Dosen UIT Lirboyo Angkat Isu Ekologi Islam di Forum Internasional MUTUN 2025

JOMBANG — Sejumlah dosen Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri berpartisipasi sebagai pembicara dalam Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) 2025 yang diselenggarakan oleh Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Pesantren Tebuireng, Jombang, pada 13–14 Desember 2025. Forum ilmiah berskala internasional ini mengusung tema “Eko-Sunnah dan Krisis Ekologi Global: Formulasi Kontribusi Islam melalui Hadis untuk Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.
MUTUN 2025 diikuti oleh ulama, akademisi, dan peneliti dari berbagai negara sebagai upaya merespons krisis ekologi global melalui khazanah turats Islam, khususnya Al-Qur’an dan hadis. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara nilai-nilai keislaman dan tantangan pembangunan berkelanjutan.
Tiga dosen UIT Lirboyo Kediri tampil sebagai pembicara, yakni Dr. H. Abbas Sofwan Matla’il Fajar, S.H.I., LL.M., Dr. Aziz Miftahus Surur, Lc., M.Ag., dan Dr. Didik Andriawan, M.Th.I. Keterlibatan mereka mencerminkan kontribusi aktif perguruan tinggi pesantren dalam pengembangan wacana keislaman kontemporer, terutama pada isu ekologi, etika lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Dr. H. Abbas Sofwan Matla’il Fajar bersama Prof. Dr. Fachruddin Majeri Mangunjaya, M.Si. dari Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (PPI UNAS) Jakarta, mempresentasikan makalah berjudul “The Making of Al-Mizan Covenant in Islamic Perspective in Response”. Paparan tersebut menekankan prinsip al-mīzān (keseimbangan) sebagai fondasi etis dan teologis dalam Islam untuk menjaga harmoni antara manusia, alam, dan pembangunan, sekaligus sebagai respons Islam terhadap krisis lingkungan global.

Sementara itu, Dr. Didik Andriawan, M.Th.I. menyampaikan makalah berjudul “Formulation of an Islamic Eco-Theology: Integrating Qur’anic Khilāfah and Prophetic Conservation Ethics for a Theological Basis Supporting Sustainable Development Initiatives”. Ia menegaskan bahwa konsep khalīfah fī al-arḍh dalam Al-Qur’an, jika dipadukan dengan etika konservasi Nabi Muhammad saw., dapat dirumuskan sebagai basis teologi ekologi Islam yang relevan untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Adapun Dr. Aziz Miftahus Surur, Lc., M.Ag. mempresentasikan kajian bertajuk “Ekoteologi dalam Hadis Nabi: Studi atas Anjuran Menanam Pohon sebagai Wujud Ibadah Sosial”. Dalam pemaparannya, ia menyoroti hadis-hadis Nabi yang mendorong penanaman pohon dan pelestarian lingkungan sebagai bentuk ibadah sosial bernilai jariyah, sekaligus landasan moral dan spiritual dalam menghadapi krisis ekologi kontemporer.
Selain dosen, sejumlah mahasiswa UIT Lirboyo Kediri turut hadir sebagai peserta dalam forum internasional tersebut. Partisipasi aktif sivitas akademika UIT Lirboyo dalam MUTUN 2025 menegaskan peran strategis perguruan tinggi pesantren dalam menjembatani khazanah turats Islam dengan tantangan global masa kini.
Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan, rekomendasi dan praksis keilmuan yang berkontribusi pada penguatan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin serta mendorong pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.









