indonesia, yang kita butuhkan hanya satu persen dari ekosistem. Jika ini berdampak, maka mampu membawa seluruh Indonesia maju.”

Ke depan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mengatur mekanisme pelaksanaan program, seperti seleksi penerima beasiswa, bidang studi prioritas, dan sistem pendampingan akademik bagi penerima beasiswa dari lingkungan PTNU.

Dari sisi kebijakan, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, Ph.D., menyampaikan bahwa Indonesia masih 0,53% penduduk usia produktif yang menempuh pendidikan S2 dan S3. Sedangkan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand hingga Vietnam, sudah lima kali lipat dari Indonesia.

“Kita masih seperlima dari Malaysia, Vietnam, Thailand yang sepakbolanya tidak sebaik kita. Namun untuk SDM masih tertinggal jauh,” ungkapnya.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah telah meningkatkan dana abadi LPDP hingga Rp181 triliun. Meski demikian, dari sekitar 50.000 pendaftar setiap tahun, hanya 4.000 yang dapat dibiayai karena keterbatasan anggaran. “Setidaknya butuh Rp 1.000 T agar tidak perlu khawatir terkendala biaya dalam membiayai masyarakat Indonesia untuk lanjut S2 maupun S3,” jelasnya.

LPDP saat ini hanya mampu membiayai 4000-10000 peserta beasiswa setiap tahunnya, untuk menjadi gerbong terdepan dalam menarik lokomotif Indonesia agar mampu maju bersama-sama. Maka dari itu, pada tahun 2026 LPDP fokus memperkuat arah kebijakan dan strategi berdampak tinggi, terutama dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang akan menyerap 80% dari total beasiswa, sementara 20% untuk bidang non-STEM.

Dwi menambahkan, “Diibaratkan para pendaftar LPDP ini sedang masuk ke warung tegal yang disuguhkan dengan berbagai macam menu. Seringkali ketika dihadapkan dengan menu yang tersedia, berpikir menu ini kurang menarik. Kemudian anda berpikir bahwa anda memiliki menu yang menarik dan berguna bagi bangsa namun tidak tersedia. Anda bisa masukkan di General STEM.” Hal ini untuk memberikan kesempatan bagi calon peserta LPDP yang merasa tahu dan memahami kondisi dan kebutuhan bangsa di masa depan.

“Desember akan segera kita buka menunya seperti apa, Januari akan kami buka pendaftaran. Kemudian Juni juga akan kami buka pendaftaran, yang mungkin metodenya akan berbeda. Namun esensinya tegak dan lurus untuk kemajuan bangsa, mendukung industry Indonesia dan juga sector lain yang terkait dengan sector industry. Termasuk sector agama, filosofi,” pungkasnya

Kerja sama antara LPDP dan LPT PBNU ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama. Melalui beasiswa dan program riset berkelanjutan, PTNU diharapkan mampu mencetak SDM unggul yang berperan aktif dalam pembangunan ilmu pengetahuan, ekonomi, dan peradaban bangsa.

Whatsapp image 2025 11 13 at 15.32.52