Ketua PSGA UIT Lirboyo Hadiri Seminar Nasional “Pesantren Ramah Anak” Bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

0
344
Whatsapp image 2025 11 03 at 15.20.27 (1)
image_pdfimage_print

KEDIRI — Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo menghadiri Seminar Nasional bertajuk “Pesantren Ramah Anak” yang diselenggarakan oleh Pondok Putri Lirboyo. Acara yang diketuai oleh Ning Sheila ini berlangsung di Aula Muktamar Lirboyo pada pada 24 Oktober 2025 pukul 14.00–17.00 WIB dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari kalangan pemerintah, pesantren, dan akademisi.

Seminar berlangsung khidmat dengan kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Arifah Fauzi, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman bagi seluruh santri. Ia menyebut bahwa pesantren merupakan rumah kedua bagi para santri sehingga harus dipastikan tidak ada kekerasan seksual maupun perundungan di dalamnya. Tindakan perundungan, baik dari senior kepada junior atau sebaliknya, tidak boleh ditoleransi.

Selain Menteri PPPA, turut hadir Wali Kota Kediri, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, unsur Forkopimda, organisasi perempuan, serta ratusan santri dan Nawaning Pondok Lirboyo yang antusias mengikuti jalannya acara.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Arifah Fauzi juga memberikan beasiswa kepada santri perempuan serta menyerahkan bantuan 1 juta ton ikan untuk konsumsi santri sebagai bentuk dukungan terhadap gizi dan kesejahteraan mereka. Dukungan juga datang dari PT Gojek Indonesia, yang turut memberikan bantuan beasiswa bagi para santri berprestasi. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Kafabihi Mahrus, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo.

Whatsapp image 2025 11 03 at 15.20.27

Dalam forum tersebut, Ketua PSGA UIT Lirboyo bersama Kaprodi Psikologi, Bu Nila, M.Psi., Psikolog, menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pondok Putri Al-Baqoroh Lirboyo dalam membentuk Satuan Tugas (Satgas) Aduan Kekerasan Seksual dan Perundungan. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender di lingkungan pesantren.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dunia pesantren untuk memperkuat komitmen terhadap perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan, sekaligus mempertegas peran aktif perguruan tinggi Islam seperti UIT Lirboyo dalam mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang aman, setara, dan humanis.

Penulis: Amalia Rosyadi

Comments are closed.