Ketua MPM, Nur Iman Jati Pamungkas Bicara Fikih Ekologi Pada Konferensi Internasional

Ss

DdPalembang_Ucapan selamat dan apresiasi patut diberikan kepada mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, Semester VIII, UIT Lirboyo Kediri, atas nama Nur Iman Jati Pamungkas, atas prestasinya menjadi presenter dalam Internatinal Cofference Religion Local Wisdom: Responses To Ecological Issues In tehe Archipelago yang diselenggarakan oleh Universitas Raden Fatah Palembang secara Hybrid.
Kegiatan ini digelar sebagai tempat berkumpulnya para pendidik, peneliti, dan pekerja professional, untuk bertemu dan saling bertukar wawasan untuk mengembangkan pemikiran, ide serta inovasi dalam pemberdayaan pendidikan dan lingkungan. Acara ini dihadiri oleh para akedemisi negara benua Asia dan Eropa, seperti Brunei Darussalam, Japan, Australia dan Belanda.
Iman adalah seorang mahasiswa yang aktif dalam bidang kemahasiswaan, ia menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Syariah 2023-2024, Ketua MPM 2024-2025 dan ia juga Lolos Hibah Penelitian kampus tahun 2024.
Ketertarikan dia dalam mengikuti konferensi adalah tema yang diajukan oleh penyelenggara mencakup isu yang ada dinegara Indonesia, sehingga hal ini terbilang cukup familiar dan telah dipelajari dalam hukum kontemporer.
RrDidampingi oleh dosen UIT Lirboyo Kediri, Nailal Muna, M.H. dan Bagus Wibowo, M.H., Iman mepresentasikan hasil penelitiannya dengan baik yang berjudul “RECHTSVERWERKING | PERSPEKTIF FIKIH EKOLOGI: Analisis Putusan Pengadilan Negeri Malang Nomor 249/Pdt.G/2018/PN.Mlg”. Artikel ini disusun untuk mengeksplorasi pentingnya penjagaan alam yang mengkerucut Tanah dalam Hukum Agraria yang kemudian diinterdisipliner keilmuan dalam hifdz al-BI’ah.
Dalam momen konferensi yang diikuti secara luring, iman mendapatkan pengalaman baru sebagai peserta yang hadir secara langsung dalam konferensi. “Dalam konferensi ini, benar-benar diluar dugaan, dimana acara ini dibuat secara meriah dan jumlah peminat sangat banyak dengan jumlah paper yang diterima 149 artikel, dan menariknya para reviewr memberikan respon yang bagus pada presentasinya.
Dalam hal ini, Iman membagikan kesan dan pesannya setelah konferensi internasional yang iikutinya. “Kami merasakan lingkungan akademis yang egaliter pada saat konferensi berlangsung, dan yang paling penting kita harus berani, namun bisa mempertanggungjawbakan keberanian kita,”.
Keberhasilan ini juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk aktif mengikuti kegiatan serupa, meningkatkan kompetensi mereka, dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Indonesia. Semoga prestasi Iman menjadi Langkah awal untuk mahasiswa UIT Lirboyo lainnya utnuk lebih banyak lagi berkiprah dilevel internasional.