Kritis dan Analitis, Mahasiswa PAI UIT Lirboyo Mengikuti Simposioum Nasional

Anggelitas 2

Anggelita 3Kediri_Untuk kesekian kalinya Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIT Lirboyo Kediri kembali mengikuti ajang kompetisi nasional pada Simposium Nasional. Simposium ini diselenggarakan UIN Syech Washil Kediri dengan tema “Pesantren dan Masa Depan Kemanusiaan: Sinergi Etika, Cinta, Pendidikan Islam, dan Keseimbangan Alam di Era Artifical Intelligence. Simposium ini digelar dengan beberapa susunan yakni seminar nasional dan Fokus Group Discussion (FGD).

Anggelita 1 Perkembangan ilmu pengetahuan tidak pernah menemui akhir. Ilmu pengetahuan selalu berkembang mengkuti perkembangan zaman. Sebagaimana mahasiswa UIT Lirboyo bernama Angellita Salsabila Prasidha dari prodi PAI semester 3 menjadi salah satu delegasi pada symposium tersebut. Anggelita mengangkat isu “Ta’allum Bil Qalb: Inovasi Pedagogi Berbasis Nilai Dan Cinta Terintegrasi Notion Ai Guna Humanisasi Pendidikan Pesantren Di Era Artificial Intelligence”. Isu yang diangkat mengindikasikan pada konsep pendidik di era AI yang lagi ramai dikalangan masyarakat dan social pendidikan, namun bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam dan Cinta dapat berintegrasi dalam penggunaanya.

Seminar ini dilaksanakan secara offline di UIN Syech Washil Kediri. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia. Keterlibatan mahasiswa dalam symposium nasional berguna untuk meningkatkan daya kritis, analitic, public speaking serta sebagai ajang evaluasi dalam penakaran mahasiswa dalam menguji kompetensi kepenulisan karya ilmiahnya.

Tujuan dari kampus UIT Lirboyo Kediri mendorong mahasiswa untuk mengikuti event ini yakni untuk meningkatkan kompetensi SDM UIT Lirboyo sendiri sekaligus juga kompetensi dosen dalam membimbing mahasiswa dalam literasi ilmiah. Dimana program ini juga menjelaskan bahwa UIT Lirboyo Kediri dapat meningkatkan kualitas lulusan melalui kegiatan serupa.




Mahasiswa UIT Lirboyo Kediri Terpilih Menjadi Presenter ICIE 2025 Surakarta

Ikbal 2

Ikbal

Rahmad IIkbal Devid, berkesempatan bertanya terhadap pemateri pada saat seminar internasional berlangsung.

SURAKARTA- Universitas Islam Raden Mas Said menyelenggarakan International Converence on Islamic Education and Instruction (ICIE 2025) di Gedung SBSN UIN Raden Mas Said pada Kamis, 23 Oktober 2025. Tiga mahasiswa Universitas Islam Tribakti lolos dalam penyeleksian abstrak karya tulis ilmiah mereka dalam penyeleksian ketat, dan kini berkesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka di acara conference tersebut. Tim ini dipimpin oleh Atika Nailah Syirva, mahasiswi Pascasarjana (PAI-3A), yang berperan sebagai Presenter utama kemudian kontribusi signifikan juga datang dari mahasiswa S1, Rahmad Ikbal Devid (PAI-A2 Semest. 7), yang menjabat sebagai author kedua sekaligus berpartisipasi sebagai precenter dalam acara tersebut. Serta, melengkapi tim, adalah Salma Mawaddah (HKI/7), mahasiswi yang menjadi author ketiga dalam karya ilmiah ini.

Acara tersebut merupakan konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta yang mengusung tema “Navigating a sustainable future: Leveragings technology to enhance science learning and foster innovation in Islamic education”, Konferensi ini diikuti oleh 447 presenter yang berasal dari 55 universitas dan 8 negara berbeda, menunjukkan antusiasme dan jangkauan internasional yang luas dalam memperkuat kolaborasi riset di bidang pendidikan Islam dan inovasi.

Keynote Speaker dalam acara ini yaitu, Prof. Dr. Toto Suharto, M.Ag (Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta). Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran teknologi dalam menciptakan masa depan pendidikan Islam yang berkelanjutan dan kompetitif. Beliau juga menekankan urgensi kolaborasi global dalam mengintegrasikan teknologi dan sains ke dalam sistem pendidikan Islam, sebagai upaya memperkuat relevansi dan daya saing keilmuan di era digital. Selanjutnya welcoming speech oleh Prof. Dr. Fauzi Muharom, M.Ag (Dekan Fakultas Tarbiyah).

Dalam rangka memperkaya wacana ilmiah, ICIEI menampilkan sejumlah tokoh akademik terkemuka yang memberikan pandangan inovatif dalam bidang pendidikan Islam dan pengembangan teknologi, yaitu Prof. Christopher Johnstone, Ph.D (University of Minnesota, USA), Assoc. Prof. Dr. Anas Tajudin (Chief Executive, Olympia Education Group, Malaysia), Prof. Dr. Sutanto, S.Si., DEA (Universitas Sebelas Maret, Indonesia).

First Speaker oleh Prof. Christopher Johnstone, Ph.D (University of Minnesota, USA). Beliau menyampaikan bahwa penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan merupakan wilayah baru yang memerlukan kehati-hatian dan pertimbangan etis. Pemanfaatan AI harus selalu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, menjadi alat yang mendukung proses belajar, bukan menggantikannya. Jika AI justru menghambat perkembangan kemampuan berpikir kritis atau kemandirian peserta didik, penggunaannya perlu dibatasi. Narasumber juga menekankan pentingnya transparansi dan dialog terbuka dalam merespons perubahan budaya yang muncul akibat kemajuan teknologi, serta menegaskan bahwa proses belajar tetap harus memberi ruang bagi “pergulatan mental” yang membentuk karakter dan kedalaman intelektual peserta didik.

Second speaker oleh Assoc. Prof. Dr. Anas Tajudin (Chief Executive, Olympia Education Group, Malaysia). Beliau menegaskan bahwa kemajuan pendidikan bertumpu pada tiga pilar utama: keadilan, inovasi, dan kolaborasi. Keadilan (equity) menjadi fondasi agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara dan inklusif, tanpa ada yang tertinggal. Inovasi (innovation) berperan menjaga relevansi dan kemajuan pendidikan di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi, melalui pembaruan dalam metode, kurikulum, dan pendekatan belajar. Sementara itu, kolaborasi (collaboration) menjadi kunci dalam membangun ketangguhan dan kemakmuran bersama melalui sinergi antarpendidik, lembaga, dan masyarakat. Dengan demikian, paradigma narasumber menempatkan keadilan sebagai dasar, inovasi sebagai penggerak, dan kolaborasi sebagai penguat menuju sistem pendidikan Islam yang adaptif dan berkelanjutan.

Third speaker oleh Prof. Dr. Sutanto, S.Si., DEA (Universitas Sebelas Maret, Indonesia). Beliau memaparkan bahwa integrasi antara spatial clustering (K-Means) dan network optimization (MST) dapat menjadi pendekatan matematis dan sosial yang mendukung desain perkotaan berkelanjutan. Melalui keterhubungan antara warisan sejarah masjid dan inovasi lingkungan, Surakarta berpotensi membangun jaringan ekologi religius yang mencerminkan nilai iman dan ketangguhan. Paradigma ini menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan seharusnya tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga berakar pada spiritualitas dan kearifan budaya lokal.

Atika Nailah Syirva Bersama Rahmad Ikbal Devid dan Salma Mawaddah, memaparkan artikel dengan judul Efektivitas Kebijakan Pembatasan Plastik Sekali Pakai dalam Mendukung Keberlanjutan Lingkungan di Kota Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Walikota Kediri No. 30 Tahun 2023 telah dilakukan dengan cukup baik oleh sejumlah usaha modern seperti minimarket dan pusat perbelanjaan. Namun, kepatuhan dari usaha kecil seperti warung makan, restoran, dan pedagang makanan masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang lebih intensif, dukungan insentif, dan penegakan hukum yang konsisten agar kebijakan ini dapat berjalan optimal dan benar-benar mendukung keberlanjutan lingkungan di Kota Kediri.

Dengan lolosnya karya mereka, ketiga mahasiswa UIT ini membuktikan bahwa semangat penelitian dan kontribusi ilmiah di kampus Lirboyo sangat tinggi. Partisipasi Atika, Rahmad, dan Salma merupakan langkah nyata UIT dalam ikut serta merancang “peta jalan” bagi kemajuan Pendidikan Islam di masa depan yang serba kompleks dan digital. Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh civitas akademika Universitas Islam Tribakti. Hasil dari konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan dan model pembelajaran baru yang akan memajukan pendidikan Islam di era revolusi industri 5.0




Mahasiswa Universitas Islam Tribakti Raih Juara 3 Lomba Trading Competition Nasional di Politeknik Negeri Semarang

Lucky valevy

Img 0073Semarang, 18 Oktober 2025 — Kabar membanggakan datang dari dunia investasi mahasiswa!
Muhammad Lucky Ashshiddieqy, mahasiswa Universitas Islam Tribakti, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Trading Competition Tingkat Nasional pada acara Serangkaian Kompetisi Investasi (SEKOIN) 2025 yang digelar di Politeknik Negeri Semarang.

Kompetisi tahun ini mengusung tema “Green Issuer Strategy: ESG as Geopolitical Navigation”, dengan rangkaian lomba mencakup trading, paper, dan poster competition. Acara ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia yang memiliki minat di bidang pasar modal, ekonomi hijau, dan keberlanjutan investasi.

Dalam babak final, Lucky menunjukkan kemampuan analisis pasar yang tajam serta strategi perdagangan yang adaptif terhadap kondisi pasar modal terkini. Dengan pendekatan yang cermat, ia berhasil menembus tiga besar dan membawa pulang penghargaan sebagai Juara 3.

Kompetisi ini bukan hanya soal keuntungan dalam trading, tapi juga tentang memahami bagaimana investasi bisa berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Lucky usai menerima piala penghargaan.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Islam Tribakti mampu bersaing di tingkat nasional dan berkontribusi dalam pengembangan literasi investasi di kalangan generasi muda.
Kampus mengapresiasi capaian tersebut dan berharap prestasi Lucky dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.

 




Merawat Tradisi Keilmuan Islam di Kancah Global, Muhammad Maghfur Ghufron Raih Juara 1 MQK Nasional Bidang Tafsir

Img 3984

Yogyakarta, 15-17 Oktober 2025 – Dunia akademisi kembali menorehkan prestasi gemilang. Muhammad Maghfur Ghufron, berhasil meraih Juara 1 dalam Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional Tahun 2025 untuk Bidang Tafsir. Ajang kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, terlaksana pada tanggal 15-17 Oktober 2025.Img 3991

MQK Nasional yang mengusung tema “Delving into The Qur’an by Embracing Its Devine Message and Historical Context” ini menjadi panggung bagi para akdemisi santri terbaik dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca, memahami, dan mengkaji Kitab Kuning. Bidang Tafsir yang diikuti Ghufron menguji kedalaman pemahaman peserta terhadap kitab Marah al-Labid.

Kemenangan Ghufron tidak hanya membanggakan UIT Lirboyo Kediri saja, namun juga Pesantren Mahrusiyyah. Hal ini menjadi penanda penting bahwa tradisi keilmuan Islam yang bersumber dari Kitab Kuning terus hidup dan berkembang di kalangan generasi muda.

Segenap Civitas UIT Lirboyo  menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini, menekankan bahwa MQK adalah momentum penting untuk memotivasi santri agar semakin mendalami ilmu-ilmu agama, sekaligus sebagai bagian dari proses kaderisasi ulama di masa depan.

Semangat MQK yang ia tanamkan dimulai dari semester 2 sampai mengakhiri akhir masa studi di semester 8 tidak pernah putus, untuk terus mendalami kajian keilmuan turats ke kepada masyarakat bahkan tingkat  akademisi.

Prestasi yang diraih di MQK nasional ini menegaskan komitmen Perguruan Tinggi Islam dalam menjaga dan mewariskan khazanah keilmuan Islam klasik, memastikan nilai-nilai agama tetap menjadi fondasi moral masyarakat di tengah tantangan zaman.




Mahasiswa TBI UIT LIrboyo Terpilih Delegasi AKMINAS 2025

Novista tbi

Novista 2Jakarta, 11 Oktober 2025 — Kementerian Agama Republik Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (AKMINAS) 2025) yang berlangsung mulai Rabu hingga Sabtu, 8–11 Oktober 2025. Acara bergengsi tingkat nasional ini mengusung tema “Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional Menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu mahasiswa Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri yaitu Novista Sahdea Pangestuti, berhasil menjadi 100 peserta terpilih, dari 1.200 peserta pendaftar.

Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Gedung Kementerian Agama RI, Thamrin, Jakarta Pusat, dan Wisma Pamentas, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sebanyak 100 mahasiswa perwakilan dari berbagai universitas di seluruh Indonesia hadir dan berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

AKMINAS 2025 bertujuan menjadi wadah pembentukan karakter kepemimpinan, kreativitas, serta inovasi mahasiswa Indonesia, guna menyiapkan generasi muda yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan dan sambutan dari perwakilan Kementerian Agama RI, dilanjutkan dengan seminar nasional serta diskusi kepemimpinan. Kegiatan diakhiri dengan malam keakraban dan penutupan yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan.

Ketua Panitia AKMINAS 2025 menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta. “Mahasiswa hari ini adalah pemimpin masa depan. Melalui kegiatan ini, kami berharap muncul calon-calon pemimpin bangsa yang berkarakter dan memiliki visi kebangsaan yang kuat,” ujarnya.

Dengan berakhirnya kegiatan pada Sabtu malam, AKMINAS 2025 resmi ditutup dengan penuh semangat dan harapan baru, agar para peserta dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Harapan dari Civitas Akademika UIT Lirboyo Kediri, semoga bisa membawa amanah organisasi mahasiswa menjadi lebih baik, kolaboratif, inklusif, dan loyalitas untuk semua kalangan.