UIT Lirboyo Perkuat Jejaring Global: Teken MoU dengan INTI Malaysia dan 53 Lembaga Perguruan Tinggi Jawa Timur

0
696
Gambar WhatsApp 2025 05 08 pukul 23.23.17 b086a499

Malang (08/05/25)  – Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo terus memperluas jejaring kerja sama internasionalnya. Dalam kesempatan ini, UIT Lirboyo diwakili oleh Ibu Dwita Nurulita, M.Pd, selaku staf Lembaga Pengembangan Bahasa, Urusan Internasional dan Kerja sama (LPBUIK). Acara bertajuk MoU Signing between INTI International University Malaysia and Higher Education Institutions in Indonesia ini digelar pada Kamis, 8 Mei 2025 di Hall Ali bin Abi Thalib Lantai 7, Gedung KH. Abdurrahman Wahid UNISMA. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama INTI International University Malaysia serta 53 kampus perguruan tinggi di Jawa Timur, Kamis, pukul 15.30–17.30 WIB.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Rektor UNISMA,  Prof. Dr. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., secara langsung menyambut delegasi INTI Malaysia yang dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Tezara Cionita dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kolaboratif, Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan global. Dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan INTI International University Malaysia yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif dalam membangun sinergi antar-lembaga pendidikan tinggi.

Sesi pertama diisi dengan penandatanganan draft MoU antara UIT Lirboyo, INTI International University Malaysia, dan 53 kampus di Jawa Timur. Penandatanganan ini menjadi langkah awal dalam kerja sama yang mencakup pertukaran pelajar, kolaborasi riset, serta pengembangan kapasitas akademik dan kelembagaan.

Memasuki sesi kedua, acara dilanjutkan dengan Sharing Session & Seminar Internasional yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Tezara Cionita, dari INTI International University Malaysia. Assoc. Prof. Dr. Tezara Cionita, menekankan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi dan penguatan jejaring global dalam meningkatkan daya saing institusi pendidikan tinggi.

“Kolaborasi seperti ini bukan hanya memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi riset yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Assoc. Prof. Dr. Tezara Cionita.

Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kerja sama ini dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pendidikan di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia.

Comments are closed.