Seminar Nasional dan Kuliah Umum Bersama Dirjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. Amien Suyitno

0
676
Prof 1

KEDIRI — Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri sukses menggelar Seminar Nasional dan Kuliah Umum yang menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Amien Suyitno. Kehadiran beliau menjadi momen strategis dalam memperkuat visi akademik dan spiritual UIT sebagai kampus berbasis pesantren.

Acara yang diselenggarakan pada Ahad, 20 Juli 2025 ini berlangsung di lingkungan kampus UIT dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta tokoh-tokoh yayasan. Turut hadir Ketua Yayasan KH. Athoillah S. Anwar, Sekretaris Yayasan, dan civitas akademika lainnya.

Prof 4

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Senat Universitas, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus. Dalam pidatonya, beliau mengajak seluruh akademisi untuk berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita bangsa sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

“Akademisi memiliki tanggung jawab moral untuk mencegah kerusakan dan lebih mengutamakan kontribusi nyata bagi kemajuan negara,” tegas beliau.

Dalam kuliah umumnya, Prof. Dr. Amien Suyitno memaparkan pentingnya peran dosen dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, peran dosen harus lebih luas daripada sekadar pengajar, melainkan juga sebagai penggerak perubahan sosial yang berbasis ilmu.

“Inilah yang membedakan peran dosen di perguruan tinggi dengan guru di madrasah. Dosen adalah aktor kunci dalam pembangunan ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Prof 3

Prof. Amien juga menekankan pentingnya penguatan kompetensi dosen dalam menghadapi tantangan zaman. Ia menjelaskan bahwa dosen harus memiliki empat kompetensi utama yakni pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Selain itu, ia menguraikan jenjang peran mahasiswa di tingkat pendidikan tinggi dimana mahasiswa S1 untuk memahami dan mendeskripsikan, mahasiswa S2 untuk menganalisis dan membandingkan, dan mahasiswa S3 untuk menemukan hal baru secara ilmiah.

Lebih lanjut, Prof. Amien menyoroti pentingnya riset dalam membangun daya saing kampus. Ia menekankan bahwa pesantren sebagai basis keilmuan Islam perlu diperkuat dengan pendekatan ilmiah yang berbasis riset, baik dalam bidang agama maupun sosial-humaniora.

Menyikapi perkembangan teknologi, Prof. Amien mengajak para dosen, khususnya generasi muda, untuk cerdas memanfaatkan kecanggihan digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), tanpa meninggalkan prinsip keilmuan.

“Dosen harus berhati-hati dalam menggunakan AI, termasuk melakukan peninjauan ulang terhadap konten atau hasil yang dihasilkan oleh teknologi tersebut, agar tetap terjaga keakuratan dan integritas ilmiahnya,” pesan beliau.

Prof 2

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. An’im Falahuddin Mahrus, pengurus Yayasan UIT dan anggota Komisi VIII DPR RI yang juga merupakan mitra kerja Kementerian Agama. Doa tersebut menjadi penutup yang khidmat, menandai selesainya kegiatan dengan penuh khidmat dan keberkahan.

Seminar nasional dan kuliah umum ini memperkuat komitmen Universitas Islam Tribakti Lirboyo dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, berakar pada nilai-nilai pesantren, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Comments are closed.