Ketua PSGA UIT Lirboyo Kediri Hadiri Sosialisasi Pengarusutamaan Gender Kota Kediri

0
388
Picture4
image_pdfimage_print

Kediri, 28 Agustus 2025 — Pemerintah Kota Kediri melalui program Pengarusutamaan Gender (PUG) menggelar sosialisasi bertema “Penguatan Sinergitas untuk Membangun Kota Kediri yang Responsif Gender” pada Rabu (27/8) di Ballroom Lotus Garden Hotel, Mojoroto, Kota Kediri.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkeadilan gender.

Acara tersebut dihadiri aparat penegak hukum, perwakilan lembaga masyarakat, pelaku dunia usaha, serta pejabat dan staf instansi terkait. Dari kalangan akademisi, hadir Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, Amalia Rosyadi, M.Med.Kom.

Picture5

Para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Kediri turut hadir. Tampak dalam foto, Ketua PSGA UIN Syech Wasil, Dr. Lutfi, dan Dosen Universitas Kadiri, Ibu Eko, bersama Ketua PSGA UIT Lirboyo Kediri, Amalia Rosyadi, M.Med.Kom.

Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pemahaman konseptual sekaligus mengintegrasikan praktik pembangunan responsif gender di Kota Kediri. PUG dipandang sebagai strategi penting untuk memastikan seluruh kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan mampu menghadirkan manfaat yang setara bagi laki-laki maupun perempuan, serta terbebas dari praktik diskriminatif.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Arie Cahyono, SSTP., M.Si., dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa PUG bukan sekadar jargon, melainkan strategi utama pembangunan.

Picture6

Narasumber dari BPSDM Provinsi Jawa Timur, Dr. Arie Cahyono, SSTP., M.Si., memaparkan materi PUG.

“Kesetaraan gender harus menjadi roh dalam setiap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan. Dengan begitu, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh laki-laki maupun perempuan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa penerapan PUG juga merupakan kunci menciptakan pemerintahan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada keadilan sosial. Tanpa kesetaraan gender, pembangunan daerah berisiko timpang dan berpotensi meninggalkan kelompok rentan.

Pemkot Kediri berharap melalui forum ini terjalin sinergi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, dan akademisi. Dengan kolaborasi tersebut, arah pembangunan di Kota Kediri diharapkan semakin responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat serta mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Comments are closed.