Bersama Akademisi Thailand, UIT Lirboyo Sepakati Peningkatan Intercultural and Interreligious Cooperations dalam Meraih Reputasi Internasional

Dr. Abbas Sofwan bersama Rombongan APAISI di Rajamanggala University of Technology Krungthep Thailand

Delegasi UIT Lirboyo Dr. Abbas Sofwan MF, SHI, LL.M Presentasi di Universitas Technologi Rajamanggala Krungthep Thailand tentang Etika Lingkungan berbasis Ajaran Islam.
RAJAMANGGALA UNIV Krungthep, 23 april 2024, Thailand sebagai sebuah negara yang bernama lokal Meuang Thai ini menerapan konstitusi Monarki dengan Kepala Negara seorang Raja dan Kepala Pemerintahannya seorang Perdana Menteri. Hampir 93,4% penduduk Thailand memeluk agama Budha, akan tetapi bukan berarti bahwa negara ini adalah negara agama yang tidak menerima pemeluk agama lain, faktanya dapat anda saksikan di Ibukota Thailand Bangkok ini terdapat beragam etnis dan agama, diantaranya Islam, Kristen dan Hindu, sehingga interaksi antara agama disini terjalin harmonis atas nama kemanusiaan, pernyataan tersebut disampaikan oleh Professor Yaoping LIU, The Director of The Robert H. Ho Family Foundation, Professor in Buddist Studies Assistant Professor of Sociology Departement of Education and Society Rajamanggaa University of Technology Krungthep Institut of Science Innovation and Culture dalam acara dialog dengan para Rektor dan Direktur Progaram Pascasarjana yang tergabung dalam APAISI (Assosiasi Program Pascasarjana Swasta Islam Indonesia). Prof Liu mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan sambutannya tersebut setelah para Rektor dan Direktur Pascasarjana menyampaikan presentasi.

Jamuan Makan Siang Bersama Para Director of Institut of Science, Innovation and Culture Univ Rajamanggala Thailand.
Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri pada kesempatan tersebut mendelegasikan Dr. Abbas Sofwan yang memaparkan tentang Lirboyo sebagai sebuah lembaga pendidikan pesantren yang tertua di Indonesia mengajarkan tentang perhatian lingkungan yang dikenal dengan Fiqh Bi’ah (Fikih Ekologi), dalam mengimplementasikan ajaran agama Islam tentang lingkungan tersebut para santri yang utamanya adalah para sivitas akademika di UIT Lirboyo mendampingi masyarakat yang berada di lereng gunung vulkanik Kelud dengan beragam agama diantaranya Kristen, Islam dan Hindu. Hubungan harmonis antar agama yang disatukan dalam perhatian terhadap menjaga kelestarian wilayah lereng ini menjadi modal penting dalam menawarkan join reseach, pengabdian masyarakat dan dialog antar agama yang menjadi penerapan dari penandatangan nota kesepakatan antara kedua perguruan tinggi tersebut. Paparan tersebut disambut baik oleh para pimpinan dan dosen dari fakultas Science Innovation and Culture yang hadir pada acara tersebut, bahkan Professor Liu menyatakan ingin mempelajari ajaran agama Islam tentang perhatian lingkungan yang disampaikan oleh Direktur Program Pascasarjana UIT Lirboyo tersebut.

Bersama dengan Dr. Yaoping Liu, Professor in Buddist Studies Institut of Science Innovation and Culture Rajamanggala University of Technology Krungthep .
Pertemuan yang berlangsung hangat dan kekeluargaan tersebut berada di Fakultas Pendidikan dan Kemasyarakatan Universitas Rajamanggala yang merupakan salahsatu Perguruan Tinggi Negri di Thailand tersebut dihadiri oleh Dekan Fakutlas Mr. Chatcahi Rakhtin dan dimoderatori oleh Mrs. Ada Marie Gallego Mascarinas yang menjabat sebagai Assosiate Director fo Internasional Relations. Setelah presentasi dan dialog, acara dilanjutkan dengan penandantanganan MoU dengan UIT Lirboyo. Pada kesempatan yang sama delegasi UIT Lirboyo juga melakukkan dialog akademik dengan Mr. Chatchai Rakthin Associate Director of Academic Affair and QA Institut of Science, Innovation and Culture, membahas tentang peluang peluang kerjasama dalam bentuk seminar International maupun join research tentang Agama dan Budaya antar kedua negara.

Penandatanganan MoU dengan Dr. Prattan Srisuk Thai Global Bussines Administrative Technological College Bangkok.
Selain menjalin MoU dengan Universitas Negeri di Thailand delegai UIT Lirboyo juga berkesempatan untuk taken kontrak dengan perguruan tinggi swasta di Thailand, yaitu Thai Global Bussines AdministrativeTechnological College Samut Prakan. Acara yang dikemas dengan agenda International Collaboration and Discussion dengan tema “International Enterprenership Curriculum Developmet and Collaborative Activities” tersebut dibuka oleh Moderator dari Philiphines Dr. Marlon Rael Astillero Executive Director fo International Student Services memperkenalkan tentang TGBC yang merupakan perguruaan tinggi yang tidak hanya membekali mahasiswanya dangan pengetahuan tentang busnis saja, akan tetapi mewajibkan mahasiswanya untuk menempuh pendidikan budaya ASEAN selama 2semester sebelum materi utama, agar para mahasiswa memiliki modal berupa bahasa yang dituturkan oleh mayoritas masyarakat di Asia Tenggara khususnya, sepe. rti bahasa Indonesia, Melayu, filipina, Thailand dan Kamboja.
Dr. Prattan Srisuk Direktur TGBC menyampaikan bahwa lembaga ini berdiri sejak tiga tahun lalu dan telah berkolaborasi secara internasional dengan negara-negara di ASIA, khususnya China untuk teknologi dan bisnis, serta dengan negara-negara ASEAN untuk pertukaran mahasiswa, praktikum, dan intercultural traditions. UIT Lirboyo mendapat kesempatan untuk menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi ini khususnya dalam bidang pengembangan pembelajaran yang berbasis Artificial Intellegent dan juga untuk berkolaborasi dalam penguasaan budaya dan tradisi lokal masyarakat di wilayah Kediri. Dengan perkembangan alat komunikasi dan transportasi hari ini yang dibutuhkan oleh para santri dan para alumni pondok pesantren yang telah mengenal budaya lokal masing-masing adalah juga miningkatkan wawasan dan pengalaman untuk mengenali budaya-budaya masyarakat di Asi Tenggara, karena hari ini tidak harus mengedepankan Eropacentris atau American Style, justru jalinan kebudayaan yang berda di semenanjung Melayu dan Thailand ini jika dikuasai oleh mahasiswa maka akan membuka lebih lebar lagi kesempatan untuk bisnis dan kualitas akademik international.

Penyerahan Cendera Mata dari UIT Lirboyo kepada Mrs. Cyti Daniela Aruan, Education and Culture Attache Embassy of The Republic of Indonesia di Bangkok.
Peluang dan kerjasama antara U to U atau Universitas dengan Universitas di Thailand tersebut juga ditegaskan oleh Atdikbud Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok Mrs. Cyti Daniela Aruan dalam sambutannya di ruang Education and Culture Attache The Embassy of The Republic of Indonesia Bangkok, menurutnya pondok pesantren seperti Lirboyo dan dalam hal ini tentunya Univesitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri memiliki kesempatan untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi di thailand dalam bidang industri halal, pertanian dan wisata halal, karena masyarakat akademik di thailand juga sedang melebarkan sayapnya untuk dapat berkolaborasi dengan negara-negara yang penduduk mayoritasnya Muslim. Bu Daniela juga menegaskan bahwa saat ini seperti KRIRK University yang didirikan oleh Dr. Krirk Mangkhlaphrik pada tahun 1970, telah memiliki Kampus International Islamic College Bangkok (IICB) dan telah mengajukan proposal serta secara khusus menemui atase pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia di Bangkok untuk mendapatkan kesempatan menjalin hubungan kolaborasi Internasional dengan kampus kampus Islam di Indonesia, tentu ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa di perguruan tinggi Islam Swasta di Indonesia untuk menjalin kerjasama dalam berbagai bidang akdemik. Perwakilan Republik Indonesia di Negeri Gajah Putih tersebut sangat terbuka dan siap membantu untuk menjadi mediator dalam hubungan dan kerjasama kolaboratif antar perguruan tinggi dalam rangka meraih reputasi Internasional.









