TSAQIFA Oktober: PSGA UIT Lirboyo Bahas Peran Muslimah Cerdas dalam Mewujudkan Generasi Emas

0
202
Whatsapp image 2025 10 31 at 14.44.59

KEDIRI— Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo kembali menggelar kegiatan rutin TSAQIFA (Talkshow Fiqih Wanita) edisi Oktober dengan tema “Muslimah Cerdas, Wujudkan Generasi Emas dan Berakhlakul Karimah.” Acara yang berlangsung di Aula Mahrus Aly UIT Lirboyo pada hari Selasa, 28 Oktober 2025 ini menghadirkan Nyai Hj. Ita Rosyidah Miskiyyah, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mahrusiyah Lirboyo, sebagai narasumber utama.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor III UIT Lirboyo, Bapak Yasin Nur Falah, M.Pd.I., yang memberikan apresiasi kepada PSGA atas komitmennya menyelenggarakan kajian tematik seputar fikih perempuan secara konsisten. Acara ini dihadiri sekitar 120 mahasiswa putra dan putri serta sejumlah dosen, di antaranya Zahirotul Kamiliyah, M.Pd. dan Miftachul Aula, M.I.Kom.

Whatsapp image 2025 10 31 at 13.54.44

Dalam pemaparannya, Nyai Hj. Ita Rosyidah Miskiyyah menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran fundamental dalam mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Ia menegaskan pentingnya membentuk muslimah cerdas yang mampu mengintegrasikan pengetahuan, spiritualitas, dan moralitas. “Perempuan adalah pilar negara. Jika pilarnya baik, maka kuatlah negara. Namun jika rusak, negara pun akan runtuh,” ujarnya.

Beliau kemudian memaparkan tiga poin utama dalam membangun generasi unggul. Pertama, memilih perempuan yang baik sebagai calon ibu, karena ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Kedua, mendidik anak sejak dalam kandungan, sebagaimana dicontohkan oleh kisah Imam Sufyan Ats-Tsauri, di mana kepekaan spiritual telah muncul sejak dalam rahim. Ibu memiliki hubungan langsung dengan janin, sehingga perlu dijaga pula kondisi kesehatan dan psikologisnya.

Ketiga, kiat menjadi muslimah cerdas di abad ke-21 dengan menerapkan prinsip learning to be, learning to do, dan learning to live together and forever, yang dapat diimplementasikan melalui kehidupan pesantren dan pendidikan berkelanjutan.

Talkshow ini dipandu oleh Dr. Khafidhotun Nasikhah, M.Pd., Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam UIT Lirboyo, yang berhasil menciptakan suasana dialogis dan reflektif. Sesi tanya jawab berlangsung hangat dengan berbagai pertanyaan dari peserta seputar pendidikan anak, kecerdasan emosional ibu, serta peran ayah dalam mendukung keseimbangan keluarga.

Whatsapp image 2025 10 31 at 13.54.45 (1)

Menjawab pertanyaan tentang hubungan antara kecerdasan ibu dan anak, Nyai Ita menjelaskan bahwa faktor psikologis dan spiritual ibu memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan janin. “Untuk melahirkan kewarasan istri dan asupan yang baik diperlukan peran penting suami, untuk siaga mengayomi. Namun sebagai perempuan juga jangan sampai berlebihan, sehingga kondisi tersebut dijadikan sarana untuk dimanfaatkan,” ungkapnya. Ia juga menambahkan, “Kiatnya adalah menjaga pola hidup sehat, memperbanyak amaliah rabbani, bershalawat, dan memperkuat riyadhoh suami-istri.”

Dalam sesi berikutnya, beliau memberikan panduan agar umat Muslim dapat mempermudah diri dalam qiyamullail atau ibadah malam. Berdasarkan riwayat Ath-Thabrani, beliau menyarankan melakukan qailulah atau tidur singkat sebelum zuhur dan bersuci sebelum tidur malam agar tubuh dan jiwa siap untuk beribadah.

Terkait pendidikan dasar anak, Nyai Ita menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai tauhid dan akhlak sebelum aspek duniawi. Ia menjelaskan bahwa memondokkan anak sejak usia dini memiliki sisi positif berupa pembentukan karakter tangguh, namun juga dapat menimbulkan jarak emosional dengan orang tua jika tidak diimbangi dengan komunikasi yang hangat.

Whatsapp image 2025 10 31 at 13.54.45

Pada akhir acara, Ketua PSGA UIT Lirboyo, Amalia Rosyadi Putri, M.Med.Kom., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta, terutama mahasiswa putra yang turut hadir. Kegiatan ini menunjukkan bahwa memahami fikih perempuan bukan hanya tanggung jawab wanita, tetapi juga kaum pria, agar bersama-sama membentuk generasi yang unggul dan berakhlakul karimah.

Mengatasi batasannya sebagai sebuah forum akademis, TSAQIFA edisi ini menempatkan diri sebagai ruang reflektif dan inspiratif. Edisi yang menarik dibulan ini, tidak hanya mampu memberikan pencerahan pada perempuan namun juga laki-laki, sehingga semakin mampu memperkuat peran langkah perempuan dengan ketegaran, keberanian, dan keyakinan menuju kebaikan.

Comments are closed.