Ketua Pusat Studi Gender & Anak UIT Lirboyo & Kaprodi Psikologi Menjadi Narasumber Talkshow Spesial Hari Anak Nasional 2024

PSGA_(Jum’at, 26/7/2024). Ketua Pusat Studi Gender & Anak Amalia Rosyadi Putri, S.Kom I, M.Med.Kom bersama Kaprodi Psikologi Wahyu Utami, M.Psi, Psikolog menjadi narasumber talkshow di Radio Panjalu FM 95.1. Talkshow berlangsung selama satu jam, mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB yang dipandu oleh Anggi Esa sebagai PIC siaran Radio Panjalu.
Dalam talkshow yang mengangkat tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju,” melalui siarannya pertanyaan yang dilontarkan oleh Anggi menanyakan terkait sebenarnya anak hendaklah terlindungi dari hal-hal apa saja. Amel menjelaskan anak terlindungi di sini diartikan bahwa anak-anak harus terlindungi dari bahaya bullying atau 𝘭𝘰𝘬-𝘭𝘰𝘬an secara bahasa Jawa. Anak juga harus terlindungi dari gizi buruk agar terhindar dari stunting; paparan gadget yang berlebihan karena sangat berpengaruh bagi kesehatan mata, bahkan emosional.
Wahyu Utami, M.Psi., Psikolog selaku Kaprodi Psikologi menjelaskan dampak bullying pun berpeluang akan mengganggu kesehatan psikologis. Anak akan ketakutan & mengakibatkan menjadi pribadi yang penakut. Sementara, anak yang kecanduan gadget berakibat pada ketidakseimbangan emosional atau terganggu. Masa perkembangan anak, yaitu masa golden age usia 1-5 tahun adalah fase pendampingan orang tua yang utama. Dipaparkan lagi sebagai himbauan, “Jangan sampai ada bentakan dari orang tua terhadap anak, sebab akan menyakiti hati hingga berdampak ke kepribadian anak.” tandas Wahyu Utami.
Ditegaskan Amel jangan rampas hak anak & jangan ukir dengan bentakan maupun cacian. Lindungi anak dengan terus menasihati. Serta, jika menganggapnya susah, hadapi dengan cara islami secara religius, seperti membacakan Al-Qur’an & sholawat. “Pola asuh orang tua kepada anak akan membentuk kepribadiannya. Tirakat orang tua kepada anak melalui sholat akan berpengaruh kepada hatinya. Tirakat do’a orang tua kepada anaknya akan mempengaruhi akhlaknya, sekaligus tirakat orang tua dengan puasa untuk anaknya akan berdampak kepada kecerdasaan otaknya!” tutur Amel yang dikutip dari dawuh KH. Moh. Hasyim Syafaat.
Pesan yang sekaligus closing statement disampaikan Wahyu Utami, “Mari menjadi orang yang baik untuk anak-anak dengan mendengarkan aspirasi anak. Bukan melarang anak ini-itu, tetapi berdiskusilah terlebih dahulu dengan anak. Posisikan diri kita seperti anak masuk dalam zonanya.”

Penulis: Amalia Rosyadi, M.Med.Kom






