Mahasiswa IAI Tribakti Kediri ikuti pelatihan Diklatpimnas Kemenag RI.

IMG 20210103 WA0018

IAIT-Kediri- Mahasiswi Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa (DIKLAT) yang diselenggarakan Kementrian Agama Republik Indonesia Direktorat Jendral Pendidikan Islam di Jakarta Pusat, pada tanggal 28-30 Desember 2020.

Acara dibuka oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof Dr. Suyitno M. Ag secara daring melalui Zoom. Acara dibagi menjadi dua bagian, pertama dimulai pada tanggal 20 Desember via Zoom sampai pada tanggal 27, dan berlanjut di tanggal 28-30 Desember secara Luring di Jakarta Pusat.

Berdasarkan informasi dari panitia peserta yang mengikuti pelatihan ini sejumlah 69 perwakilan mahasiswa dari seluruh kampus Agama Islam di Indonesia. “Tujuan diselenggarakannya pelatihan ini untuk membimbing dan mengarahkan mahasiswa yang hadir sebagai Agent of Change (Agen Perubahan) di kampus masing-masing untuk saat ini dan yang akan datang”, Jelas Rucman Basori M, Ag.

Peserta yang hadir diharapkan mampu menjadi mahasiswa yang lebih adaptif dan kreatif sehingga mampu menciptakan inovasi di kampusnya masing-masing. Memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, tekad yang kokoh serta menjunjung tinggi asas kenegaraan, lanjutnya.

Dengan berbekal kurang lebih 22 materi yang disampaikan dari berbagai berbagai perguruan tinggi, saya ucapkan terimakasih kepada Kemenag, Kemenristekdikti, beserta pada jajaran panitia UIN Walisongo dan panitia lainnya, dengan ini saya selaku peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti DIKLATPIMNAS 2020, kesempatan untuk belajar langsung dengan berbagai narasumber yang luar biasa.

Materi yang disampaikan juga sangat berbobot dan saya sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan tersebut. Semoga dengan pelatihan ini dapat menjadikan bekal bagi saya pribadi dan menjadi mahasiswa yang mampu mendorong perubahan baik di intra maupun eksternal kampus, Jelas Fitriatus S.




BEM Fakultas Syariah Gelar Pelatihan Advokad Selama Tiga Hari

WhatsApp Image 2019 12 17 at 16.10.10

Kediri, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syariah IAIT Kediri menggelar Pelatihan Advokad, Minggu (23/112019) dengan mendatangkan tiga narasumber. Digelar selama tiga hari berturut-turut hingga Selasa (25/11/2019).

Pelatihan yang digelar di Aula Mahrus Aly IAIT Kediri ini diikuti oleh puluhan peserta. Baik mahasiswa dari dalam kampus maupun luar kampus. Di hari pertama, mendatangkan narasumber Dr. Munadiroh, SH. MH selaku Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Kediri.

Foto bersama narasumber pertama.

Adapun materi yang disampaikan adalah memberikan gambaran dunia hukum dan memberikan penjelasan beserta motivasi kepada peserta untuk menjadi praktisi hukum yang selalu mengedepankan nilai-nilai Islam dan memenuhi UU yang berlaku.

“Agar terciptanya praktisi hukum jujur dalam menegakkan kebenaran,” pesan narasumber.

Foto bersama narasumber kedua.

Pemateri kedua dalam kegiatan pelatihan advokat ini, yaitu Bapak Suryo Wardhana, SH, MH selaku advokat dan ketua LBH fadjar Kediri. Dalam materinya, ia menjelaskan kode etik advokat dan memberikan penjelasan seorang advokat dalam menangani perkara baik di dalam pengadilan maupun di ruang pengadilan.

Dengan begitu, diharapkan para mahasiswa dan para advokad untuk mematuhi kode etik yang berlaku. Ia pun berharap bahwa para mahasiwa jika kelak menjadi advokad, maka menjadi advokad yang baik.

Foto bersama pemateri ketiga.

Tiba di hari getiga, yaitu bersama pemateri Ibu Ander Sumiwi, SH selaku advokat senior. Dalam penjelasannya, ia mengenalkan sekaligus mengungkap pemahaman hukum acara perdata dan hukum acara pidana serta pengenalan praktek persidangan baik kasus perdata maupun pidana.[] FS




Observasi Lapangan ke LBH Fadjar Kediri

WhatsApp Image 2019 12 17 at 16.10.48

Kediri, Kegiatan belajar mengajar perkuliahan tidak melulu di ruang kelas. Banyak ilmu yang bisa didapat justru dari lapangan langsung. Salah satunya yang dilakukan mahasiswa Prodi Ahwal Al-Syahsiyah IAIT Kediri ini.

Mereka melakukan observasi lapangan ke instansi lembaga bantuan hukum (LBH). Selain itu mereka juga belajar banyak hal tentang hukum. Diharapkan mahasiwa memperoleh informasi dari LBH yang memiliki banyak pengalaman.

Kunjungan observasi lapangan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 23 Oktober 2019 bertempat di kantor LBH fadjar kota Kediri.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencari informasi secara langsung peran LBH dalam menangani kasus-kasus masyarakat yang tidak mampu. Kasus yang ditangani LBH ini tentang tindak perkara, perdata maupun pidana.[] FS




Menguak Penyetaraan Usia Nikah, Prodi Ahwal As-Syahsiyah Gandeng Kemenag

WhatsApp Image 2019 12 17 at 16.11.17

Kediri, Menanggapi tentang peraturan baru mengenai penyetaraan usia laki-laki dan perempuan dalam pernikahan, Prodi Ahawal As-Syahsiyah menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri untuk memberi gambaran.

Foto bersama pemateri seminar.

Hal ini dikupas dalam forum Seminar Hukum Keluarga yang digelar pada hari Minggu (13/10/2019) yang bertempat di Aula Mahrus Aly Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri.

Foto bersama pemateri seminar.

Selain mendatangkan Ahmad Zuhri selaku Kepala Kemenag Kabupaten Kediri, Prodi Ahwal As-Syahsiyah juga mendatangkan pemateri lain. Sebagai pembanding ialah Khuzaemah Al Anshori, S.HI., MH. yang bergerak sebagai advokad senior yang kerap menangani kasus dalam perihal pernikahan.

Adapun yang disampaikan mengenai penyetaraan minimal usia pernikahan serta alasan kebijakan pemerintah dalam membuat peraturan terbaru tentang minimal usia pernikahan.

dari hasil seminar ini, diharapkan mahasiswa AS dapat memberikan pemahamannya kepada masyarakat yang memang masih minim pemahaman tentang UU perkawinan yang berlaku di Indonesia. [] FS




Kementrian Agama Kediri Undang Mahasiswa Tribakti Prodi Ahwalu Syahsiyah Menyoal Tingginya Angka Perceraian

IMG 20190930 WA0038

Kediri – Kemenag Kota Kediri mengundang mahasiswa Prodi Ahwal As-Syahsiyah IAIT Lirboyo Kediri untuk menghadiri acara sosialisasi (30/11/2019) menyoal tingginya angka perceraian dan tingginya angka pernikahan dini di Indonesia.

Tingginya angka perceraian menjadikan diskursus panjang, sehingga Presiden RI Joko Widodo turut memperhatikan soal masalah ini, dan memberikan intruksi kepada Kemenag untuk membahas permasalahan tersebut.

Disela-sela jalannya acara seminar, pemantik menyampaikan “satu-satunya presiden yeng memperhatikan,” katanya.

Tidak hanya menyoal tingginya angka perceraiaan di indonesia, namun pemateri juga menyampaikan beberapa bimbingan syarat dan prosedural menikah, karena ada beberapa administrasi yang harus dilengkapi. Dan menekankan untuk segera membenahi data diri yang berbeda-beda, seperti nama di izasah, akte dan KK, agar kiranya segera di benahi, guna untuk mempermudah proses pernikahan.

Menyoal tingginya angka penikahan dini jadi bahan pembahasan oleh beberapa Kemenag. Karena hal tersebut terjadi bukan karena sengaja di rencanakan, melainan kerena pergaulan bebas yang menjerumuskan pemuda dan pemudi indonesia, sehingga melakukan hubungan seks di luar nikah, atau kecelakaan (Bahasa kekinian).

Menurut Muhammad Rafli selaku Gubernur Fakultas Syari’ah selaku peserta dari IAI Tibakti mengatakan “mahasiswa Tribakti khususnya Prodi Akhwalus Syahsiyah sangat antusisas, karena ilmu yang di sampaikan dari beberapa pemantik memang satu jalur dengan apa yang kami geluti di kampus, dan ada sekitar 30 mahasiswa dari tribakti yang di bimbing oleh Bpk Amar Kukuh Wicaksono. S. Pd. I mrnghadiri acara tersebut”.

Kesan acara pun tidak terlalu kaku, karena jalannya acara di konsep sangat santai, bahkan ada beberapa tips dari pemateri yang di sampaikan kepada peserta untuk menciptakan rumah tangga yang sakinah, salah satunya adalah saling menjaga perasaan, menjaga kehormatan dan komitmen dalam menjalankan prinsip kekeluargaan, tandasnya.[]fs/min