
Mahasiswa UIT Lirboyo Kediri Aktif Ikuti Seminar Nasional Untuk Tingkatkan Berpikir Kritis Kompetensi Akademik
Kediri, 20-21 November 2025 — UIN Syekh Wasil Kediri menyelenggarakan Seminar Nasional dan Conference dengan tema “Humanitarian Crisis and Religious Responsibility in the Modern World” berlangsung selama dua hari, pada 20–21 November 2025,
Tiga mahasiswa Universitas Islam Tribakti lolos dalam penyeleksian abstrak karya tulis ilmiah mereka dalam penyeleksian ketat, dan kini berkesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka di acara conference tersebut. Tim ini dipimpin oleh Salma Mawaddah yang berperan sebagai Presenter utama kemudian kontribusi signifikan juga datang dari mahasiswa S1, Rahmad Ikbal Devid (PAI-A2 Semest. 7), yang menjabat sebagai author kedua sekaligus berpartisipasi sebagai participant dalam acara tersebut. Serta, melengkapi tim, adalah, Atika Nailah Syirva, mahasiswi Pascasarjana (PAI-3A), mahasiswi yang menjadi author ketiga dalam karya ilmiah ini.
Kehadiran mereka tersebut menjadi representasi penting dari Universitas Islam Islam Tribakti Lirboyo dalam memperkuat jejaring akademik serta memperkokoh kiprah institusi dalam isu-isu kemanusiaan global. Seminar nasional ini menghadirkan narasumber terkemuka yang diakui baik di tingkat nasional maupun internasional. Prof. Masdar Hilmy, MA., Ph.D., seorang akademisi senior dan pakar kajian sosial-keagamaan, memberikan pemaparan mendalam mengenai persinggungan antara agama, politik global, dan dinamika krisis kemanusiaan kontemporer. Sementara itu, Dr. Luthfi Ulfa Ni’amah, M.Kom.I., dosen dan peneliti muda yang aktif dalam penelitian isu-isu digital-humanity, menyampaikan perspektif baru tentang peran teknologi informasi dalam merespons tantangan kemanusiaan di era modern.Dalam acara tersebut, para pemateri menekankan bahwa krisis kemanusiaan bukan hanya sebatas isu politik atau ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan nilai-nilai spiritual, moral, dan tanggung jawab agama. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menghadirkan respons kemanusiaan yang tidak hanya berbasis rasionalitas modern, tetapi juga dilandasi kepedulian etis dan nilai-nilai keagamaan.Salma Mawaddah, Bersama Rahmad Ikbal Devid dan Atika Nailah Syirva, memaparkan artikel dengan judul Seks Edukasi Pada Anak Berkebutuhan Khusus (Abk) Di Sekolah Luar Biasa (Slb) Kediri. Penelitian tersebut menghasilkan bahwa pendidikan seks bagi ABK di SLB tidak hanya sebatas pada transformasi pengetahuan, melainkan sebagai upaya perlindungan diri dari ancaman kekerasan seksual, pembentukan perilaku sehat, serta peningkatan kualitas hidup anak. Selain itu, Proses seks edukasi di Lembaga pendidikan yang menangani ABK memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi seksual dan adaptif sesuai kebutuhan anak.
Dalam sesi pengarahan, Dr. Taufiq menyampaikan apresiasi atas keberanian mahasiswa mengangkat isu yang jarang disentuh tetapi sangat strategis bagi dunia pendidikan. Beliau menegaskan bahwa meskipun peneliti berasal dari disiplin ilmu non-psikologi, kajian ini tetap memiliki landasan akademik yang kuat karena berfokus pada aspek edukatif, preventif, dan perlindungan anak. “Kalian memang bukan dari psikologi, tetapi penelitian tentang seks edukasi untuk ABK merupakan kontribusi penting dalam memahami bagaimana pendidikan dapat memastikan keamanan dan tumbuh kembang anak yang lebih sehat,” ujar Dr. Taufiq sebagai penanggap presenter room 5 pada waktu itu.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang diskusi kritis lintas prodi, menghadirkan perspektif yang kaya dari mahasiswa Pendidikan hingga hukum. Para peserta membahas berbagai tantangan di lapangan, seperti minimnya modul edukasi seksual yang ramah ABK, kurangnya pemahaman guru maupun orang tua, serta pentingnya pendekatan yang humanis dan berbasis kebutuhan individu anak.
Diskusi berlangsung dinamis dan menghasilkan sejumlah rekomendasi awal yang akan menjadi pijakan bagi penelitian lanjutan. Dengan adanya forum akademik seperti ini, diharapkan kampus dapat terus mendorong kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya relevan secara teori, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak berkebutuhan khusus.







