Workshop LP2M Corong Bangkitkan Pers Mahasiswa Ditengah Percaturan Politik

X24 workshop 724x1024

Keberadaan pers mahasiswa di lingkungan kampus berbasis NU dan khususnya di IAIT Tribakti Kediri , perguruan tinggi tertua di Karesidenan Kediri, harus mampu mengambil sikap terhadap situasi percaturan politik di Indonesia.

Pernyatan ini disampaikan Direktur Lembaga Pers dan Penelitian Mahasiswa (LP2M) Corong, Akbar Muharrom, menyambut digelarnya workshop bertema Pers Mahasiswa di Tengah Percaturan Politik.

Rangkaian acara Dies Natalis ke – 10, juga digelar lomba esai dan karikatur, dimana pemenangnya akan diumumkan disela acara workshop dengan menghadirkan Ketua Paguyuban Lintas Masyarakat (PaLM) Kediri, Taufiq Al Amin.

“Harapan besar, agar memberikan pembekalan kepada para mahasiswa agar tetap netral dan menjaga idealismenya. Kita juga mengadakan 2 lomba,  yaitu lomba esai dan karikatur. Dipilihnya lomba tersebut, untuk  menambah semangat sekaligus menguji skill mahasiswa dalam dunia kejurnalistikan,” ungkap Direktur LP2M.

Terkait tema diambil dalam workshop, dijelaskan Akbar Muharrom, menginggat pada dua tahun mendatang, Indonesia akan menjalani pesta demokrasi. Dimana, keberadaan mahasiswa menjadi organ penting di tengah – tengah masyarakat.

“Apalagi banyak kejadian bahwa mahasiswa sering kali menjadi tangan kanan para pelaku politik praktis. Untuk itu, dengan acara ini mahasiswa tidaklah menjadi korban atas keterombang-ambingan situasi,” ungkapnya. (ian/nng)




Hadiri Forkompimda Bersama Gubernur Jawa Timur BEM IAI-Tribakti Siap jalin Integritas Menuju Jawa Timur Damai

WhatsApp Image 2018 02 28 at 11.12.21(1)

Badan Eksekutif Mahasiswa Institut  ( BEM-I) IAIT Kediri Hadiri FORKOMPIMDA Bersama gubernur jawa timur  dan pres BEM sejawa timur rabu (21/02/2018) di markas besar kapolda jawa timur.

Kegiatan ini bertajuk cangkrukan santai untuk membahas perlunya terjalin  integritas dari seluruh mahasiswa se jawatimur untuk  menjaga kekondusifan dan keamanan menjelang agenda pilkada serentak. Kegiatan semacam ini patut kita apresiasi . karena sudah menjadi  kewajiban bagi mahasiswa untuk menjaga kondusifitas politik di masyarakat, mahasiswa merupakan  agen perubahan tutur fikri selaku presma IAIT kediri

Pertemuan ini  mengambil tema menciptakan situasi kondusif, partisipasi aktif dan demokratis gunamenyukseskan pilkada serentak Tahun 2018 guyub rukun di Jawa Timur. pertemuan ni dihadiri oleh bapak Karwo Selaku Gubernur Jawa Timur.

Pakde Karwo-sapaan lekat Gubernur Jatim mengatakan pendekatan partisipatoris dengan melibatkan masyarakat, termasuk didalamnya mengajak mahasiswa dalam pengambilan keputusan. Dicontohkan, pada saat penyusunan kebijakan, Pemprov Jatim selalu mengajak dialog dengan semua elemen yang berkepentingan serta membuka ruang publik (public sphere) guna membangun nilai keadilan. Dampaknya adalah terjaganya stabillitas, aman dan nyaman di Jatim.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs.Machfud Arifin, S.H. menegaskan pentingnya melakukan komunikasi dengan para mahasiswa termasuk dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2018. “Untuk itu, mahasiswa bisa menyampaikan gagasannya untuk ditanggapi oleh Pak Gubernur, Pangdam, dan saya,” pesannya.

Acara ini selanjutnya di isi dengan kegiatan diskusi dan saling pertukar konsep dengan seluruh pres se BEM JATIM   agar pilkada serentak bisa berjalan aman menuju jawa timur damai. (BEM-I)




Bakti Sosial Wujud Tridharma Perguruan Tinggi

Pembukaan Baksos Liburan Semester Gasal 2017/2018

Badan Eksekutif mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Dakwah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial. Kagiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2017 sampai dengan 07 Januari 2018. Bertempat di Dusun Karangnongko Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Diikuti oleh 40 mahasiswa dari kedua Fakultas. Mahasiswa terbagi kedalam 4 kelompok.

Bakti Sosial merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa pada setiap tahunnya. Pada kesempatan ini, baksos dilaksanakan di Timur Sungai Brantas. Alasan yang disampaikan mahasiswa mencari suasana berbeda dan adanya permintaan masyarakat.

Pada kesempatan ini, pimpinan IAI-Tribakti Kediri melaksanakan kunjungan pada hari selasa 02/01/2018. Dari institut diwakili Dr. A. Jauhar Fuad, Fakultas Tarbiyah di wakili Yasin Nurfalah, M.Pd.I, Fakultas Dakwah Moh. Arif Khoiruddin, M.Pd.I, Kaprodi KPI Moh. Diak Uddin, M.Sos, Dwi Hartono, S.Pd.I dan Yusli, S.Pd.I.

Mahasiswa memberikan laporan kegiatan Bakti Sosial kepada pimpinan. Ada beberapa program kegiatan yang dilakukan oleh mahasiwa; bimbingan belajar, pembelajaran di Taman Pendidikan Al Qur’an, mengisi pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu, berkesenian, bantuan baju layak pakai, dan membantu di ladang masyarakat.

Bakti Sosial ini bertempatan dengan libur sekolah, sehingga waktu ini dimanfaatkan mahasiswa mengisi hari libur anak-anak dengan bimbingan belajar. Mereka mengisi kegiatan belajar, entah mengulang mata pelajaran yang sudah dipelajari atau pelenjaran yang akan dipelajarai. Atau sekedar berkumpul belajar sembil bermain.

Pembelajaran di Taman Pendidikan Al Qur’an, kegiatan ini menjadi ajang menerapkan inovasi pembelajaran pada anak-anak. Berdasarkan pengamatan kegiatan belajar dilakukan secara klasikal dan individual. Mereka mengenalkan kosa kata Arab dengan diiringi lirik lagu dan beberapa kalimat guyonan. Sepele kedengarannya jika dari kejauhan tetapi pembelajaran ini penuh dengan makna bagi anak-anak, bahwa pembelajaran bahasa tidak sulit dibuat kesan sederhana, sehingga memori anak dapat menerimanya dengan mudah, ada kesan unik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak yang akan terkesan cukup lama dalam ingatannya, mungkin sampai mereka dewasa.

Mengisi pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu. Merupakan bagian dari aplikasi ilmu dan pengetahuan mahasiswa. Pada kesempatan ini, mahasiswa harus siap mental berhadapan dengan orang dewasa yang belum dikenal. Menyiapkan materi sebagai pesan agama yang perlu disampaikan kepada masyarakat. Cara berkomunikasi agar pesan dapat sampai kepada masyarakat denga mudah. Memahami budaya dan tradisi masyarakat agar pesan agama dapat diterima. Kegiatan ini menjadi pentung karena mahasiswa dapat mengevaluasi kemampuannya. Mereka dapat mengukur dirinya dengan kebutuhan dan tuntutan yang masyarakat, sehingga dari kegiatan bakti social mahasiswa dapat memacu diri untuk terus belajar dalam menutupi kekuranggannya.

Hiburan seni, kegiatan ini dilaksanakan pada  acara tahun baru masehi. Kegiatan berkesenian dilakukan dalam rangka mengumpulkan masyarakat. Di sini mahasiswa dapat memperkenalkan diri tetang maksud dan tujuannya. Kegiatan berkesenian juga dapat menjadi medan budaya dan media dakwah, sebagaimana yang dilakukan oleh Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Disela kegiatan berkesenian pesan agama juga dapat disisipkan, terlebih ketika masyarakat dikategorikan dengan kelompok “Masyarakat Abangan.”

Bantuan baju layak pakai, mahasiswa mendapatkan bantuan baju dari pondok pesantren. Baju itu akan diberikan kepada masyarakat kurang mampu. Baju-baju tersebut dapat dimanfaatkan untuk banyak aktifitas. Misal: solat, kondangan, buwuh dan bekerja di ladang.

Membantu di ladang masyarakat, kegiatan ini terlihat sepele dan mungkin ada sebagian tidak sepakat dengan ini. Tapi aktifitas ini ada banyak manfaat yang dapat diambil. Ladang dapat menjadi medan budaya antara mahasiswa dengan masyarakat, akan terjalin interaksi dan komunikasi antara keduanya. Tidak semua masyarakat datang ke musalah/langgar/masjid, dengan aktifitas tersebut akan membantu mahasiswa untuk dikenal masyarakat. Membangun empati dan kepercayaan masyarakat, dengan dasar ini pesan dakwah dapat tersalurkan. Menghidari kesan eklusif dan elit, karena dalam padangan mahasiswa masuk kategori itu, sehingga tidak ada jarak lagi antara keduannya. Ketika mahasiswa dapat menyatu dengan masyarakat segala program akan mudah direalisasikan.

Bakti Sosial merupakan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi. Secara subtansi kegiatan ini sama dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang berbeda bakti social masuk kegiatan Ekstra Kulikuler sedangkan Kulian Kerja Nyata masuk kegiatan Ko Kulikuler. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan bakti social termasuk kategori mahasiswa “pilihan dan istimewa.” Kedepan mereka perlu mendapatkan perlakuan berbeda dalam pelaksanaan KKN, setidaknya mereka menjadi perancang program, eksekutor program dan evaluator program.

Pimpinan dan Mahasiswa foto bersama di lokasi baksos

Silaturrahim ke Rumah Kasun

Pimpinan memberi arahan peserta baksos saat kunjungan

Nobar dengan Warga Sekitar pada malam pergantian tahun




Mendekatkan Kampus dengan masyarakat melalui Festival al Banjari

WhatsApp Image 2017 12 24 at 13.46.16

Badan Eksekutif Mahasiswa dan Lembaga Center of Excellence Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri mengadakan Festival Al Banjari se Karesidenan Kediri pada hari Ahad (24/12/2017). Kegiatan ini dalam rangka Harlah IAIT Kediri ke 51 dan memperingati Maulid Nabi Muhammad.

Kegiatan bertempat di halaman kampus tepat pada pukul 12.00 acara dimulai. Peserta festival banjari diikuti 52 grup; 9 grup dari kota Kediri, 23 grup dari kabupaten Kediri, 20 grup dari kabupaten Nganjuk. Terjauh peserta yang hadir dari Kecamatan Sukomoro.

Festival ini dibagi menjadi 2 gelombang, pukul 12.00-17.00 diikuti 30 grup; dan pukul 19.00-22 00 dikuti 22 grup. Sampai tulisan ini dibuat festival masih berlangsung.

A. Jauhar Fuad selaku Wakil Rektor II menegaskan kegiatan festival ini disamping sebagai ajang kompetisi seni banjari juga menjadi ajang silaturahmi. Festival ini juga mengenalkan kampus IAI Tribakti pada masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan kegiatan ini banyak masyarakat yang berdatangan silih berganti untuk menyaksikan penampilan grup idolanya.

Kegitan seperti ini di IAI Tribakti kedepan perlu diperbanyak lagi, karena secara tidak langsung kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana mendekatkan kampus dengan masyarakat. Bisa juga dibuat regulasi bahwa setiap unit mahasiswa minimal melakukan satu kali kegiatan festival pada tiap tahunnya. (humas-iait)