UKM Excellent UIT Lirboyo Kediri Raih Juara Harapan III Hadrah al-Habsyi

Ukm excellent 1

Ukm excellent 2Kediri_ UKM Excellet mengukir prestasi pertama kali dengan meraih Juara terbaik VI ( Harapan III) dalam lomba Festival Habsyi Se-Eks Karesidenan Kediri dan Sekitarnya di Dusun Kutukan, Kunjang-Ngancar. Kegiatan kompetisi ini berlangsung untuk memperingati Harlah ke-10 Junudul Ahmad.

Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah berlangsung pada hari Sabtu (09/11/2025) dengan ditandai akhir dari kompetisi senin Islam yang kaya nilai budaya dan religious ini.

Fuad selaku delegasi dari UIT Lirboyo juga anggota UKM Excellent dalam grup hadarah mengungkapkan bahwa motivasi mengikuti lomba hadrah al-Habsyi salah sati keinginan mengenalkan UKM Excellent dan almamater kampus UIT Lirboyo secara luas dan ingin menunjukkan kompetensi yang selama ini terpendam. Sebelumnya UKM Excellent pernah mengikuti pertama kali mengikuti lomba Banjari di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Akan tetapi dengan kerjakeras UKM Excellent mendapatkan hasil memuaskan dengan Harapan III.

Ukm excellent 3Segenap Civitas Akademika UIT Lirboyo sangat bersukur atas pekembangan UKM ini yang berjalan 1 ½ ini dengan susah didirikan kembali dengan visi misi yang direkonstruksi ulang.

Jumahar selaku direktur UKM Excelelnt mengungkapkan, “Prestasi ini adalah hasil dari kedisiplinan, kerja keras dna kecintaan para teman-teman terhadap seni Islam. Meskipun meraih Harapan III, ini menunjukkan bahwa potensi mahasiswa UIT Lirboyo di bidang seni dan kegamaan diakui di tingkat kabupaten. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi di ajang selanjutnya untuk kami,”ujarnya.

Zuhriyah, selaku Pembina Excellent, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga pembinaan karakter. “Berharap melalui kegiatan seni Islami seperti Banjari, Habsyi ini, nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan mahasiswa semakin kuat. Proses latihan dan keikutsertaan ini kemenangan sejati bagi kami.”

Dengan kemenangan ini menjadi washilah UIT Lirboyo Kediri naik daun, UKM Excellent, dan pihak Pondok Pesantren keterbukaan dalam mengembangkan potensi santri-santrinya di kampus.

Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh mahasiswa UIT Lirboyo Kediri untuk terus mengembangkan minat dan bakat mereka, sekaligus melestarikan kesenian Islam merajut harmoni religious.




Mahasiswa PBA Ukir Prestasi Juara Harapan 1 MHQ Nasional

Hijau putih minimalis elegan ucapan selamat dan sukses instagram postSemarang_Muhammad Faiz Azmani, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIT Lirboyo Kediri, sosok pemuda pendiam dengan meniti Panjang jalanya sebagai penjaga Kalam Ilahi.

Mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab ini menorehkan Juara Harapan 1 dalam ajang Musabaqoh Hifdzil Qur’an Tingkat Nasional.

“Perjalanan Azmi di dunia tahfidz bukanlah kisah yang lahir seketika. Sebelum memasuki dunia akademisi perkuliahan, dia sudah mulai menghafal al-Qur’an sejak MTS hingga sekarang di pesantren. Tiba dia menjaga kalamullah al-Qur’an dan tabarrukan di Pesantren Maunah Sari, Bandar Kediri”.

Kompetisi ini dilaksanakan secara daring yang diadakan oleh UIN Walisongo Semarang. Keberhasilan yang diraih oleh Azmi merupakan prestasi pertama di UIT Lirboyo Kediri.  Segenap civitas pimpinan UIT Lirboyo Kediri turut apresiasi kompetisi MHQ dan seterusnya UIT Lirboyo menabung terus jumlah mahasiswa berprestasi bidang akademik dan non akademik. Keberhasilan ini tentu harus menjadi motivasi semangat dan pemicu mahasiswa HUFFADZ UIT Lirboyo lainnya.

 




Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab, Raih Juara Harapan 1 Bidang Tafsir Bahasa Arab

Agil firmansyah

Sulawesi_Mahasiswa Prodi Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIT Lirboyo Kediri, Muhammad Agil Firmansyah berhasil Juara Harapan 1 Kategori Tafisr Bahasa Arab pada kegitan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Sulawesi Selatan Tahun 2025 yang dilaksanakan pada tanggal 25-29 Oktober 2025.

Perjalanan Agil menuju podium juara tidaklah mudah. Ia harus melalui berbagai persiapan yang matang. Namun, dengan tekad yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak, Agil berhasil mengatasi semua rintangan dan mengharumkan nama almamaternya sekaligus perwakilan daerah untuk tahap selanjutnya.

Segenap civitas pimpinan UIT Lirboyo Kediri, mengucapkan syukur kepada ananda Muhammad Agil Firmanyah atas prestasi yang di raih ini. Ini adalah berkah yang tak terhingga dan menjadi bukti bahwa dengan usaha konsisten, kita bisa meraih apa yang kita cita-citakan.

Kemenangan inu membuktikan mahasiswa UIT Lirboyo memiliki potensi yang sangat besar. Kedepan, UIT Lirboyo menargetkan dapat mengirimkan lebih banyak delegasi pada ajang-ajang MTQ dan Tafsir Bahasa Arab atau Bahasa Inggris dengan persiapan lebih matang dan pembinaan berkelanjutan.

Harapannya, UIT Lirboyo Kediri menjadi pusat pengembangan mahasiswa dan santri Qur’ani di Lingkungan kampus UIT Lirboyo Kediri baik dari tingkat nasional dan Internasional.




Kritis dan Analitis, Mahasiswa PAI UIT Lirboyo Mengikuti Simposioum Nasional

Anggelitas 2

Anggelita 3Kediri_Untuk kesekian kalinya Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIT Lirboyo Kediri kembali mengikuti ajang kompetisi nasional pada Simposium Nasional. Simposium ini diselenggarakan UIN Syech Washil Kediri dengan tema “Pesantren dan Masa Depan Kemanusiaan: Sinergi Etika, Cinta, Pendidikan Islam, dan Keseimbangan Alam di Era Artifical Intelligence. Simposium ini digelar dengan beberapa susunan yakni seminar nasional dan Fokus Group Discussion (FGD).

Anggelita 1 Perkembangan ilmu pengetahuan tidak pernah menemui akhir. Ilmu pengetahuan selalu berkembang mengkuti perkembangan zaman. Sebagaimana mahasiswa UIT Lirboyo bernama Angellita Salsabila Prasidha dari prodi PAI semester 3 menjadi salah satu delegasi pada symposium tersebut. Anggelita mengangkat isu “Ta’allum Bil Qalb: Inovasi Pedagogi Berbasis Nilai Dan Cinta Terintegrasi Notion Ai Guna Humanisasi Pendidikan Pesantren Di Era Artificial Intelligence”. Isu yang diangkat mengindikasikan pada konsep pendidik di era AI yang lagi ramai dikalangan masyarakat dan social pendidikan, namun bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam dan Cinta dapat berintegrasi dalam penggunaanya.

Seminar ini dilaksanakan secara offline di UIN Syech Washil Kediri. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia. Keterlibatan mahasiswa dalam symposium nasional berguna untuk meningkatkan daya kritis, analitic, public speaking serta sebagai ajang evaluasi dalam penakaran mahasiswa dalam menguji kompetensi kepenulisan karya ilmiahnya.

Tujuan dari kampus UIT Lirboyo Kediri mendorong mahasiswa untuk mengikuti event ini yakni untuk meningkatkan kompetensi SDM UIT Lirboyo sendiri sekaligus juga kompetensi dosen dalam membimbing mahasiswa dalam literasi ilmiah. Dimana program ini juga menjelaskan bahwa UIT Lirboyo Kediri dapat meningkatkan kualitas lulusan melalui kegiatan serupa.




Mahasiswa UIT Lirboyo Kediri Terpilih Menjadi Presenter ICIE 2025 Surakarta

Ikbal 2

Ikbal

Rahmad IIkbal Devid, berkesempatan bertanya terhadap pemateri pada saat seminar internasional berlangsung.

SURAKARTA- Universitas Islam Raden Mas Said menyelenggarakan International Converence on Islamic Education and Instruction (ICIE 2025) di Gedung SBSN UIN Raden Mas Said pada Kamis, 23 Oktober 2025. Tiga mahasiswa Universitas Islam Tribakti lolos dalam penyeleksian abstrak karya tulis ilmiah mereka dalam penyeleksian ketat, dan kini berkesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka di acara conference tersebut. Tim ini dipimpin oleh Atika Nailah Syirva, mahasiswi Pascasarjana (PAI-3A), yang berperan sebagai Presenter utama kemudian kontribusi signifikan juga datang dari mahasiswa S1, Rahmad Ikbal Devid (PAI-A2 Semest. 7), yang menjabat sebagai author kedua sekaligus berpartisipasi sebagai precenter dalam acara tersebut. Serta, melengkapi tim, adalah Salma Mawaddah (HKI/7), mahasiswi yang menjadi author ketiga dalam karya ilmiah ini.

Acara tersebut merupakan konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta yang mengusung tema “Navigating a sustainable future: Leveragings technology to enhance science learning and foster innovation in Islamic education”, Konferensi ini diikuti oleh 447 presenter yang berasal dari 55 universitas dan 8 negara berbeda, menunjukkan antusiasme dan jangkauan internasional yang luas dalam memperkuat kolaborasi riset di bidang pendidikan Islam dan inovasi.

Keynote Speaker dalam acara ini yaitu, Prof. Dr. Toto Suharto, M.Ag (Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta). Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran teknologi dalam menciptakan masa depan pendidikan Islam yang berkelanjutan dan kompetitif. Beliau juga menekankan urgensi kolaborasi global dalam mengintegrasikan teknologi dan sains ke dalam sistem pendidikan Islam, sebagai upaya memperkuat relevansi dan daya saing keilmuan di era digital. Selanjutnya welcoming speech oleh Prof. Dr. Fauzi Muharom, M.Ag (Dekan Fakultas Tarbiyah).

Dalam rangka memperkaya wacana ilmiah, ICIEI menampilkan sejumlah tokoh akademik terkemuka yang memberikan pandangan inovatif dalam bidang pendidikan Islam dan pengembangan teknologi, yaitu Prof. Christopher Johnstone, Ph.D (University of Minnesota, USA), Assoc. Prof. Dr. Anas Tajudin (Chief Executive, Olympia Education Group, Malaysia), Prof. Dr. Sutanto, S.Si., DEA (Universitas Sebelas Maret, Indonesia).

First Speaker oleh Prof. Christopher Johnstone, Ph.D (University of Minnesota, USA). Beliau menyampaikan bahwa penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan merupakan wilayah baru yang memerlukan kehati-hatian dan pertimbangan etis. Pemanfaatan AI harus selalu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, menjadi alat yang mendukung proses belajar, bukan menggantikannya. Jika AI justru menghambat perkembangan kemampuan berpikir kritis atau kemandirian peserta didik, penggunaannya perlu dibatasi. Narasumber juga menekankan pentingnya transparansi dan dialog terbuka dalam merespons perubahan budaya yang muncul akibat kemajuan teknologi, serta menegaskan bahwa proses belajar tetap harus memberi ruang bagi “pergulatan mental” yang membentuk karakter dan kedalaman intelektual peserta didik.

Second speaker oleh Assoc. Prof. Dr. Anas Tajudin (Chief Executive, Olympia Education Group, Malaysia). Beliau menegaskan bahwa kemajuan pendidikan bertumpu pada tiga pilar utama: keadilan, inovasi, dan kolaborasi. Keadilan (equity) menjadi fondasi agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara dan inklusif, tanpa ada yang tertinggal. Inovasi (innovation) berperan menjaga relevansi dan kemajuan pendidikan di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi, melalui pembaruan dalam metode, kurikulum, dan pendekatan belajar. Sementara itu, kolaborasi (collaboration) menjadi kunci dalam membangun ketangguhan dan kemakmuran bersama melalui sinergi antarpendidik, lembaga, dan masyarakat. Dengan demikian, paradigma narasumber menempatkan keadilan sebagai dasar, inovasi sebagai penggerak, dan kolaborasi sebagai penguat menuju sistem pendidikan Islam yang adaptif dan berkelanjutan.

Third speaker oleh Prof. Dr. Sutanto, S.Si., DEA (Universitas Sebelas Maret, Indonesia). Beliau memaparkan bahwa integrasi antara spatial clustering (K-Means) dan network optimization (MST) dapat menjadi pendekatan matematis dan sosial yang mendukung desain perkotaan berkelanjutan. Melalui keterhubungan antara warisan sejarah masjid dan inovasi lingkungan, Surakarta berpotensi membangun jaringan ekologi religius yang mencerminkan nilai iman dan ketangguhan. Paradigma ini menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan seharusnya tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga berakar pada spiritualitas dan kearifan budaya lokal.

Atika Nailah Syirva Bersama Rahmad Ikbal Devid dan Salma Mawaddah, memaparkan artikel dengan judul Efektivitas Kebijakan Pembatasan Plastik Sekali Pakai dalam Mendukung Keberlanjutan Lingkungan di Kota Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Walikota Kediri No. 30 Tahun 2023 telah dilakukan dengan cukup baik oleh sejumlah usaha modern seperti minimarket dan pusat perbelanjaan. Namun, kepatuhan dari usaha kecil seperti warung makan, restoran, dan pedagang makanan masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang lebih intensif, dukungan insentif, dan penegakan hukum yang konsisten agar kebijakan ini dapat berjalan optimal dan benar-benar mendukung keberlanjutan lingkungan di Kota Kediri.

Dengan lolosnya karya mereka, ketiga mahasiswa UIT ini membuktikan bahwa semangat penelitian dan kontribusi ilmiah di kampus Lirboyo sangat tinggi. Partisipasi Atika, Rahmad, dan Salma merupakan langkah nyata UIT dalam ikut serta merancang “peta jalan” bagi kemajuan Pendidikan Islam di masa depan yang serba kompleks dan digital. Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh civitas akademika Universitas Islam Tribakti. Hasil dari konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan dan model pembelajaran baru yang akan memajukan pendidikan Islam di era revolusi industri 5.0