Pembentukan Asosiasi Psikologi Islam (API) Wilayah Jawa Timur

WhatsApp Image 2018 10 30 at 13.18.33

Sabtu, 20 Oktober 2018 diruang sidang SENAT Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang telah diselenggarakan pertemuan khusus bagi anggota API. Adapun rangkaian acaranya sebagai berikut:

  1. Kuliah Umum “ Perkembangan Psikologi Islam: Peluang dan Tantangannya” oleh Prof. Dr. Abdul Mujib selaku ketua Dewan Pakar Asosiasi Psikologi Islam sekaligus Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  2. Sosialisasi Asosiasi Psikologi Islam (API).
  3. Pembentukan API Wilayah Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut, dosen Institut Agama Islam (IAI) Tribakti Kediri turut hadir dan berpartisipasi aktif yaitu ibu Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi, Psikolog, ibu Wahyu Utami, M.Psi, dan ibu Mentari Marwa, MA.

Asosiasi Psikologi Islam (API) merupakan lembaga dibawah naungan HIMPSI dengan fokus peminatan pada Psikologi Islam. Berdiri sejak tahun 2002 dengan nama Asosiasi Psikologi Islami, pada konferensi tahun 2015 nama tersebut dirubah menjadi Asosiasi Psikologi Islam (API) yang diresmikan HIMPSI melalui SK No. 009/SK-PP-HIMPSI/III/2016 dan terus berkembang hingga saat ini.

Adapun organisasi serupa sebagai wadah bagi peminatan psikologi diantaranya yaitu: Ikatan Psikologi Klinis (IPK), Ikatan Psikologi Sosial (IPS), Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia (IPPI), Ikatan Psikoterapis Indonesia, Ikatan Psikologi Olahraga (IPO), Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (APIO), Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia (APPI), Asosiasi Psikologi Sekolah Indonesia (APSI), Asosiasi Psikologi Kristiani (APK), Asosiasi Psikologi Kesehatan Indonesia, Asosiasi Psikologi Penerbangan Indonesia, Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR), Asosiasi Psikologi Militer Indonesia (APMI), Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (Ap2I).

Ketua API pusat saat ini adalah bapak Prof. Drs. Subandi, MA, Ph.D, Psikolog yang sekretariatnya terletak di Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia Jalan Kaliurang KM 14.5 Sleman Yogyakarta. Perkembangan API semakin pesat, hingga dirasa dibutuhkan untuk dibentuk kepengurusan API di wilayah Jawa Timur. Anggotanya bisa dari jenjang S1, S2, S3 yang memang memiliki peminatan pada bidang Psikologi Islam. Sedangkan untuk mendaftarkan diri menjadi anggota, cukup diproses pada HIMPSI wilayah.

Pembentukan API wilayah Jawa Timur masih butuh banyak penataan, sehingga dilanjutkan komunikasi intens di group whatsapp dengan anggota dari berbagai lembaga di wilayah Jawa Timur yang sama-sama memiliki peminatan pada bidang Psikologi Islam sebelum diagendakan kongres pembentukan dan peresmian kepengurusan Asosiasi Psikologi Islam (API) Wilayah Jawa Timur. (BMR)
Learn more




PELANTIKAN DAN RAPAT KERJA PENGURUS HIMPSI KEDIRI RAYA PERIODE 2018 – 2023

IMG 20180831 WA0034

Rabu, 29 Agustus 2018 di gedung rektorat Lt.IV IAIN Kediri telah menjadi sejarah baru bagi perkembangan organisasi profesi psikologi, khususnya di wilayah Jawa Timur. Sebab, pada hari itu telah secara resmi dilakukan pelantikan pengurus HIMPSI Cabang Kediri Raya sebagai tindak lanjut dari rencana besar rekan-rekan yang berkecimpung di bidang psikologi untuk membentuk organisasi profesi psikologi di tingkat cabang. Turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, yaitu Ibu Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi, Psikolog dari Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri yang juga sekaligus sebagai Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat dan Tanggung Jawab Sosial pada kepengurusan HIMPSI Cabang Kediri Raya.

Acara berlangsung dengan sangat hitmat, yang didesign dengan suasana kekeluargaan.Diawali dengan perkenalan anggota yang dipimpin langsung oleh ketua HIMPSI Cabang Kediri Raya, Bapak Imron Muzakki, M.Psi, Psikolog. Suasana yang hangat tersebut menjadi spirit bersama dalam mengikuti acara berikutnya yaitu Diskusi Bersama dengan tema “Konseling Psikoseksual”. Berjalannya diskusi dipimpin oleh Ibu Tatik Imadatus S, M.Psi, Psikolog. Diskusi sebagai ajang sharing pengetahuan dan pengalaman sesama ilmuan dan praktisi psikologi. Materi disadur dari workshop psychosexual counselling dengan pembicara Prof. Dr. Sawitri Supardi Sadarjoen, Psikolog.

Acara inti, yaitu pelantikan pengurus HIMPSI Cabang Kediri Raya dimulai pada pukul 10.30 WIB. Dipandu oleh Ibu Fatma Puri Sayekti, M.Psi, Psikolog. Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Psikologi. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, dan dibuka langsung oleh Rektor IAIN Kediri, Bapak Dr. H. Nur Chamid, MM. Proses pelantikan dilakukan dengan pembacaan SK Pengurus HIMPSI Cabang Kediri Raya oleh ketua HIMPSI Wilayah Jawa Timur, Bapak Ilham Nur Alfian, M.Psi, Psikolog. Dilanjutkan dengan penyerahan SK secara simbolik kepada ketua HIMPSI Cabang Kediri Raya dan Rektor IAIN Kediri, yang mana kantor sekretariat organisasi profesi ini berada di kampus IAIN Kediri.

Akhir acara, adalah rapat kerja. Dipimpin oleh ketua dan sekretaris HIMPSI Cabang Kediri Raya, Bapak Imron dan Ibu Inneke Yuliana, M.Psi, Psikolog. Didahului dengan wacana program dan kinerja HIMPSI Wilayah Jawa Timur dan cabang lainnya, HIMPSI Cabang Kediri Raya membahas isu-isu kontemporer dan grand program kepengurusan. Program Pengurus HIMPSI Cabang Kediri Raya akan diplenokan dan disahkan pada pertemuan rutin 1 bulan kedepan. Kegiatan ini ditutup dengan do’a dan diakhiri dengan photo bersama.

Learn more




MUSCAB HIMPSI Kediri Raya

WhatsApp Image 2018 05 20 at 10.50.24 (1)

Sebagai tindak lanjut dan puncak perwujudan komitmen Psikolog se-Karesidenan Kediri dalam upaya membentuk HIMPSI cabang Kediri untuk menghimpun anggota di daerah Kediri dan sekitarnya, pada tanggal 15 Mei 2018 telah diselenggarakan Musyawarah Cabang (MUSCAB) HIMPSI cabang Kediri di VIVA Hotel Kediri City, jalan Letjend S. Parman No 86 Pesantren, Tosaren, Kediri.

Acara diawali dengan seminar yang mengambil tema “Langkah Mengembangkan Kemapuan Interpersonal Anak” dengan pembicara Rudi Tri Prasetyo, M.Psi., Psikolog. Seminar berlangsung dengan baik. Audien terdiri dari psikolog, alumni psikologi, dan mahasiswa aktif di psikologi dari berbagai kampus di daerah Kediri dan sekitarnya. Turut berpartisipasi pula psikolog, dosen, dan mahasiswa dari Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri.

Tepat pukul 10.30 WIB, pembukaan MUSCAB HIMPSI cabang Kediri dimulai. Rangkaian pembukaan dimulai dari penyambutan pengurus HIMPSI wilayah Jawa Timur beserta jajarannya, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars HIMPSI, dan diakhiri dengan simbol pembukaan MUSCAB HIMPSI cabang Kediri oleh wakil rektor 1 IAIN Kediri.

MUSCAB HIMPSI cabang Kediri terasa sempurna dengan kehadiran ketua majlis HIMPSI wilayah Jawa Timur, Bapak Drs. Zainal Abidin, M. Si., Psikolog beserta anggota yang diwakili oleh Ibu Dra. Jennie Chriswatie, Psikolog. Ketua HIMPSI wilayah Jawa Timur, Bapak Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikolog beserta anggotanya.

Pada sambutan pembukaan, bapak Wakil Rektor 1 IAIN Kediri memberikan dukungan penuh atas terbentuknya kepengurusan HIMPSI cabang Kediri. Beliau juga menyampaikan kesiapan IAIN Kediri sebagai basis dari sekretariat HIMPSI cabang Kediri. Namun, ada usulan istilah yang beliau kemukaan langsung di depan majlis dan pengurus HIMPSI wilayah Jawa Timur dan seluruh peserta MUSCAB, yaitu penggantian istilah “se-Karesidenan Kediri” menjadi “Kediri Raya”. Hal tersebut langsung disepakati dan disetujui oleh semua yang berada di dalam forum tersebut. Bacaan basmallah dan ketuk palu 3x menjadi simbol dibukanya MUSCAB HIMPSI cabang Kediri dan ditutup dengan bacaan Hamdallah.

Tepat pukul 11.30 WIB sidang MUSCAB HIMPSI cabang Kediri dimulai. Ketua panitia membacakan TATIB MUSCAB/ Sidang Organisasi. Adapun agenda utama dalam sidang adalah memilih ketua HIMPSI cabang Kediri beserta usulan program. Peserta yang memiliki hak suara dalam MUSCAB ini adalah anggota HIMPSI yang terdaftar di SIK dan pengurus HIMPSI wilayah Jawa Timur. Perwakilan dari IAI Tribakti yang turut memberikan suara adalah Ibu Uswatun Hasanah, M. Psi dan Ibu Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi., Psikolog.

Adapun susunan agenda MUSCAB HIMPSI cabang Kediri yaitu pembukaan, pemilihan bakal calon, penyartaan kesediaan bakal calon, pemilihan ketua, dan diakhiri dengan sambutan ketua terpilih. Bapak Agus Purnomo, M.Psi., Psikolog dan bapak Hanis terpilih menjadi ketua dan sekretaris sidang. Ketua dan sekretaris terpilih memimpin berjalannya sidang dengan baik. Dalam pemilihan bakal calon, terpilih 5 orang, yaitu:

NO. NAMA JUMLAH SUARA
1. Imron Muzakky, M.Psi., Psikolog 20
2. Rudi Tri P, M.Psi., Psikolog 5
3. Inneke Yuliana, M.Psi., Psikolog 3
4. Tatik Imadatus S., M.Psi., Psikolog 2
5. Syafrudin Faisal T, M.Psi., Psikolog 1

Dari bakal calon yang terpilih hanya 1 yang memenuhi syarat dan bersedia dicalonkan menjadi ketua, yaitu bapak Imron. Namun, beliau juga memiliki syarat sebelum menyatakan kesediaannya, yaitu seluruh peserta bersedia bergabung, aktif, dan turut berpartisipasi dalam HIMPSI cabang Kediri Raya. Syarat tersebut langsung disetujui dan dijawab serentak oleh peserta sidang, dianjutkan dengan penandatanganan kesediaan menjadi calon ketua HIMPSI cabang Kediri Raya oleh bapak Imron.

Karena calon ketua hanya 1 orang, maka bapak Imron Muzakky, M.Psi., Psikolog terpilih menjadi ketua HIMPSI cabang Kediri Raya secara aklamasi. Dalam sambutan beliau, visi dan misi HIMPSI cabang Kediri Raya akan menyesuaikan dengan visi dan misi HIMPSI wilayah Jawa Timur yang akan disesuaikan dengan skala cabang dan melihat siklus daerah. Utamanya, sebagai organisasi yang baru berdiri akan berusaha meningkatkan konektifitas, menyelesaikan masalah-masalah psikologis di daerah, dan tentunya secara continew.

Setelah sambutan ketua terpilih, tidak luput juga ada sambutan dan pengarahan dari majlis dan ketua HIMPSI wilayah Jawa Timur. Ketua majlis HIMPSI wilayah Jawa Timur, bapak Zainal  mengingatkan bahwa kode etik psikologi harus di jaga dan diamalkan. Jangan sampai terlena, misalkan dengan bangga menjadi profesi psikologi akhirnya kurang dalam berhati-hati. Yang sering terjadi, dengan sengaja atau tidak profesi psikologi membawa alat tes atau hasil tes, baik hasil dari klien maupun praktikum kemana-mana. Mereka itu rahasia, maka harus ditaruh di tempat yang semestinya tanpa proses memindah-mindahkan atau membawa kemana-mana yang tidak perlu.

Ketua HIMPSI wilayah Jawa Timur, bapak Ilham memberikan banyak informasi tentang perkembangan organisasi profesi. Termasuk perkembangan sekarang, HIMPSI pusat sedang menyusun RUU profesi psikologi untuk mengatur dan melindungi profesional psikologi yang merupakan salah satu dari 12 tenaga kesehatan di Indonesia. HIMPSI pusat juga sedang menyusun perubahan AD/ ART HIMPSI yang termasuk didalamnya mengatur afisiliasi psikologi kaitannya dengan kementerian dan lembaga lainnya. Misalnya, psikologi klinis dengan kementerian kesehatan, PIO dengan kementerian ketenagakerjaan, psikologi pendidikan dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Tidak lupa bapak Ilham juga mengingatkan untuk susunan pengurus segera di bentuk dan maksimal 1 bulan kedepan SK kepengurusan HIMPSI cabang Kediri Raya harus sudah disahkan. Bertindak cepat, dalam acara MUSCAB kemarin langsung dilakukan musyawaroh tentang susunan kepengurusan dengan dipimpin langsung oleh ketua HIMPSI cabang Kediri Raya.

Susunan Pengurus
HIMPSI Cabang Kediri Raya
Periode 2018 – 2023

Penasehat : Dra. Jennie Chriswatie, Psikolog
Ketua : Imron Muzakki, M. Psi., Psikolog
Wakil Ketua : Rudi Tri Prasetyo, M. Psi., Psikolog
Sekretaris : Inneke Yuliana, M. Psi., Psikolog
Bendahara : Tatik Imadatus S., M. Psi., Psikolog

 

Koordinator Bidang
Bidang I Data dan Layanan Anggota Novi Wahyu, M. Si., Psikolog (IAIN Kediri)
Bidang II
Pendidikan Berkelanjutan dan Pelatihan Psikologi
Agus Purnomo, M. Psi., Psikolog (IAIN Kediri)
Bidang III
Sertifikasi dan Izin Psikologi
Ayu Imasria, M. Psi., Psikolog (IAIN Tulungagung)
Bidang IV
Pemantauan dan Evaluasi Pelayanan Jasa dan Praktek Psikologi
Kristika, M. Si., Psikolog (RSUD Gambiran)
Bidang V
Pengabdian Masyarakat dan Tanggung Jawab Sosial
Beti Malia Rahma Hidayati, M. Psi., Psikolog (IAIT Kediri)
Bidang VI
Humasy dan Promosi Psikologi
Nuril Bariroh, M. Psi., Psikolog
(Nganjuk)




Silaturrahim Psikolog Se-Karesidenan Kediri

WhatsApp Image 2018 05 07 at 11.17.04

Kamis, 26 April 2018 telah dilaksanakan kegiatan Pra-Muscab HIMPSI Kediri di IAIN Kediri, yang dihadiri oleh perwakilan psikolog se-Karesidenan Kediri. Perwakilan yang hadir adalah psikolog yang bekerja di berbagai instansi, seperti rumah sakit, perguruan tinggi, biro psikologi, terapis, dan lain sebagainya. Psikolog dari Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri juga turut hadir dalam kegiatan tersebut, diwakili oleh Ibu Beti Malia Rahma Hidayati, M.Psi., Psikolog. Beliau adalah dosen yang sekaligus juga sebagai Koord. Laboratorium dan Layanan Psikologi di IAIT Kediri.

HIMPSI merupakan organisasi profesi psikologi di Indonesia yang menjadi wadah berhimpunnya profesional psikologi (Sarjana Psikologi, Magister Psikologi, Doktor  Psikologi dan Psikolog). Saat ini ini kepengurusan HIMPSI selain di pusat, juga memiliki kepengurusan HIMPSI di wilayah dan organisasi ikatan minat/ asosiasi sebagai wadah untuk profesional yang memiliki minat dan praktik yang sama.

Acara tersebut diadakan sebagai langkah kongkrit dalam mewujudkan terbentuknya HIMPSI cabang Kediri, setelah beberapa langkah sebelumnya telah dilalui oleh psikolog se-Karesidenan Kediri dalam mengupayakan terbentuknya HIMPSI cabang Kediri. Komunikasi intens terus dilakukan, meskipun tidak berjumpa secara langsung karena kesibukan masing-masing, telah terbentuk Group WA sejak bulan September 2017 sebagai media komunikasi psikolog se-Karesidenan Kediri.

Pra Muscab yang dikemas dengan kegiatan silaturrahim psikolog se-Karesidenan Kediri dan persiapan musyawarah cabang 2018 ini dihadiri oleh Ibu Dra. Jennie Chriswatie, Psikolog selaku anggota Majlis HIMPSI Jawa Timur, pada periode sebelumnya beliau juga pernah menjabat sebagai ketua Majlis HIMPSI Jawa Timur. Pada forum silaturrahim kemaren, Ibu Jennie sempat memberikan sambutan dengan menekankan bahwa poin utama dalam pembentukan HIMPSI cabang baru adalah tidak lepas dari kode etik. Selama kita tetap berjalan sesuai dengan kode etik, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan bahwa yang kita lakukan adalah salah. Beliau juga secara langsung mendeklarasikan diri bersedia menjadi penasehat HIMPSI cabang Kediri. Hal tersebut langsung disambut tepuk tangan kebanggaan oleh seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Acara silaturrahim dimulai pukul 10.00 WIB yang dipandu oleh MC acara pembukaan yaitu Fatwa Puri Sayekti, M.Psi., Psikolog sekaligus dosen di IAIN Kediri. Acara dibuka langsung oleh rektor IAIN Kediri, yaitu Bapak Dr. Nur Chamid, MM. Masih dalam rangkaian pembukaan, peserta juga bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza dan mars HIMPSI secara khitmad.

Setelah sambutan panitia dan beberapa sambutan dari orang-orang yang berperan dalam terlaksananya kegiatan silaturrahim tersebut, forum dihandle oleh moderator acara, yaitu Ibu Novi sekaligus juga dosen di IAIN Kediri untuk memandu acara hearing dan diskusi terkait Muscab.

Pada season ini, pembicara hearing adalah Bapak Ilham Nur Alfian, M.Psi., Psikolog selaku ketua HIMPSI Jawa Timur dan Ibu Jenni. Pada kesempatan tersebut, Bapak Ilham memberikan beberapa wawasan tentang pendirian HIMPSI cabang baru, yang ternyata memang belum ada AD/ART yang mengatur tentang hal tersebut. Namun, pendirian HIMPSI cabang baru memang tidak bisa dihindari lagi. Kebutuhan untuk membuka cabang sudah sangat dirasakan bersama, sebab semakin berkembangnya keilmuan psikologi dan semakin bertambah banyaknya lulusan psikologi dan psikolog, serta lokasi yang cukup luas, membuat hal tersebut harus segera ditindaklanjuti. Sebelumnya, HIMPSI Jawa Timur telah meresmikan pembentukan HIMPSI cabang pertama di Malang dan cabang kedua di Jember, disusul dengan cabang ke tiga di Bangkalan. Sekarang, HIMPSI wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat juga sudah mulai membuka cabang.

Data yang disapaikan oleh ketua HIMPSI Wilayah Jawa Timur, bahwa tiga terbesar anggota HIMPSI adalah DIY diurutan pertama, Bandung/ Jawa Barat diurutan kedua, dan Jawa Timur diurutan ke tiga. Nampaknya, psikolog dari Jawa Timur sangat antusias dalam pengembangan diri dan organisasi, sehingga dengan segera terbentuklah HIMPSI cabang diberbagai daerah di wilayah Jawa Timur. Dengan nada bercanda, Bapak Ilham sempat mengutarakan pendapatnya bahwa sebenarnya psikolog di DIY dan Jawa Barat adalah orang-orang yang berasal dari Jawa Timur yang kebetulan menempuh pendidikan dan profesi psikologi di DIY dan Jawa Barat, sehingga setelah mereka lulus, mereka kembali lagi ke Jawa Timur.

Sebentar lagi, HIMPSI pusat akan punya “gawe”, yaitu kongres HIMPSI Pusat XIII yang akan dilaksanakan di Bandung pada tanggal 6,7,8 September 2018. Dalam kegiatan tersebut juga akan disisipkan workshop, temu ilmiah nasional, dan call for papers oleh ilmuan dan praktisi psikologi. Peluang banyak tahu tentang perkembangan psikologi ada di sana. Diharapkan, saat pelaksanaan kongres tersebut HIMPSI cabang Kediri sudah terbentuk dan bisa ikut andil di dalam forum tersebut.

Sekilas informasi tentang kinerja HIMPSI Cabang Jawa Timur yang sudah dilakukan adalah melakukan perpanjangan SIPP yang sudah tidak lagi terpusat di Surabaya sebagai kantor HIMPSI Jawa Timur, tetapi sudah bisa dilakukan di cabang, seperti yang telah dilakukan oleh cabang Malang, bahkan sudah pernah dilakukan 2x, dan rencananya minggu ini akan diadakan perpanjangan SIPP di cabang Jember. Sementara ini sudah ada 12 orang peserta untuk perpanjangan SIPP di Jember. Jika nanti cabang Kediri telah terbentuk, maka ketika ada kegiatan perpanjangan SIPP tidak lagi harus ke Surabaya, tapi bisa dilakukan di Kediri dengan reviwer yang datang ke Kediri.

Tuntutan profesional sekarang juga terus meningkat, seorang praktik psikologi selain harus memiliki SIPP, SSP, juga harus punya STR/ sertifikat setara. Untuk melindungi kinerja profesional, sekarang sedang dikembnagkan rancangan RUU profesi Psikologi. Nantinya, yang bisa tergabung dalam keanggotaan HIMPSI cabang Kediri tidak harus bergelar psikolog, tapi juga ilmuan, dan alumni psikologi.

Yang perlu diperhatikan, semua anggota harus terdaftar pada SIK (Sistem Informasi Keanggotaan) jika ingin punya hak suara di Muscab. Untuk tamu atau peserta umum boleh juga menyaksikan jalannya kegiatan Muscab, namun tidak memiliki hak suara. Dalam struktur kepengurusan cabang HIMPSI, ketua tidak harus seorang psikolog. Boleh dari ilmuan atau yang lain.

Ketua HIMPSI Jawa Timur menghimbau untuk memastikan tanggal Muscab paling tidak 2 (dua) minggu sebelumnya agar panitia bisa diresmikan dan lancar dalam pengkondisian peserta yang hadir. Selain tentang kepastian tanggal, disinggung juga tentang rangkaian kegiatan yang seyokyanya kegiatan Muscab diawali dengan pelatihan/ seminar/ workshop baru dilanjutkan dengan kegiatan pembentukan pengurus HIMPSI cabang Kediri. Sebelum kegiatan silaturrahim ditutup, pelaksanaan Muscab telah dipastikan, yaitu akan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2018, dengan undangan anggota HIMPSI dari Kediri, Nganjuk, Blitar, dan Tulungagung. Surat ijin untuk anggota HIMPSI akan dikeluarkan lagsung oleh HIMPSI Jatim.

Kegiatan Silaturrahim Psikolog se-Karesidenan Kediri dan Persiapan Musyawaroh Cabang (Muscab) 2018, diakhiri pada pukul 12.00 WIB dengan acara ramah tamah sebagai tanda penutupan acara.




Belajar Mandiri dari Gethuk Pisang Kediri

Mahasiswa semester 6 Fakultas Dakwah Program Studi Psikologi Islam dan Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri Ahad, 08/04/2018 mengadakan kunjungan lapangan kerumah produksi Gethuk Pisang Sumber Madu Mojo Kediri bersama dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan Mentari Marwa, M.A dan didamping Ketua Prodi Psikologi Islam Wahyu Utami, M.Si.

Kunjungan lapangan dilakukan guna menimba ilmu dan pengalaman berharga kepemilik rumah produksi gethuk pisang yaitu pak Sadjiran, selama 7 tahun beliau bekerja kepada tukang gethuk lain sambil menimba ilmu bisnis gethuk pisang sampai mampu membangun rumah produksi gethuk pisang sendiri pada tahun 2010 silam.

Selama 8 tahun perjalanan bisnis beliau, tak sedikit aral merintang entah itu modal awal produksi, sampai naik turun harga bahan baku pun menjadi kisah tersendiri untuk memandirikan loyalitas harga produk. Cara menghadapai persaingan bisnis gethuk juga menjadi pengalaman menarik pak Sadjiran yang dibagikan kepada para mahasiswa. Kendala yang dihadapi tak menyulut beliau untuk menutup bisnisnya terbukti sampai sekarang gethuk pisang beliau tatap eksis di pasaran dengan merk “Sumber Madu” dan memiliki 7 karyawan, serta omset Rp. 20.000.000/bulan, bahkan kala di hari raya bisa mencapai Rp. 50.000.000.

Dalam obrolan santai, mahasiswapun melontarkan berbagai pertanyaan seputar usaha yang ditekuni pak Sadjirah, dan beliau dapat menjawab dengan baik, ada pertanyaan dari mahasiswi (Anazhiroh) “Bapak, kok gethuk pisang bapak masih eksis ya, walau sudah 8 tahun dan banyak persaingan? Apa ada kiat-kiat tertentu pak?” “Kulo mboten saget maringi ngilmu, yo sing penting telaten, kerja keras, njih telaten mbak” tutur pak Sadjiran. (saya tidak bisa memberikan ilmu, yang penting telaten, kerja keras, ya telaten mbak!). Acara kunjungan diakhiri dengan serah terima sertifikat dan photo bersama. (KangRasun)