UIT Lirboyo Kediri Wakili Indonesia dalam Forum Lingkungan Global Berbasis Agama di Amerika Serikat

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri kembali menunjukkan kiprah internasionalnya melalui partisipasi dalam agenda global bertajuk Preparation on Religious Environmental Plan (PREP) yang diselenggarakan di Amerika Serikat pada 22–28 Maret 2026. Dalam forum tersebut, UIT Lirboyo diwakili oleh Dr. Abbas Sofwan Matla’il Fajar, dosen Fakultas Syariah dan Hukum sekaligus Kepala Lembaga Bahasa dan Kerja Sama Internasional.

Kegiatan ini diinisiasi oleh LOKA Initiative, sebuah organisasi internasional yang bergerak di bidang lingkungan dan ketahanan iklim. Pada tahun ini, sekitar 40 pemimpin agama dari 15 negara terpilih untuk mengikuti program tersebut, yang berfokus pada pengembangan proyek lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Center for Healthy Minds, yang bermitra dengan sejumlah lembaga akademik di University of Wisconsin–Madison. Program ini mengintegrasikan pendekatan ilmiah dan spiritual guna merespons krisis lingkungan global secara kolaboratif.

Program PREP diawali dengan kursus daring selama 10 minggu sejak 5 Januari 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka di Madison, Wisconsin. Para peserta mendapatkan pembekalan terkait integrasi ilmu lingkungan dan ajaran agama, serta didorong untuk merancang proyek berbasis komunitas di wilayah masing-masing.
Dalam forum tersebut, Dr. Abbas Sofwan menjadi satu-satunya delegasi Indonesia dari kalangan pesantren. Ia mempresentasikan model integrasi harmoni antara pesantren dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam di wilayah lereng Gunung Kelud, Jawa Timur. Model ini menggabungkan ajaran Islam—meliputi tasawuf, tafsir, dan fikih lingkungan—dengan praktik pelestarian alam berbasis kearifan lokal masyarakat.

Selain itu, ia juga memperkenalkan konsep Faithful Rainwater Harvesting, yakni gerakan pemanfaatan air hujan sebagai bentuk implementasi nilai keislaman dalam menjaga keseimbangan alam (al-mīzān). Gagasan ini dinilai relevan sebagai solusi menghadapi ancaman krisis air akibat perubahan iklim di masa depan.
Program PREP sendiri berangkat dari keyakinan bahwa sains dan agama dapat saling melengkapi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan dan sosial. Pendekatan ini diperkuat oleh gagasan tokoh agama dunia, termasuk Karmapa, yang menekankan pentingnya peran pemuka agama dalam membangun kesadaran moral terhadap isu lingkungan.
Selama kegiatan, para peserta juga dibagi dalam kelompok lintas agama (cohort) untuk memperdalam pendekatan berbasis tradisi masing-masing. Dalam kelompok Muslim, peserta dibimbing oleh Huda Al-Kaff, pendiri komunitas Michigan Green Muslims, yang aktif dalam gerakan keadilan lingkungan berbasis Islam.
Partisipasi UIT Lirboyo Kediri dalam forum ini menegaskan peran strategis perguruan tinggi pesantren dalam isu global, khususnya dalam mengembangkan pendekatan keislaman yang responsif terhadap tantangan lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran lintas agama bahwa bumi merupakan rumah bersama yang harus dijaga secara kolektif demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.









