LPDP dan LPT PBNU Jalin Kerja Sama untuk Perkuat SDM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama

0
360
Whatsapp image 2025 11 13 at 15.32.51

SURABAYA — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT PBNU) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). Penandatanganan dilakukan di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Selasa (11/11), dan menjadi langkah strategis memperluas akses beasiswa pendidikan lanjut bagi dosen, tenaga kependidikan, dan lulusan terbaik PTNU.

Whatsapp image 2025 11 13 at 15.32.51 (1)

MoU ditandatangani oleh Direktur LPDP, Sudarto, dan Ketua LPT PBNU, Prof. Ainun Na’im, disaksikan oleh Prof. Mohammad Nuh, jajaran pimpinan LPTNU, Rektor Unusa, serta perwakilan Kementerian Keuangan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Rektor I UIT Lirboyo Kediri, Dr. H. A. Jauhar Fuad, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Moh. Arif Khoiruddin, M.Pd.I., dan Wakil Rektor III Yasin Nur Falah, M.Pd.I.

MoU ini menjadi tonggak penting dalam sinergi antara LPDP dan PTNU untuk memperluas akses beasiswa pendidikan lanjut bagi dosen, tenaga kependidikan, dan lulusan terbaik di lingkungan PTNU. Melalui kerja sama ini, LPDP akan menyediakan dukungan pembiayaan untuk studi lanjut jenjang magister dan doktoral, baik di dalam maupun luar negeri.

Usai penandatanganan MoU, LPDP memberikan sosialisasi mengenai skema beasiswa dan riset tahun 2026. Unusa menjadi salah satu dari tiga kampus pertama yang menjadi lokasi sosialisasi awal program tersebut.

Ketua LPT PBNU, Prof. Ainun Na’im, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Nahdlatul Ulama untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan mencetak SDM unggul yang berdaya saing global. “LPDP dan PTNU memiliki semangat yang sama dalam mencetak generasi intelektual yang berakhlak, berilmu, dan mampu berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama LPDP, Sudarto, menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk PTNU. “Kami percaya, peningkatan kapasitas SDM melalui jalur pendidikan tinggi akan menjadi kunci bagi kemajuan bangsa. LPDP siap mendukung penuh upaya PTNU dalam mencetak kader-kader unggul NU,” tegasnya.

Menurutnya, tagline NU “Merawat Jagat, Membangun Peradaban” sejalan dengan misi LPDP dalam memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak bangsa untuk menempuh pendidikan tinggi. Artinya, keduanya memiliki pandangan yang sama dalam menjaga ekosistem dunia dan membangun peradaban menjadi lebih baik. Ia menambahkan, “Pesantren dan Nahdlatul Ulama termasuk bagian dalam membangun peradaban Indonesia, yang kita butuhkan hanya satu persen dari ekosistem. Jika ini berdampak, maka mampu membawa seluruh Indonesia maju.”

Ke depan, kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mengatur mekanisme pelaksanaan program, seperti seleksi penerima beasiswa, bidang studi prioritas, dan sistem pendampingan akademik bagi penerima beasiswa dari lingkungan PTNU.

Dari sisi kebijakan, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, Ph.D., menyampaikan bahwa Indonesia masih 0,53% penduduk usia produktif yang menempuh pendidikan S2 dan S3. Sedangkan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand hingga Vietnam, sudah lima kali lipat dari Indonesia.

“Kita masih seperlima dari Malaysia, Vietnam, Thailand yang sepakbolanya tidak sebaik kita. Namun untuk SDM masih tertinggal jauh,” ungkapnya.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah telah meningkatkan dana abadi LPDP hingga Rp181 triliun. Meski demikian, dari sekitar 50.000 pendaftar setiap tahun, hanya 4.000 yang dapat dibiayai karena keterbatasan anggaran. “Setidaknya butuh Rp 1.000 T agar tidak perlu khawatir terkendala biaya dalam membiayai masyarakat Indonesia untuk lanjut S2 maupun S3,” jelasnya.

LPDP saat ini hanya mampu membiayai 4000-10000 peserta beasiswa setiap tahunnya, untuk menjadi gerbong terdepan dalam menarik lokomotif Indonesia agar mampu maju bersama-sama. Maka dari itu, pada tahun 2026 LPDP fokus memperkuat arah kebijakan dan strategi berdampak tinggi, terutama dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang akan menyerap 80% dari total beasiswa, sementara 20% untuk bidang non-STEM.

Dwi menambahkan, “Diibaratkan para pendaftar LPDP ini sedang masuk ke warung tegal yang disuguhkan dengan berbagai macam menu. Seringkali ketika dihadapkan dengan menu yang tersedia, berpikir menu ini kurang menarik. Kemudian anda berpikir bahwa anda memiliki menu yang menarik dan berguna bagi bangsa namun tidak tersedia. Anda bisa masukkan di General STEM.” Hal ini untuk memberikan kesempatan bagi calon peserta LPDP yang merasa tahu dan memahami kondisi dan kebutuhan bangsa di masa depan.

“Desember akan segera kita buka menunya seperti apa, Januari akan kami buka pendaftaran. Kemudian Juni juga akan kami buka pendaftaran, yang mungkin metodenya akan berbeda. Namun esensinya tegak dan lurus untuk kemajuan bangsa, mendukung industry Indonesia dan juga sector lain yang terkait dengan sector industry. Termasuk sector agama, filosofi,” pungkasnya

Kerja sama antara LPDP dan LPT PBNU ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama. Melalui beasiswa dan program riset berkelanjutan, PTNU diharapkan mampu mencetak SDM unggul yang berperan aktif dalam pembangunan ilmu pengetahuan, ekonomi, dan peradaban bangsa.

Whatsapp image 2025 11 13 at 15.32.52

Comments are closed.