
LP3M Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri pada hari Sabtu-Minggu 1-2 Juli 2023 mengadakan pelatihan metode PKM untuk dosen internal dan juga beberapa kampus mitra yang terlibat dalam desain KKN Kolaborasi. Adapun tema dari pelatihan yang dibuat adalah ‘Upgrading Kualitas PKM Berbasis Metode ABCD dan CD untuk Sinergi Mutualisme PT, Mitra, dan Stakeholder.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi dan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) yakni Dr. Zaenal Arifin, M.Pd.I, Dalam sambutannya dikatakan bila, pelatihan PKM salah satu tujuannya adalah meningkatkan kualitas basis teori PKM dosen. Karena ada beberapa kegiatan di wilayah pengabdian pada masyarakat yang memerlukan support teoritis. Dimana dalam hal ini secara tidak langsung berkaitan erat dengan roadmap PKM yang telah disusun beberapa waktu lalu. Sisi taktisnya, dalam waktu dekat terdapat kerja-kerja riil seperti KKN yang karena menggunakan metode baru, membutuhkan pemahaman baru serta menguatkan hasil atau output KKN. Untuk itulah kegiatan ini dirasa perlu untuk dilakukan untuk menjawab kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang dalam wilayah PKM.
Hari pertama diisi oleh Dr. Ahmad Jauhar Fuad, M.Pd dengan Partisipatory Action Research (PAR). Beliau memberikan materi mulai dari langkah-langkah dasar PAR seperti pemetaan awal (mapping), sampai pada mengembangan pusat-pusat belajar masyarakat. Materi PAR disampaikan dalam rangka memberikan pemahaman kepada dosen bahwa ada beberapa daerah yang membutuhkan pendekatan PAR ketika KKN mengingat kultur sosial dan keadaan yang menjadi pilihan digunakannya sebuah pendekatan. Fleksibilitas inilah yang harus dipahami agar para dosen nantinya tidak memaksakan sebuah metode PKM. Namun bagaimana mendialektikakan antara metode dan realita agar tujuannya tercapai.
Sesi selanjutnya Dr. Amang Fathurohman, M.Pd.I menyampaikan materi tentang Community Development yang akrab disebut CD atau Comdev. Penekanannya adalah bagaimana caranya seorang pelaku PKM mampu menggerakkan elemen-elemen yang ada dalam masyarakat agar menjadi mitra dalam sinergi pengabdian. Sinergi ini penting mengingat PT sebagai basis akademisi perlu melihat potensi maupun kapital dari elemen lain dalam perubahan sosial yang bisa diajak untuk bersama-sama melakukan pengabdian. Tidak mengherankan kemudian apabila dalam praksisnya, konsep CD melibatkan unsur pemangku kebijakan, pemodal maupun perusahaan untuk me-support kegiatan yang dilakukan.
Hari terakhir Dr. Amang Fathurohman, M.Pd.I, menyampaikan dan mengajak diskusi tentang Asset Based Community-driven Development (ABCD). Pengenalan tentang ABCD, menjelaskan tentang aset yang bisa dijelaskan sebagai potensi maupun sumber daya, keterampilan, dan juga pengalaman yang tersedia di masyarakat. Prinsip pokok serta lima langkah ABCD dijelaskan sampai pada tataran praksis sehingga terdapat pemahaman yang baik mengenai perbedaan PAR, ABCD, CD. Meskipun dalam mencari data bisa menggunakan langkah-langkah yang sama, namun output berbeda pintu masuk pendekatan PKM-nya beda. Selain memberikan materi metode PKM, beliau juga memberikan beberapa tips terkait pengajuan litapdimas, mulai dari pemilihan diksi yang baik untuk judul sampai kemudian memaksimalkan langkah pencarian data khususnya discovery dalam pendekatan ABCD.
Pelatihan PKM ditutup dengan adanya sesi FGD proposal yang disubmit ke Litapdimas. Sebelumnya panitia juga menyampaikan bahwa peserta pelatihan memiliki tugas yang wajib diserahkan kepada LP3M yakni menjawab dua permasalahan besar. Bagaimana review singkat materi PKM yang telah diberikan, dan bagaimana visi anda ketika menjadi DPL. Dua pernyataan mendasar tersebut menjadi indikator kuat penilaian dari LP3M dan rektorat untuk menentukan dosen peserta pelatihan yang layak menjadi DPL. Mengingat KKN 2023 didesain dengan format beda serta diharapkan bisa berkelanjutan, memiliki tema dan metode yang jelas, serta output yang mumpuni dari sisi konten dan teknis penyajian. Dimana dalam hal ini secara tidak langsung akan berimplikasi pada harmonisasi mutual antara PT, Desa Mitra, dan stakeholder yang terlibat dalam kegiatan bersama.











