Mahasiswa Universitas Islam Tribakti Raih Juara 3 Lomba Trading Competition Nasional di Politeknik Negeri Semarang

Lucky valevy

Img 0073Semarang, 18 Oktober 2025 — Kabar membanggakan datang dari dunia investasi mahasiswa!
Muhammad Lucky Ashshiddieqy, mahasiswa Universitas Islam Tribakti, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Trading Competition Tingkat Nasional pada acara Serangkaian Kompetisi Investasi (SEKOIN) 2025 yang digelar di Politeknik Negeri Semarang.

Kompetisi tahun ini mengusung tema “Green Issuer Strategy: ESG as Geopolitical Navigation”, dengan rangkaian lomba mencakup trading, paper, dan poster competition. Acara ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia yang memiliki minat di bidang pasar modal, ekonomi hijau, dan keberlanjutan investasi.

Dalam babak final, Lucky menunjukkan kemampuan analisis pasar yang tajam serta strategi perdagangan yang adaptif terhadap kondisi pasar modal terkini. Dengan pendekatan yang cermat, ia berhasil menembus tiga besar dan membawa pulang penghargaan sebagai Juara 3.

Kompetisi ini bukan hanya soal keuntungan dalam trading, tapi juga tentang memahami bagaimana investasi bisa berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Lucky usai menerima piala penghargaan.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Islam Tribakti mampu bersaing di tingkat nasional dan berkontribusi dalam pengembangan literasi investasi di kalangan generasi muda.
Kampus mengapresiasi capaian tersebut dan berharap prestasi Lucky dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.

 




Mahasiswa Perbankan Dalami Praktek Asuransi Syari’ah

IMG 20190411 WA0002

Kediri – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syariah menggelar acara “Seminar Ekonomi Syariah”, Selasa 9/04. Tepat pukul 11.00 wib, acara ini dimulai dengan suasa harmonis dan mengikuti irama dari sambutan ketua pelaksan, gubernur BEM Fakultas Syariah sampai Dekan Fakultas Syariah Ahmad Badi.

Tak luput juga sekitar 170 peserta dari berbagai mahasiswa kampus Institut Agama Islam (IAI) Tribakti sangat antusias berpartisipasi dalam seminar bertema “Millenial dan Money” yang mana pihak pengada acara mendatangkan keynote speaker yang cukup menarik dikalangan mahasiswa Tribakti, yaitu Rendra Bahtiar.

Disela-sela peserta menikmati hidangan yang disajikan Rendra Bahtiar, terbesit dalam diri mahasiswa dan Civitas Akademika IAI Tribakti Kediri, memberika kesan hangat dalam mendapatkan pengenalan yang lebih dalam dari praktisi, asuransi syariah tentang industri asuransi syari’ah yang ada di Indonesia.

Bahkan muncul dalam pemikiran salah satu anggota bemfs selah mengikuti seminar dan mengenal secara lebih dalam tentang perkembangan asuransi syari’ah, ” diharapkan agar perwakilan dari mahasiswa yang terpilih mengikuti training” bahkan bisa langsung praktek dalam asuransi syari’ah, tutur Abduh selaku Wakil Gubernur BEM FS.

Bahkan dalam wawancara kami atas Renda Bahtiar, acara ini mengandung edukasi atas generasi milenial, supaya mereka paham bahwa generasi milenial ini banyak butuhnya, “maka dari itu harus diimbangi dengan banyak masukan, tapi belum terlalu banyak pilihan yang bisa dilakukan” tutur Rendra Bahtiar selaku keynote speaker.

Apalagi mahasiswa juga belum lulus kuliah dan sebagainya, “caranya gimana bisa ya bisa dengan usaha sendiri jadi bisa ngomong yang banyak itu beli pulsa, beli baju dan sebagainya” semua anak-anak remaja atau generasi muda harus sudah memulai berbisnis, untuk memulai berbisnis, “karena apa? karena melihat pergerakan zaman yang semakin mudah kita kuasai lewat digital yang bisa mengajak mereka untuk berwirausaha dengan lebih mudah”, pungkasnya.[] fs/min.

 




Trasformasi Kelembagaan melalui Fasilitasi Jasa Perbankan Syariah

Mengenal Bank Syariah Bank Sistem Islam

Di era industri ke 4.0 tatangan pengembangan ekonomi perguruan tinggi dihadapkan pada lima hal, yaitu: kelembagaan, terbatasnya akses, pangsa pasar, sumber daya manusia, dan tatangan finansial teknologi. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta dihadapkan pada Tantangan yang sama. Dalam hal finansial yang hubungannya dengan perbankan PTKIS lebih selektif dalam memilih lembaga perbankan dalam menentukan mitra kerjasama dalam hal penggunaan jasa keuangan.

Pemerintah merespon keingginan dan kepentungan umat islam. Maka pada masa SBY dicetuskan Gerakan Ekonomi Syariah. Pada masa Jokowi dilanjutkan dengan pembuatan lembaga Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Pada pase ini ekonomi syariah digerakam sekaligus dipantau perkembangannya oleh pemerintah.

Di Indonesia aset Ekonomi Syariah melaui Bank Umum, Unit Syariah, BPRS dan lembaga keuangan non bank hanya berkisar 5,29 % yang tersebar pada 14 Bank Umum Syariah, 20 Unit Syariah, 168 BPRS, dan banyak dari intitusi keuangan non Bank. Angka tersebut di atas masih rendah, aset dari Ekonomi Syariah jika melihat jumlah umat islam. Kepercayaan publik terhadap Ekonomi Syariah masih rendah atau ketidak tahuan publik terhadap Ekonomi Syariah. Kedua bisa dibandikan dengan Malaysia dengan aset mencapai 35 %, pertumbuhan ekomoni syariah sangat baik.

Ada beberapa hal yang perlu di benahi. Salah satuh satu aspek kelembagaan, dengan melakukan sosialisasi keuangan syariah pada masyarakat, termasuk PTKIS. Berikutnya gerakan literasi keuangan syariah.