Kajian Gender UIN SMH Banten Hadirkan Ketua PSGA UIT Lirboyo Kediri Bahas Perlawanan Kekerasan Seksual Digital

0
287
2.1

Serang — Pusat Studi Gender, Anak, dan Difabel (PSGAD) LP2M UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menggelar Kajian Gender bertema “Mewujudkan Keluarga Sakinah dan Perempuan Tangguh di Era Digital: Lawan Kekerasan Seksual”, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang akademik reflektif untuk merespons meningkatnya tantangan kekerasan seksual berbasis digital yang kian kompleks di tengah masyarakat.

Kajian gender tersebut menghadirkan Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, Amalia Rosyadi Putri, S.Kom.I., M.Med.Kom., C.PS., sebagai narasumber utama. Kegiatan berlangsung dengan kehadiran lengkap pimpinan UIN SMH Banten, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, hingga pimpinan unit dan lembaga, yang menunjukkan dukungan struktural terhadap agenda pengarusutamaan gender dan pencegahan kekerasan seksual. Acara pun dibuka oleh Rektor, yakni Prof. Dr. H. Muhammad Ishom, M.A.

2.2

Dalam paparannya, Amalia Rosyadi Putri menguraikan bahwa kekerasan seksual di era digital tidak hanya berwujud tindakan eksplisit, tetapi juga hadir dalam bentuk relasi kuasa yang timpang, normalisasi pelecehan di media sosial, serta penyalahgunaan teknologi komunikasi. Ia menegaskan bahwa ruang digital telah menjadi medan baru yang menuntut pendekatan pencegahan berbasis keluarga, pendidikan, dan institusi.

2.5 2.3

“Keluarga sakinah memiliki peran strategis sebagai benteng awal dalam membangun ketahanan moral, psikologis, dan digital, khususnya bagi perempuan dan anak. Tanpa penguatan dari hulu, upaya pencegahan akan selalu bersifat reaktif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan perempuan sebagai subjek aktif dalam ekosistem digital, bukan sekadar objek perlindungan. Menurutnya, perempuan yang tangguh secara literasi digital dan kesadaran hak akan lebih mampu mengenali, menolak, serta melaporkan berbagai bentuk kekerasan seksual berbasis online.

2.4

Kajian ini dipandu oleh Hj. Neneng Shalihah, S.Ag., M.Pd.I. selaku moderator, dengan Cian Nova Sudrajat Nur, M.Hum. sebagai host dan Monalisa, M.Pd. sebagai MC. Acara juga melibatkan unsur Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN SMH Banten sebagai bagian dari penguatan peran keluarga dan perempuan dalam lingkup kelembagaan.

Antusiasme peserta tercermin dari jumlah kehadiran yang melampaui perkiraan awal panitia. Dari target maksimal sekitar 30 peserta, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta, meskipun informasi kegiatan dibagikan secara terbatas menjelang pelaksanaan. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepedulian sivitas akademika terhadap isu kekerasan seksual digital sebagai persoalan sosial sekaligus akademik.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan serta Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan, sehingga memiliki nilai strategis sebagai momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan berkeadilan gender.

Melalui kajian gender ini, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi Islam yang responsif terhadap isu-isu kontemporer, serta aktif membangun wacana keilmuan dan praktik sosial dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di era digital.

Comments are closed.